DATARIAU.COM - Awal tahun baru ini menjadi momen refleksi penting bagi masyarakat Kota Pekanbaru, terutama dalam menyikapi perilaku remaja yang semakin sering terjerat dalam berita miris. Kasus pasangan muda-mudi yang tertangkap menginap di hotel saat razia penyakit masyarakat (pekat) Satpol PP menjadi salah satu tamparan keras bagi pemerintah dan masyarakat. Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Hj Niar Erawati SIP dengan tegas menyatakan keprihatinannya terhadap fenomena ini dan mendesak pemerintah untuk segera bertindak.
Namun, solusi yang diusulkan berupa penerbitan Surat Edaran kepada hotel-hotel untuk memperketat aturan terhadap tamu pengunjung hanya menyentuh permukaan masalah. Padahal, perilaku menyimpang di kalangan remaja memiliki akar yang jauh lebih kompleks dan membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Menyimpang Remaja
Usia Pubertas yang Lebih Awal
Kemajuan usia pubertas disertai dengan perubahan hormonal dan fisik menjadi salah satu pemicu perilaku menyimpang. Tanpa bimbingan yang tepat, remaja cenderung salah memahami perubahan tersebut dan mencari jawaban di tempat yang salah, seperti pergaulan bebas atau konten tidak mendidik di media sosial.
Pengaruh Media Sosial
Media sosial telah membawa perubahan besar dalam cara remaja berinteraksi. Komunikasi yang intens melalui platform ini sering kali menjadi jalan untuk membangun hubungan yang tidak sehat. Rangsangan emosional dan seksual menjadi lebih mudah diakses, memicu perilaku yang melanggar norma agama dan budaya.
Keluarga yang Tidak Harmonis
Kondisi keluarga yang kurang harmonis, seperti kurangnya kasih sayang orang tua atau anak yang berasal dari keluarga broken home, sering kali membuat remaja mencari pelarian. Hal ini membuka peluang besar bagi mereka untuk terjerumus dalam perilaku menyimpang.
Pendidikan yang Belum Memadai
Sistem pendidikan di Indonesia masih belum memberikan perhatian cukup terhadap bahaya seks bebas dan pendidikan seksual yang mendidik. Ditambah lagi, budaya malas membaca membuat remaja lebih rentan mendapatkan informasi dari sumber yang tidak kredibel.
Langkah-Langkah Penyelesaian yang Terpadu
Mengatasi fenomena perilaku menyimpang remaja tidak cukup hanya dengan memperketat aturan di tempat hiburan. Diperlukan langkah yang terpadu, melibatkan berbagai aspek kehidupan, dan mengakar pada nilai-nilai moral yang kuat. Berikut adalah beberapa langkah strategis:
Membangun Keimanan dan Ketakwaan
Keimanan dan ketakwaan adalah benteng paling ampuh untuk mencegah pelanggaran terhadap aturan agama. Oleh karena itu, penting untuk menjadikan akidah Islam sebagai asas bagi individu, keluarga, masyarakat, dan negara. Pendidikan agama harus ditekankan sejak dini untuk membentuk karakter remaja yang kuat secara spiritual.
Edukasi Seksual yang Tepat
Pendidikan seksual yang sesuai dengan norma agama dan budaya harus mulai diperkenalkan di sekolah. Hal ini bertujuan agar remaja memiliki pemahaman yang benar tentang bahaya pergaulan bebas serta dampaknya terhadap kehidupan mereka.
Pengelolaan Media Sosial yang Bijak
Pemerintah perlu mengatur konten di media sosial agar tidak memicu rangsangan syahwat atau perilaku menyimpang. Literasi digital juga harus diajarkan kepada remaja agar mereka mampu menyaring informasi yang mereka konsumsi.
Membangun Lingkungan Keluarga yang Harmonis
Orang tua memiliki peran penting dalam membimbing anak-anak mereka. Keluarga yang harmonis dengan komunikasi yang baik akan menjadi tempat perlindungan pertama bagi remaja dari pengaruh buruk luar.
Mendorong Aktivitas Positif
Remaja harus didorong untuk menyibukkan diri dengan kegiatan yang produktif, seperti olahraga, seni, kegiatan keagamaan, dan kerja sosial. Dengan demikian, mereka akan teralihkan dari godaan untuk melakukan hal-hal negatif.
Penerapan Hukum yang Tegas
Negara perlu menegakkan aturan yang tegas terhadap tempat hiburan, termasuk hotel, agar tidak menjadi sarang kemaksiatan. Namun, aturan ini harus dibarengi dengan pendekatan pencegahan yang lebih luas, termasuk menutup berbagai sumber yang memicu perilaku menyimpang.
Peran Negara dalam Penanganan Masalah Remaja
Dalam Islam, negara memiliki tanggung jawab besar untuk melindungi rakyatnya, termasuk generasi muda. Negara wajib memastikan bahwa semua aturan yang diterapkan sejalan dengan hukum Allah dan Rasul-Nya. Langkah-langkah berikut bisa menjadi bagian dari kebijakan strategis:
Mengatur Sistem Informasi dan Media
Negara harus memastikan bahwa media, baik cetak maupun digital, hanya menyajikan konten yang mendidik dan bermanfaat. Konten yang merusak moral harus ditutup rapat.
Menerapkan Sistem Pendidikan Islam
Sistem pendidikan berbasis Islam harus diterapkan untuk membentuk individu yang memiliki kesadaran akan tanggung jawab moral dan sosialnya.
Memberikan Sanksi yang Efektif
Pelanggaran terhadap aturan agama dan norma sosial harus ditindak tegas dengan sanksi yang memberikan efek jera. Dalam sistem Islam, sanksi tidak hanya bersifat menghukum tetapi juga mendidik.
Mengontrol Ekonomi dan Hiburan
Sistem ekonomi dan hiburan harus dikelola sedemikian rupa agar tidak menjadi sumber kemaksiatan. Hotel, tempat hiburan malam, dan bisnis serupa harus diawasi ketat.
Kesimpulan
Fenomena perilaku menyimpang di kalangan remaja Pekanbaru menjadi pengingat bahwa solusi parsial tidak cukup untuk mengatasi masalah ini. Diperlukan langkah terpadu yang melibatkan semua elemen masyarakat, keluarga, pendidikan, media, dan pemerintah.
Pada akhirnya, solusi terbaik adalah menjadikan akidah Islam sebagai landasan semua aspek kehidupan, karena hanya dengan cara ini remaja dapat dibimbing ke arah yang benar dan jauh dari perilaku menyimpang. Dengan kerja sama yang solid, kita dapat melindungi generasi muda sebagai aset masa depan bangsa.***