Warga Lenggadai Hilir Rohil Ungkap Dugaan Pungli Besar-besaran

datariau.com
2.762 view
Warga Lenggadai Hilir Rohil Ungkap Dugaan Pungli Besar-besaran
Foto: Samsul
Kantor Kepenghuluan Lenggadai Hilir, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rohil.

LENGGADAI HILIR, datariau.com - Beberapa warga Kepenghuluan Lenggadai Hilir, Kecamatan Rimba Melintang, Kabupaten Rohil ungkap dugaan Pungutan Liar (Pungli) besar-besaran di kepenghuluan setempat.

Informasi dari masyarakat, Pungli itu terjadi saat masyarakat melakukan pengurusan KK, KTP dan Akte Kelahiran dengan cara menetapkan harga tiap pengurusan. Sehingga masyarakat Lenggadai Hilir resah dan keberatan, karena mereka dimintai uang dalam pengurusan KK, KTP, dan Akte Kelahiran maupun dalam perubahan data KK dan KTP, dimintai uang hingga ratusan ribu.

"Parahnya lagi, KK, Akte dan KTP belum siap sudah dimintai dana untuk pengurusan ke Dinas Kependudukan oleh salah satu staf Kepenghuluan Lenggadai Hilir yang bernama inisial F," kata seorang warga kepada datariau.com, kemarin.

Atas adanya pungutan ini, masyarakat menjadi resah karena mereka tahu segala pengurusan KTP, KK dan Akte gratis dan tidak dipungut biaya. "Kan kita jadi aneh kenapa di Kepenghuluan Lenggadai Hilir setiap masyarakat mau buat KK, KTP dan Akte selalu ditetapkan harganya oleh oknum staf Kepenghuluan Lenggadai Hilir bernama inisial F itu," lanjutnya.

Masyarakat Lenggadai Hilir merasa keberatan dengan kondisi ini, mereka berharap kepada pihak terkait seperti Dinas Kependudukan, Kapolsek, Camat dan Kapolres Rohil untuk melakukan tindakan tegas terhadap oknum yang melakukan pungli.

"Ini sudah pungli, kami selaku masyarakat tentu resah dan keberatan dengan harga pengurusan ditetapkan seperti itu, untuk itu mohon tim saber pungli turun ke Kepenghuluan Lenggadai Hilir dan tindak tegas," pintanya.

Warga lainya yang juga mengaku korban pungutan liar di tempat itu, Lasiman saat ditemui di rumhanya, Rabu (7/3/2018) kepada Datariau.com mengatakan, anaknya bernama Iwan ingin mengurus perubahan data KK, dimintai uang Rp300 ribu oleh oknum di Kepenghuluan tersebut.

"Anak saya mau pecah KK, karena dia dah berkeluarga, jadi diminta RT-nya atas suruhan angota aparat desa bernama F, sama istri anak saya seratus, dari anak saya Iwan seratus ribu dan dari saya selaku orang tua Iwan seratus," katanya mengeluh.

"Istri anak saya kan ikut suaminya. Dan kenapa pula diminta juga uang seratus ribu. Sampai marah saya sama RT itu, hanya rubah data saja kok sampai tiga ratus ribu. Bahkan mertuanya anak saya bukan tinggal disini diminta juga harus urus disini dan bayar lagi, luar biasa sekali ini Kepenghuluan Lenggadai Hilir ini," keluhnya lagi.

"Karena KK itu perlu cepat, maka kemarin itu dikasih seratus ribu, kemarin ditanya belum siap KK itu. Dah ada satu bulan belum juga siap, aneh juga sekarang ini, apakah harus ditetapkan harga pengurusan perubahan data KK maupun KTP harus bayar ratusan ribu," tanyanya penuh heran.

Warga ini juga mengatakan bahwa aksi penetapan harga ini membuat dirinya kaget, karena saat pengurusan KK dan KTP sebelumnya dia tidak dimintai uang semahal itu. Maka warga ini mempertanyakan kinerja tim saber pungli, mengapa oknum di kepenghuluan bisa berbuat semena-mena menetapkan biaya KK dan KTP seperti itu.

"Apakah nama saber pungli itu tidak berfungsi, kenapa ada pungutan seperti ini tidak ditindak tegas," tanyanya.

Berdasarkan informasi yang didapat Tim Datariau.com masih banyak masyarakat Lenggadai Hilir menjadi korban dari Pungli ini yang dilakukan oleh oknum staf Kepenghuluan Lenggadai Hilir. Dalam pemberitaan ini Tim Datariau.com berupaya melakukan konfirmasi kepada Penghulu Lenggadai Hilir.

Penulis
: Samsul
Editor
: Angga
Sumber
: Datariau.com
Tag:Pungli
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)