Para Ibu Sudah Bawa Bayinya Nginap di Ruang VIV Kantor Walikota Pekanbaru

1.562 view
Para Ibu Sudah Bawa Bayinya Nginap di Ruang VIV Kantor Walikota Pekanbaru
Ruang mengungsi di kantor Walikota Pekanbaru ditinjau DPD RI. (foto: safrina yanti)
PEKANBARU, datariau.com - Pemko Pekanbaru telah menyiapkan ruangan untuk evakuasi bayi usia dibawah 6 bulan di ruang VIV Kantor Walikota Pekanbaru. Hari ini, Rabu (30/9/2015) sudah ramai berdatangan para ibu dan bayinya.

Ruang evakuasi ini khusus untuk warga miskin yang memiliki anak bayi yang rawan terkena dampak buruk kabut asap. Karena masyarakat miskin tentunya kondisi rumah bisa dimasuki asap dan tidak memiliki kipas atau ac. Segala fasilitas pendukung telah disediakan Pemko Pekanbaru di lantai tiga gedung utara Kantor Walikota Pekanbaru.

Wali Kota Pekanbaru H Firdaus MT menyatakan, bahwa ruangan evakuasi ini sengaja dibuat untuk menampung seluruh masyarakat kurang mampu terutama bagi kaum ibu dan bayi. Pasalnya, kedua orang tersebut adalah yang sangat rentan terhadap dampak asap.

"Saat ini jumlah pasien akibat asap terus mengalami peningkatan setiap harinya. Parahnya lagi yang mendominan tekena penyakit tersebut ibu hamil dan anak-anak. Bahkan, dampak penyakit akibat asap ini bisa membuat ibu hamil berpotensi mengalami keguguran atau kelahiran anak yang tidak sempurna. Sementara anak-anak bisa mengakibatkan penyakit yang akut," ujarnya di sela-sela kunjungannya di RSUD Arifin Ahmad, Rabu pagi tadi.

Firdaus juga mengingatkan kepada masyarakat yang kurang mampu agar tidak perlu khawatir untuk tidak dapat menikmati ruangan evakuasi ini. Masyarakat hanya cukup datang ke Puskesmas terdekat dan melaporkan diri untuk dapat dievakuasi. Maka Pemko Pekanbaru akan segera menjemput dengan ambulan atau kendaraan lainnya agar segera dibawa ke ruangan evakuasi tersebut.

"Disini kita tidak mau setengah-setengah untuk melakukannya. Yang jelas, sebaik dan semaksimal mungkin akan kita berikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya ibu dan anak yang kurang mampu di Kota Pekanbaru ini. Jadi masyarakat hanya cukup laporkan diri dan ingin dievakuasi. Maka sesegera mungkin akan kita jemput dan antar langsung ke ruangan evakuasi ini," tegasnya.

Dari pantauan di tempat evakuasi, sudah terdapat 4 keluarga yang mengungsi. Bahkan, beberapa diantaranya datang dari kecamatan yang jauh dari pusat kota. Setiba di ruangan tertutup tersebut, mereka mengaku senang dengan adanya tempat ini.

Menurut Apriani, ibu dari bayi yang berumur 4 bulan yang tinggal di Kecamatan Rumbai, mengaku senang bisa dievakuasi ke ruangan tersebut. Pasalnya, udara yang mereka hirup di tempat ini lebih segar. Selain itu, fasilitas penunjang juga cukup memadai.

"Saya dapat kabar kemarin dari beberapa tetangga yang membaca di media, pemko sediakan tempat evakuasi makanya saya langsung minta dievakuasi sesuai prosedur yang ditetapkan. Karena di rumah saya kasihan sama anak-anak yang masih kecil, bahkan ada yang bayi. Asap sudah masuk ke rumah, ditambahlagi  kami tidak bisa menyediakan fasilitas agar asap tidak masuk ke rumah. Maklumlah kami orang miskin. Jadi, berhubung pak Walikota sudah menyediakan ruangan ini, maka saya memutuskan untuk mengungsi ke sini. Sedikitnya ruangan ini dapat membantu kami menghirup udara segar," ujar Apriani. (yan)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)