Bukankah NKRI Harga Mati? Harusnya Dengar 100 Pulau Dilelang Membuat Darah Mendidih

datariau.com
1.772 view
Bukankah NKRI Harga Mati? Harusnya Dengar 100 Pulau Dilelang Membuat Darah Mendidih
Ilustrasi (Foto: Internet)

Melihat kondisi ini, kita teringat akan kisah yang mashur di kalangan umat Islam saat Khilafah Utsmaniyah. Di akhir-akhir masa kemundurannya, Khilafah Utsmaniyah pernah mengalami krisis dari hampir segala segi. Ekonomi negeri Utsmani benar-benar berada dalam ambang batas yang sangat memprihatinkan dan berada di ambang kehancuran.

Celah ini akhirnya mendorong Herzl (Pemimpin Yahudi Internasional) untuk mempengaruhi kebijakan politik Sultan Abdul Hamid II (Khalifah Utsmani saat itu) terkait tanah Palestina.

Mengenai hal ini Herzl mengatakan "Jika kita berhasil menguasai Palestina, maka kami akan membayar uang pada Turki (Khilafah Utsmani-red) dalam jumlah yang sangat besar dan kami akan memberikan hadiah dalam jumlah yang melimpah bagi orang yang menjadi perantara kami. Dan sebagian balasan dari ini, kami akan senantiasa bersiap sedia untuk membereskan masalah keuangan Turki (Khilafah Utsmani-red)".

Apa jawaban Sultan Abdul Hamid terhadap tawaran Herzl? Sultan Abdul Hamid II justru membalas tawaran Herzl dengan mengirimkan surat pada Herzl melalui perantaraan temannya, Neolanski.

Dalam surat itu disebutkan "Nasehatilah temanmu Herzl agar dia tidak mengambil langkah-langkah baru mengenai masalah ini, sebab saya tidak bisa mundur dari tanah suci ini (Palestina) walaupun hanya sejengkal. Sebab tanah ini bukanlah milik saya. Dia adalah milik bangsa dan rakyat saya. Nenek moyang saya telah berjuang demi mendapatkan tanah ini. Mereka telah menyiraminya dengan ceceran darah. Maka biarkanlah orang-orang Yahudi itu menggenggam jutaan uang mereka. Jika negeriku tercabik-cabik, maka sangat mungkin mendapatkan negeri Palestina tanpa ada imbalan dan balasan apapun. Namun patut diingat, bahwa pencabik-cabikan itu dimulai dari tubuh dan raga kami. Namun tentunya saya juga tidak akan menerima, raga saya dicabik-cabik sepanjang hayat masih dikandung badan." [Bangkit Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah, Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi].

Tulisan kiriman Alfiah SSi.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)