Krisis di Eropa Bermula di Prancis, Demokrasi Memang Tak Romantis

Oleh: Diajeng Kusumaningrum, S.Hut
datariau.com
134 view
Krisis di Eropa Bermula di Prancis, Demokrasi Memang Tak Romantis
Sumber foto: cnbcindonesia.com
Prancis memanas, demo besar-besaran pecah di seluruh negeri.

Islam memiliki pembagian kekayaan/harta dalam sistem ekonominya yaitu kekayaan milik umum, kekayaan milik negara dan kekayaan pribadi. Harta milik umum berupa air (sungai atau laut), padang rumput, hutan, api atau energi, berupa minyak bumi gas alam, mineral, batubara, listrik seluruhnya adalah milik umum. Dikelola oleh negara, hasilnya dikembalikan 100% untuk kesejahteraan dan fasilitas rakyat.

Nah, dari sisi harta kepemilikan umum ini sudah keliru pengelolaannya dalam sistem kapitalisme. Karena segala jenis kekayaan dalam bumi air serta energi dimiliki oleh segelintir individu, sehingga hanya dinikmati hasil dan kekayaannya oleh sebagian kecil saja sementara mayoritas masyarakat kesulitan secara ekonomi. Padahal hak milik umum ini bila dikelola oleh negara dan dikembalikan 100% untuk rakyat dapat dikonversi menjadi pemberian fasilitas umum dan kebutuhan masyarakat secara memadai. Sehingga ekonomi tidak terasa sempit seperti saat ini.

Negara dalam sistem kapitalisme bertindak sebagai regulator, sedangkan dalam sistem Islam negara bertindak sebagai raa'in atau penggembala/pemimpin masyarakat. Kewajiban negara adalah menjamin pendidikan kesehatan serta tempat tinggal yang layak bagi warga negara dan bukan dijadikan sebagai komoditas dagang.

Koreksi terhadap sistem pemerintahan memang mutlak diperlukan, sehingga krisis tidak berkepanjangan, kerusuhan tidak berulang dan rakyat hidup sejahtera. Wallahu a'lam bishshawwab.***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)