Memilukan! Ungkapan Two State Solution dari Pemimpin Indonesia

Oleh: Sinta Nurhaziza
datariau.com
400 view
Memilukan! Ungkapan Two State Solution dari Pemimpin Indonesia
Ilustrasi. (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Pada akhir bulan Mei lalu, warganet disajikan penggalan video pernyataan Presiden Republik Indonesia terkait Palestina. Dalam video ini Presiden mengatakan akan mengakui dan siap membuka hubungan diplomatik dengan Israel, jika Israel mengakui Palestina sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. (CNN Indonesia, 30/5/2025).

Sontak saja, pernyataan ini menuai polemik. Dari sisi pernyataan, ini merupakan jebakan ide Barat, Inggris dan Ameria Serikat. Tidak lain tujuannya adalah agar zionis diakui keberadaannya. Artinya, mengakui adanya negara zionis di Palestina. Jelas ini bentuk penyimpangan. Tidak layak seorang Muslim bermanis muka, mengakui keberadaan mereka, apalagi sampai berniat menjalin hubungan dengan mereka yang telah nyata memusuhi ummat Islam.

Tentunya seorang Muslim akan selalu berpihak kepada saudara seakidahnya dalam penyelesaian genosida ini. Bukan malah memposisikan diri netralitas atau bahkan pro kepada kebijakan Barat. Sungguh, memilukan bila hal demikian terjadi.

Sudah terlalu banyak warga Palestina berkorban. Mereka berjuang tiap detiknya menjaga diri dan keluarganya dari ragam siksaan, pelecehan, bahkan pembunuhan. Tiada hentinya serangan rudal yang diluncurkan zionis. Membuldozer rentetan bangunan-bangunan yang merupakan rumah tempat mereka berteduh. Memblokade pasokan bantuan. Lantas, apakah pantas kita sebagai muslim mendukung Two State Solution?

Dalam perspektif Islam, nyawa seorang manusia itu lebih berharga dari dunia dan seisinya. Maka dari itu, bila terbunuh satu jiwa, muslim atau kafir dzimmy tanpa alasan yang dibenarkan Islam, maka berlaku baginya hukum qisas (nyawa balas nyawa). Terlebih lagi di Palestina. Bukan hanya satu dua nyawa, bahkan sudah tergolong genosida. Ya, harusnya ada serangan balik untuk menyelamatkan nyawa saudara kita di sana.

Maka, solusi pembagian dua negara, merupakan kebijakan bathil. Tidak sepantasnya ada pemimpin muslim yang menyatakan hal demikian. Palestina adalah tanahnya Ummat Islam. Di sana terdapat arah kiblat pertama Ummat Islam, Masjidil Aqsha. Maka seharusnya, seluruh umat Islam menyeru pembebasan Palestina, agar tanahnya terbebas dari cengkeraman zionis penjajah. Bukan dibagi menjadi dua wilayah, meskipun secuil saja. Karena, sejatinya Palestina memang tanahnya Ummat Islam.

Bagaimana mungkin negara mayoritas muslim dan dipimpin oleh pemimpin muslim justru malah membuat kebijakan yang kontroversial? Hal ini akan memicu preseden buruk. Secara tidak langsung akan membentuk persepsi bahwa Indonesia sebagai negara muslim terbesar, justru memberi ruang untuk berdamai dengan para penjajah. Na'udzubillah.

Terdapat satu diantara sifat mereka yang disebutkan dalam Al-Qur'an, yakni suka berbuat dosa dan permusuhan. Karena itu, tidak semestinya kita menjalin hubungan dengan zionis Yahudi sekalipun hanya berkompromi.

وَتَرَى كَثِيرًا مِنهُم يُسَارِعُونَ فِي الإِثمِ وَالعُدوَانِ وَأَكلِهِمُ السُحتَ لَبِئسَ مَا كَانُوا يَعمَلُونَ

"Dan kamu akan melihat kebanyakan dari mereka (orang-orang Yahudi) bersegera membuat dosa, permusuhan dan memakan yang haram. Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka telah kerjakan itu." (QS. Al Maidah: 62)

وَلَنۡ يجۡعَلَ اللهُ لِلۡكٰفِرِيۡنَ عَلَى الۡمُؤۡمِنِيۡنَ سَبِيۡلًا

"Allah tidak akan memberi jalan kepada orang kafir untuk mengalahkan orang-orang beriman." (QS. An-Nisa : 141)

Lantas, Bagaimana Menyelesaikan Masalah Palestina?


Penuntasan yang tepat soal Palestina ialah mengambil kembali sepenuhnya tanah Palestina. Karena sejatinya, tanah Palestina adalah milik kaum muslimin. Tidak memberi peluang sedikitpun kepada penjajah untuk mencaplok tanah Palestina. Karena itu, dibutuhkan tentara untuk berjihad. Pasukan militer diterjunkan untuk melawan penjajah. Untuk mencapai titik ini, tentunya membutuhkan institusi yang memiliki kekuatan dalam mengerahkan militer.

Semestinya ini menjadi perhatian kaum muslimin di seluruh dunia, terkhusus Indonesia sebagai mayoritas muslim. Berjuang sebagaimana metode perjuangan yang dilakukan Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam. Seyogyanya, kita hanya mengikuti dan meneladani metode perjuangan beliau untuk mencapai kemerdekaan Palestina yang sesungguhnya. Wallaahu A'lam.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)