DATARIAU.COM - Sebuah fenomena yang melanda seluruh negara yang ada di dunia, berupa pandemi penyakit yang dinamakan Covid-19 yang berasal dari Wuhan di Cina, telah banyak menjungkir balikan keadaan di setiap lini kehidupan yang ada.
Dimana pandemi Covid-19 ini tidak hanya melumpuhkan kehidupan dari sisi kesehatan semata, lebih dari itu banyak sisi kehidupan yang juga terdampak akibat adanya Pandemi Global Covid-19.
Mulai dari aspek kehidupan sosial, politik, ekonomi, budaya, keamanan, dan ketahanan suatu bangsa dan negara yang ada. Oleh karena dampak yang ditimbulkan dari pandemi ini begitu dahsyat, diperlukan upaya-upaya dahsyat juga untuk mengakhiri pandemi Covid-19 yang sudah berjalan kurang lebih dua tahun lamanya.
Kita semua memerlukan upaya bersama dari seluruh lapisan untuk sama-sama saling bahu membahu mengakhiri Pandemi Covid-19 ini. Karena tanpa adanya upaya kerjasama dari semua pihak, mustahil rasanya kita semua dapat mengakhiri Pandemi Covid-19 yang kita alami pada saat ini.
Seluruh lapisan baik dari kalangan pemerintahan, rakyat, akademisi, media, pemuka agama, pengusaha dan tenaga medis harus saling bekerjasama untuk mengakhiri Pandemi Globa Covid-19 ini.
Dimana dari kalangan pemerintahan harus konsisten dalam membuat peraturan-peraturan yang dapat menyelamatkan aspek kehidupan masyarakat secara luas dengan tidak melupakan unsur kesejahteraan dan keadilan bagi masyarakat, pemerintah harus mampu untuk menyiapkan dan menyediaankan fasilitas dan ruang layanan kesehatan masyarakat yang layak untuk penanganan Pandemi Covid-19.
Selain itu juga pemerintah wajib konsisten terhapa stimulus bantuan sosial yang diberikan kepada rakyat sebagai tanggung jawab moril pemerintah itu sendiri. Karena apabila kondisi yang lalu terulang, dimana dana-dana stimulus bantuan sosial yang diberikan masih sempat-sempatnya untuk dicuri dan dikorupsi, maka pada sejatinya moralitas dan ketentuan hukum positif yang ada di Indonesia telah dicederai sehingga rakyat menjadi korban atas kebiadaban oknum pemerintah yang melakukan korupsi bantuan sosial tersebut.
Selain itu rakyat juga memiliki andil yang besar dalam mengakhiri Pandemi Global Covid-19 ini dengan senantiasa mematuhi ketentuan protokol kesehatan dan anjuran dari pihak yang berwajib, yakni pemerintah dan tenaga medis dalam rangka percepatan pemutusan rantai penyebaran Pandemi Covid-19.
Akademisi juga memiliki andil dalam mengakhiri perjalan pandemi Covid-19 ini dengan melaksanakan kewajibannya dalam hal pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat dengan meningkatkan kapasitas pengetahuan dan pendidikan sebagai kampanye untuk menebar pengetahuan-pengetahuan yang akan berdampak sangat baik dalam mengakhiri Pandemi Global Covid-19 ini.
Karena Indonesia adalah negara yang besar dan berdaulat yang memiliki banyak SDM unggul di bidang ilmu pengetahuan yang tidak kalah dengan negara-negara lain.
Media juga memeiliki andil dalam hal menyebarkan berita-berita yang memiliki bobot edukasi yang baik untuk menjadi rujukan bagi rakyat dalam hal memutus mata rantai Pandemi Global Covid-19 ini. Karena peran media amatlah besar, dimana media sebagai lembaga pemberitaan harus mampu manjadi wasilah penghubung informasi-informasi positis menganai anjuran pemerintah dan tenaga kesehatan kepada rakyat misalnya untuk menerapkan protokol kesehatan. Atau media mampu menjadi inspirasi berita edukasi kepada rakyat itu sendiri.
Peran pemuka agama juga tidak kalah penting, dimana pemuka agama adalah pribadi-pribadi yang menjadi inspirasi dan rujukan bagi banyak para pengikutnya. Oleh karenanya ketika pemuka agama dapat menyebarkan atau melaksanakan ketentuan-ketentuan syariat dalam hal pemutusan mata rantai pandemi Covid-19. Pasti sangat berdampak sangat luas bagi para pengikutnya untuk meneladani pribadi-pribadi yang menjadi mata air inspirasi bagi mereka semua.
Pelaku usaha memiliki andil untuk merumuskan cara untuk bertahan di tengah situasi sulit pada saat ini, untuk senantiasa membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya bagi masyarakat. Walaupun hal ini tidaklah mudah, namun sebagai bentuk ikhtiar wajib dilakukan untuk mendongkrak perekonomian bangsa dan juga menjadi wadah bagi para pencari kerja di situasi yang sangat sulit di masa Pandemi Global Covid-19 saat ini. Minimal ada tanggung jawab dan dorongan moril para pengusaha yang ada di Indonesia untuk membantu masyarakat di sisi finansial dan material untuk mengurangi beban hidup di masa Pandemi Global Covid-19.
Dan sosok aktor selanjutnya yang paling besar jasanya dalam memutus mata rantai Pandemi Global Covid-19 selanjutnya adalah para tenaga medis. Dimana pengorbanan tenaga medis yang amat luar biasa besar telah menjadi salah satu bentuk ikhtiar terbesar untuk memutus mata rantai Pandemi Global Covid-19 pada saat ini. Tenaga medis, sebagai garda terdepan memberi pelayanan kesehatan kepada masyarakat korban virus Corona.
Dengan keilmuan dan sumpah jabatannya berjuang menyelamatkan nyawa korban virus Corona. Telah banyak tenaga medis, dokter, perawat yang meninggal akibat kelelahan dalam menjalankan tugasnya melayani pasien korban virus corona. Tenaga medis adalah pahlawan kemanusian, masyarakat memberikan penghargaan kepada para medis dalam bentuk pengiriman karangan bunga sebagai bentuk kepedulian dan penghormatan kepada para medis yang telah berjuang menyembuhkan dan menyelamatkan nyawa korban virus Corona.
Semoga semua pihak dapat bahu membahu dan bersatu sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan bersama guna memutus mata rantai Pandemi Global Covid-19 yang sudah merenggut jutaan nyawa manusia di bumi ini. Terkhusus untuk Indonesia sebagai bangsa yang berdaulat dan besar agar tetap optimis menjadi bangsa yang tumbuh dan kuat di masa Pandemi Global Covid-19. Karena kita bisa melalui cerita kelam ini apabila kita mau untuk bersatu dan saling bahu membahu menjalankan peranan masing-masing untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. (*)
Penulis: Miftahul Huda (Ketua Umum LPPRM UIN Suska Riau)