DATARIAU.COM - Bulan Muharam yang dikenal dengan Tahun Baru Islam sudah di depan mata. Pada tanggal 27 Juni 2025 telah ditetapkan awal Muharam. Banyak momen di bulan Muharam, momen yang harus diingat dan dipahami oleh kaum muslim adalah momen hijrahnya Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wasallam dari Mekah ke Madinah. Hijrahnya Nabi bukanlah pertanda Nabi menyerah kepada kaum Quraisy ataupun Nabi menghindari sikap tidak baik kaum Quraisy terhadap Nabi, namun hijrahnya Nabi dalam rangka membentuk masyarakat Islam di bawah kepemimpinan Islam.
Saat Rasulullah berhasil menjadikan Madinah sebagai negara yang menerapkan hukum-hukum Islam dalam seluruh aspek kehidupan, baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, peradilan, kesehatan, perpolitikan dan lain sebagainya, umat Islam menjadi umat yang mulia. Rasulullah berhasil mempersatukan kaum Aus dan Khajrat, Rasulullah juga berhasil mempersatukan orang-orang Anshar dan orang-orang Muhajirin. Madinah menjadi negara yang Adidaya. Umat muslim sangat bergembira karena pada waktu itu umat muslim berada pada posisi meraih kebangkitan yang hakiki, baik bangkit dalam pemikiran maupun bangkit dalam peradaban.
Selain menerapkan hukum Islam di Madinah, Rasulullah dan para sahabat juga melakukan futuhat (perluasan wilayah) dengan tujuan membebaskan wilayah-wilayah lain dari kekufuran menuju wilayah yang meraih kebangkitan hakiki. Futuhat dilakukan sejak Rasulullah menjadi pemimpin di Madinah kemudian dilanjutkan oleh para sahabat, hingga para Khalifah. Dalam catatan sejarah kekuasaan Islam saat itu, mampu menguasai dua per tiga dunia selama 1300 tahun. Dalam waktu yang sangat lama Islam berkuasa, hanya tercatat 164 kasus. Bisa dibayangkan begitu amannya kondisi saat itu, karena setiap tahun belum tentu terdapat kasus.
Saat kepemimpinan Islam runtuh sejak tahun 1924 oleh Mustafa Kamal Ataturk, kondisi umat muslim sangat berbanding terbalik dengan kondisi saat Islam diterapkan sebagai aturan kehidupan.
Disaat tahun baru Islam hadir kembali umat Islam tidak lagi menjadi umat yang satu, umat Islam sudah terkotak-kotak di atas dasar negara kebangsaan. Hal demikian dapat kita lihat dari sikap penguasa-penguasa kaum muslim yang tidak acuh terhadap kaum muslim Palestina hingga saat ini genosida masih terus terjadi. Berbagai persoalan masih terus menimpa kaum muslim seperti sulitnya ekonomi, sulitnya dalam mengakses kesehatan dan pendidikan, maraknya pergaulan bebas di kalangan remaja, semakin meningkatnya kriminalitas, maraknya LGBT, maraknya pencurian, pembunuhan, pemerkosaan dan tindakan kriminal lainnya.
Sebenarnya umat Islam adalah umat terbaik. Sebagaimana Allah kabarkan dalam Al-Quran, QS Ali Imran: 110: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, serta beriman kepada Allah.”
Namun disaat umat Islam tidak lagi menerapkan hukum-hukum Islam dalam kehidupan, kebaikan Islam tidak lagi tampak. Saat Islam tidak dijadikan peradaban dalam sebuah negara, hukum-hukum Islam dianggap seperti monster dan dianggap peraturannya kuno tidak layak diterapkan di era zaman milenial seperti saat ini. Padahal hukum-hukum Islam mengikuti perkembangan zaman. Umat Islam saat ini menjadi umat yang terpuruk karena jauh dari aturan Allah.
Untuk itu, hadirnya Tahun Baru Islam saat ini seharusnya menjadi momen introspeksi bagi umat Islam. Dulu tatkala awal kali Tahun Baru Islam dirasakan kaum muslim di Madinah mereka sangat bergembira karena berada pada posisi yang mulia, meraih kehidupan yang sejahtera, meraih kebangkitan yang nyata baik secara pemikiran maupun peradaban. Peristiwa hijrahnya Rasulullah menjadi titik awal terwujudnya kemuliaan. Umat Islam bersatu di bawah kepemimpinan Islam dan tidak mengenal sekat kebangsaan. Islam tersebar di seluruh penjuru dunia dan menjadi Rahmat bagi seluruh alam.
Maka dari itu sudah saatnya kaum muslim menyudahi kesedihan dan kesuraman kehidupan. Sudah saatnya kaum muslim mengembalikan kepemimpinan Islam agar hukum-hukum Islam dapat diterapkan. Tentu metode yang dilakukan untuk meraih peradaban Islam kembali, harus mencontoh metode Rasulullah saat Rasulullah menjadikan Madinah sebagai negara yang menerapkan hukum-hukum Islam. Perubahan yang dilakukan tidak hanya dalam kelas individu, namun juga masyarakat hingga dalam tatanan negara.
Langkah awal yang dilakukan Rasulullah adalah berdakwah di Mekah. Rasulullah mendakwahi orang-orang Quraisy untuk masuk Islam. Setelah mereka berislam mereka dibina oleh Rasulullah hingga mereka menginstal Islam di dalam diri mereka. Setelah Islam terinstal di dalam diri para sahabat, kemudian mereka bersedia untuk berjuang bersama Rasulullah. Lambat laun pengikut Rasulullah semakin banyak dan mereka bersama Rasulullah mendakwahkan Islam.
Tahapan berikutnya Rasulullah bersama orang-orang yang telah dibina melakukan dakwah di tengah-tengah masyarakat Quraisy. Saat itulah Rasulullah dan para sahabat mendapatkan perlawanan, ancaman, serangan dan siksaan. Namun, kondisi ini tidak mengendurkan untuk tetap terus berdakwah. Bahkan kondisi ini semakin membuat semangat dakwah untuk mencari perlindungan dan pertolongan, serta mencari daerah baru yang kondusif untuk dakwah dan diterapkannya hukum-hukum Islam.
Perjuangan Rasulullah dan para sahabat tidak sia-sia, akhirnya kabilah Aus dan Khajrat siap memberikan perlindungan dan pertolongan terhadap dakwah Rasulullah. Dua kabilah ini menyerahkan kekuasaannya kepada Rasulullah dan kelompok dakwah Rasulullah. Mereka bersedia untuk diatur dengan hukum-hukum Allah dengan kepemimpinan Rasulullah. Kekuasaan seperti inilah yang dibutuhkan untuk menerapkan hukum-hukum Islam secara menyeluruh di dalam negeri dan dakwah hingga jihad keluar negeri (keluar daulah Madinah). (Prof. Dr. M. Rawas Qol’ahji, Sirah Nabawiyah, Bangil Jatim: Al Izzah, 2004).
Maka dari itu, saat bulan Muharam tiba maka sudah saatnya kaum muslim terus melakukan perjuangan seperti yang telah dicontohkan Rasulullah, agar di bulan Muharam kaum muslim gembira meraih kemenangan kembali seperti kaum muslim terdahulu. Hanya dengan hadirnya kembali kepemimpinan Islam, kaum muslim mampu meraih kegembiraan yang hakiki.***
Baca juga:Catat! Ini 11 Amalan Bid'ah di Bulan Muharram, Terlarang Untuk Dilakukan