Jangan Tinggalkan Gaza Sendirian

Oleh: Alfiah, S.Si
datariau.com
388 view
Jangan Tinggalkan Gaza Sendirian
Foto: ist

DATARIAU.COM - Sudah 6 bulan lebih zionis Israel menggempur Jalur Gaza tanpa ampun, namun tanda-tanda akan diakhirinya perang belum juga tampak. Bahkan ekskalasi perang sudah semakin meluas. Padahal Jalur Gaza secara fisik sudah babak belur dan hancur. Penduduknya terutama perempuan dan anak-anak sudah puluhan ribu yang menjadi korban. Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan per 15 April 2024 bahwa jumlah korban genosida Israel terus meningkat. Ada 33.797 yang syahid dan 76.465 orang terluka sejak tanggal 7 Oktober lalu. Ironisnya 73% korban genosida adalah wanita dan anak-anak.

Meski secara fisik Gaza telah hancur, ternyata semangat hidup dan keimanan penduduk Gaza tidak pernah kendur. Inilah yang membuat takjub masyarakat dunia. Kegigihan dan keikhlasan penduduk Gaza membuka mata dunia berapa kuatnya mereka dan betapa lemahnya para pemimpin dunia. Hingga kini tak ada satu negarapun yang berani mengirimkan militernya untuk membantu Gaza dan membebaskan Al Aqsa. Mereka sudah merasa cukup hanya dengan mengirimkan bantuan lewat airdrop ataupun lewat jalur darat.

Hamas dan Houthi yang selama ini dicap sebagai kelompok teroris oleh Amerika dan sekutunya justru menunjukkan puncak kepahlawanannya. Di sisi lain, jutaan tentara kaum muslim yang ada di Timur Tengah, Syam, Indonesia, Malaysia, Turki hanya berdiam diri di barak-barak militer mereka. Padahal pemimpin Brigade Izzuddin Al-Qassam, Muhammad Deif seperti yang dilaporkan oleh Al Mayadeen News dalam akun X, Kamis (28/03/2024) sudah menyeru kepada seluruh negeri Islam di seluruh dunia termasuk Indonesia. Hamas menerbitkan rekaman pesan yang ditujukan kepada masyarakat Yordania, Libanon, Mesir, Aljazair, Maghrib, Pakistan, Malaysia, Indonesia dan seluruh belahan dunia Arab dan Islam. Isi pesannya adalah seruan kepada mereka semua untuk segera berbaris sekarang menuju Palestina. Jangan membiarkan perbatasan, peraturan dan pembatasan menghalangi mereka dari jihad dan segera berpartisipasi dalam pembebasan Mesjid Al Aqsa.

Sejauh ini para pemimpin muslim termasuk pemimpin Arab masih membatu. Mereka hanya bisa mengecam dan mengecam. Mereka hanya bisa memberi ancaman dan ungkapan keprihatinan mendalam tanpa mampu menghentikan serangan brutal zionis. Bantuan militer hanya dilakukan kelompok-kelompok milisi non pemerintah, seperti Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman. Padahal Gaza, Palestina dan Al Aqsa butuh pasukan pembebasan yang berasal dari pasukan-pasukan terbaik dari seluruh negeri muslim yang tidak takut dan gentar terhadap musuh-musuh Islam. Gaza, Palestina dan Al Aqsa butuh pasukan pembebas yang meletakkan ketakutan hanya pada Allah dan Rasul-Nya.

Namun kini Gaza masih sendirian berjuang dengan segenap keterbatasan militer dan pasukan yang mereka bangun secara mandiri. Gaza membutuhkan bantuan nyata bukan sebatas drama dan sandiwara. Jangan biarkan berita Iran dan Israel mengalihkan dan mengacaukan kita dari apa yang sedang terjadi di Jalur Gaza sekarang karena genosida masih di depan mata.

"Ethnic cleansing" dan pembantaian masih berlangsung, dan terus berlanjut, di Utara, Selatan, maupun Tengah Gaza. Penduduk Gaza masih dicegah untuk kembali ke rumah mereka, di jalur Gaza Utara. Rumah-rumah masih saja dibom, orang-orang masih saja banyak yang terbunuh. Sudah lebih dari 190 hari, dan pembantaian masih berlanjut.

Wahai kaum muslimin, jangan tinggalkan Gaza sendirian. Mereka berhak ditolong, meski mereka yakin sebaik-baik penolong dan pelindung adalah Allah. Hasbunallahu wanikmal wakiil. Namun secara syariat, Islam mewajibkan sesama muslim untuk saling memberikan bantuan kepada saudaranya yang membutuhkan pertolongan. Ketika kaum muslim di satu negeri tidak cukup kuat untuk mengusir penjajah, maka kewajiban berjihad ini meluas ke wilayah-wilayah sekitarnya. Karena itu wajib atas umat Islam di sekitar Palestina mengerahkan pasukan untuk mengusir zionis hingga tuntas.

"Jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam urusan agama ini maka kalian wajib menolong mereka." (TQS al Anfal: 72)

Jangan tinggalkan Gaza sendirian. Hari ini para pemimpin muslim sibuk membicarakan normalisasi dengan negara Israel. Padahal kedudukan mereka ada di tanah Palestina adalah ilegal. Padahal adanya negara ini karena merampas tanah Palestina atas persetujuan PBB. Bagaimana bisa pengakuan Israel terhadap negara Palestina menjadi syarat normalisasi hubungan dengan Israel. Ingat jika negara Palestina yang akan diakui adalah Otoritas Palestina saat ini, ketahuilah bahwa masyarakat Gaza sendiri tidak percaya dengan Otoritas Palestina saat ini karena ketundukan mereka terhadap Israel dan Amerika.

Sesungguhnya harapan umat ini hanya pada kepemimpinan umum kaum muslimin bukan semata-mata diakuinya Palestina menjadi sebuah negara. Karena jika pengakuan negara-negara di dunia terhadap kemerdekaan Palestina dengan embel-embel syarat, yakinlah bahwa Palestina tidak akan benar-benar merdeka.

"Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada kaum kafir untuk menguasai kaum mukmin " (TQS. An Nisa: 141). ***

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)