Oleh: Sari Asih

Cukupkah Gerakan Keluarga Berdoa untuk Menghadapi Bencana?

Ruslan
918 view
Cukupkah Gerakan Keluarga Berdoa untuk Menghadapi Bencana?
Ilustrasi (Foto: Internet)

DATARIAU.COM - Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan, ada kemungkinan laporan kasus Covid-19 terus meningkat dalam beberapa hari ke depan, terlebih saat ini pemerintah mendorong pelaksanaan pemeriksaan atau testing semakin diperbanyak. (Kompas.com, 7 Juli 2021).

Untuk menghadapi Covid-19, beberapa hari Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengirimkan surat resmi kepada kepala desa, pendamping desa dan warga desa untuk menggelar do?a bersama. Dalam surat tersebut, Halim mengimbau agar seluruh pihak melakukan do?a bersama sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.

Di saming do?a bersama, Halim juga meminta seluruh masyarakat dapat selalu mematuhi protokol kesehatan. Bahkan, ia juga mengimbau agara masyarakat mulai menerapkan pemakaian masker double dan menghindari aktivitas makan bersama (news.detik.com, 3/7/2021).

Wabah Covid -19 ini sudah setahun lebih, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda akan berakhir, bahkan angkanya kemungkinan akan semakin meningkat sekalipun sudah berbagai upaya dilakukan seperti 3M, yaitu (memakai masker dengan benar, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak), 3T yaitu (testing/tes, tracing/pelacakan, treatmen/penanganan), 5T. Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widaystuti 5T tersebut adalah ?man?, atau sumber daya manusia (SDM) yaitu diperlukan rekrutmen dan kerjasama yang apik antara petugas medis dan berbagai pihak lainnya untuk bahu membahu menghadapi Covid -19.

Kedua, ?money? atau pendanaan, tidak mungkin hanya mengandalkan APBD untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul melainkan sumber keuangan lainnya, seperti APBN, hibah luar negeri serta kemandirian masyarakat.

Ketiga, ?material?, dalam bentuk penyiapan akomodasi dan transportasi untuk tenaga kesehatan, termasuk peran hotel swasta yang turut menyiapkan isolasi mandiri terkendali dan berkoordinasi dengan otoritas terkait.

Keempat, ?methode? yaitu berbagai metode yang bisa dilakukan oleh otoritas terkait dalam upaya menangani berbagai masalah dimasa pandemi, dan ini harus terukur sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan.

Kelima, ?machine?, bisa dimaknai sebagai pemberian bantuan dari berbagai pihak untuk memperkuat serta melengkapi alat-alat kesehatan dan sarana logistik lainnya dalam upaya penanganan pandemi. (Tirto.id, 20/1/2021).

Sedangkan vaksinasi masih dilaksanakan. Pemerintah terus mempercepat vaksinasi Covid-19 nasional untuk mengejar target yang telah ditetapkan, yakni satu juta suntikan perhari mulai bulan Juli dan dua juta perhari pada bulan Agustus nanti.(presidenri.go.di, 30/6/2021). Dan yang baru-baru ini dilakukan adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). PPKM mikro darurat di Jawa dan Bali akan diberlakukan mulai tanggal 3- 20 Juli 2021. (suara.com, 2 /7/2021).

Bagi seorang muslim,wabah dan musibah harus dihadapi dengan rasa keimanan, bahwa tidak ada sesuatu yang akan dialami kecuali atas kehendak Allah. Adanya wabah juga membuktikan bahwa manusia makhluk lemah dan Allah maha Kuasa atas segala sesuatu, segala sesuatu tunduk kepadaNya termasuk juga bakteri atau virus yang menjadi wabah penyakit, maka sudah sewajarnya ketika manusia meminta dan berdo?a kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, oleh karena itu Gerakan Keluraga Berdo?a memang layak di dukung, bukan hanya rakyat tetapi juga pemerintah sebagai penentu kebijakan, hendaknya selalu berdoa agar mendapat petunjuk sehingga kebijakan yang diambil sesuai dengan aturan Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Penulis
: Sari Asih
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)