NATUNA, DATARIAU.COM - Ratusan millyar uang rakyat dihamburkan, guna membangun bendungan Klarik Kecamatan Bunguran Utara Sejak dikerjakan 2006 lalu, proyek ini , belum juga dinikmati warga.
Hal tersebut membuat sejumlah masyarakat bertanya-Tanya kenapa dan untuk apa saluran irigasi dibangun. Belum lagi kwalitas bangunan diduga tidak memenuhi standart dari Rancangan Anggran Belanja
Ungkapan itu dikatakan salah seorang tokoh pemuda klarik, saat ditemui wartawan yg tidak mau disebut namanya mempertayakan kwalitas bangunan irigasi,di desa Klarik, kecamatan Bunguran Utara tersebut
Sebab dari pantauan Dia,di lapangan ,batu dan pasir tidak layak dipakai, karena terbuat dari batu gunung bercampur tanah. Seharusnya batu koral itu dicuci dulu supaya lumpurnya hilang tegas pelapor yg kita lansir dari mediarakyatnews.com.sehingga semennya bisa mengikat.Ini langsung diaduk,ditambah lagi ,pasir nya pasir Padang,bukan pasir sungai sehingga daya rekat nya kurang.
Pasir tidak dibeli, digali dari hutan wajar saja kekuatan pekerjaan diragukan
Gibran mengatakan,ada belasan retakan ditemui disepanjang sisi irigasi.Dikawatirkan, saluran itu bisa roboh .Karena sepanjang 50 meter sudah ambruk.ucapnya sambil memberikan no kades kelarik Utara .Hubungi saja kades itu, beliau banyak tau, dan sedikit Pokal .
Kades kelarik Utara Japirin disebut kades Pokal ternyata bungkam ketika dikonfirmasi terkait saluran irigasi. Pada hal sumber media rakyat berkata, kalau sang kades tegas dan berani. Namun ketika di SMS dan ditelepon, sang kades diam tak menjawab. Timbul pertanyaan, apakah sang kades ada terima "upeti' hingga tidak mau berkomentar?
Hasil investigasi dilapangan ,anggaran pembangunan saluran irigasi tahun 2017, sepanjang 8 km, lebar 3 meter senilai Rp.35.434.000.000.
Proyek kementerian PU, dan Perumahan Rakyat Direktorat sumberdaya air, saker. BNVT,pelaksanaan jaringan pemamfaatan air, beralamat dijalan R E Martadinata sekupang batam,dikerjakan PT.Benteng Indoraya,sejak tahun 2013 lalu.konsultan pengawas PT Budhi cakra konsultan.Sudah 4 tahun berturut turut PT ini,menjadi idola, Kementerian PU dan Perumaham Rakuat.Meski nilainya besar, proyek ini sudah mengalami kerusakan, pada hal baru selesai 1 bulan .Kuat dugaan ,proyek tidak sesuai bestek.
Kemarin ada yang datang dari kementerian PU, sama BWSS. Keluh Gibran, di protes, malah bela kontraktor. Kami minta agar proyek ini diusut tuntas oleh aparat hukum biar jelas.Sangkin kesalnya, Saya remas semen jaringan yang retak, didepan Kementerian PU,nya,sampai hancur, biar Dia tau kwalitas pekerjaan anak buahnya.Kami sudah sering Tegus pengawas lapangan ,agar pekerjaannya bagus, karena masyarakat Klarik ingin menikmati irigasi itu dengan jangka lama, tapi tidak digubris.
Kontraktor pelaksana PT Benteng Indoraya belum bisa ditemui.bahkan Humas benteng Indoraya, Jhoneri ketika diminta ,kesediaannya agar bisa memberikan info terkait siapa yang bisa dihubungi untuk mengklarifikasi bangunan yang ambruk belum ada tanggapan. Jhoneri berkata, nanti akan saya infokan. Katanya Senin 12 Februari 2018
Namun kenyataannya, hingga berita ini dimuat tidak satupun dari pihak rekanan maupun BWSS, yang bisa memberi komentar terkait robohnya saluran itu.Kurangnya pengawasan dilapangan ,mengakibatkan proyek ini lahan empuk bagi koruptor.