Pertambangan Tanpa Izin Marak TerJadi, Islam Hadir Memberikan Solusi

Oleh: Yuliana SSos
datariau.com
1.256 view
Pertambangan Tanpa Izin Marak TerJadi, Islam Hadir Memberikan Solusi
Ilustrasi. (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kian marak terjadi, hal ini membuktikan bahwa kapitalisme dalam negeri ini masih sepenuhnya berkuasa, untuk itu Islam hadir memberikan solusi.

Pertambangan emas tanpa izin (PETI) sudah pasti tidak mengikuti Good Mining Practice (GMP) yang seharusnya menjadi standar dalam industri pertambangan.

Kesesuaian kaidah pertambangan harus memperhatikan keselamatan dan pengaruh pergerakan air dalam tanah, serta perilaku bumi agar tidak terjadi langsor dan kerusakan alam lainnya.

Untuk itu perlu peran utama pemerintah dalam pengelolaannya. Kenapa demikian? Karena izin dan pelaksanaannya memang sepenuhnya dilakukan pemerintah, bukan menyerahkan kepada pihak asing atau swasta.

Seperti kejadian baru-baru ini, Ahad (7/7/2024) di Desa Tulobolo, kecamatan Sumbawa Timur, Provinsi Gorontalo telah terjadi insiden tanah longsor.

Longsor yang terjadi akibat pertambangan tanpa izin ini bukan hanya merusak lingkungan dan alam, tetapi juga memakan korban jiwa.

Tidak hanya itu di daerah lain yang menjadi daerah tambang ilegal berdampak buruk pada kehidupan manusia untuk jangka waktu yang panjang, misalnya tercemarnya air sungai dan tanah. Pertambangan dalam bentuk apapun pasti efeknya merusak lingkungan jika tidak dikelola dengan semestinya.

Kenapa pertambangan tanpa izin (PETI) banyak terjadi?


Jawabnya, karena salah satu penyebabnya adalah masalah ekonomi. Sulitnya mendapatkan pekerjaan dan kesempatan berusaha sesuai kemampuan dengan tingkat keahlian atau keterampilan masyarkat kalangan bawah. Ditambah kapitalisme memanfaatkan kesempatan ini untuk meraih keuntungan yang sebesar-besarnya dengan mengorbankan banyak pihak dan merusak alam.

Islam hadir sebagai solusi


Islam tidak hanya mengatur ibadah saja tapi mengatur semua aspek kehidupan masyarakat termasuk tentang pertambangan.

Dalam Islam tambang adalah milik umum yang menetapkan negara sebagai pengelolanya, bukan diserahkan kepada asing atau swasta yang hanya meraup keuntungan tapi memiskinkan masyarakat.

Dalam pandangan Islam, pertambangan dikekola negara dan hasilnya diserahkan kepada masyarakat untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri. Dalam Islam juga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan. Jika masyarakat sejahtera otomatis tidak akan ada lagi masyarakat yang tergiur untuk bekerja di pertambangan liar.

Jika pertambangan dikelola negara sepenuhnya dan masyarakat sejahtera, tidak akan ada lagi pihak-pihak atau kapitalisme yang memanfaatkan hal ini sebagai lahan bisnis mereka.

Manusia di atas dunia ini merupakan rangkaian kehidupan yang telah ditetapkan Allah kepada mahkluknya untuk dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. ***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)