Motor Listrik dan Kaos Kaki: Potret Salah Prioritas dalam Program MBG

Siti Amie, S.Pd
mita
104 view
Motor Listrik dan Kaos Kaki: Potret Salah Prioritas dalam Program MBG
Ilustrasi. (Foto: int)

Anggaran publik sejatinya adalah amanah yang harus dikelola dengan prinsip kehati-hatian, efisiensi, dan keberpihakan pada kebutuhan masyarakat. Setiap rupiah yang dikeluarkan semestinya memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat, bukan sekadar memenuhi aspek administratif atau formalitas program.

Oleh karena itu, evaluasi menyeluruh terhadap pengadaan dalam program MBG menjadi langkah yang mendesak. Transparansi harus dibuka seluas-luasnya, mulai dari proses perencanaan, penentuan kebutuhan, hingga rincian penggunaan anggaran. Selain itu, pendekatan berbasis kebutuhan riil harus menjadi landasan utama, sehingga program benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program bukan diukur dari besarnya anggaran yang dihabiskan, melainkan dari sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Program Makan Bergizi Gratis seharusnya tetap kembali pada tujuan awalnya: memastikan rakyat mendapatkan akses terhadap makanan bergizi yang layak.

Oleh karena itu, persoalan MBG bukan sekadar salah beli motor listrik atau mahalnya kaos kaki. Ini adalah cermin dari cara negara memandang amanah anggaran: apakah benar berpihak pada rakyat, atau justru terjebak pada proyek-proyek besar yang miskin sensitivitas. Efisiensi bukan hanya soal menghemat, tetapi soal menempatkan prioritas pada yang paling dibutuhkan. Ketika anggaran triliunan rupiah tidak dikelola dengan kehati-hatian, yang tergerus bukan hanya uang negara, tetapi juga kepercayaan publik. Dan kisah pahit ala MBG inilah yang tengah terjadi di negeri penganut sekularisme kapitalistik ini.***

Tag:MBG
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)