Ternak Babi di Pemukiman Penduduk Membuat Resah Warga

datariau.com
1.836 view
Ternak Babi di Pemukiman Penduduk Membuat Resah Warga
Heri
Pengambilan sampel darah babi.

RENGAT, datariau.com - Maraknya penyakit yang disebabkan dari hewan ternak seperti babi, burung, ayam, anjing dan hewan lainnya yang menimpa manusia, tim Balai Vertiner Bukit Tinggi didampingi Lurah Tanah Merah, UPT Peternakan dan Perikanan Pasir Penyu dan Mahasiswa UR, mengambil sempel darah babi di perternakan babi di RT 02 RW 01 Lingkungan III Kelurahan Tanah Merah Kecamatan Pasir Penyu Kabupaten Inhu-Riau.

Tim Balai Vertiner Bukit Tinggi yang diketuai drh Helmi mengatakan, berternak hewan apapun yang paling utama adalah menjaga kebersihan dan menjaga makanan agar hewan yang dipelihara mendapat kesehatan.

"Untuk di Kabupaten Inhu ini kita mengambil sempel sebanyak 40 ekor babi, dari 40 sempel yang diambil terdapat 5 ekor babi yang terjangkit penyakit HOG OHOLERA yang disebabkan tempat pertenak itu kotor," ujarnya, Rabu (7/9/2016).

Penyakit HOG OHOLERA ini, katanya, jenis penyakit yang ringan dan tidak membahayakan pada manusia sekitar, penyakit HOG OHOLERA tidak seperti penyakit flu yang sempat menghebokan.

"Selain mengambil sampel darah pada hewan babi, kita juga ambil sampel darah hewan anjing, namun sampai saat ini tim kita belum menemukan adanya gejala rabies pada sempel yang sudah diambil," tuturnya.



Kegiatan pengambilan sempel darah dan cek kesehatan hewan ini, ujarnya, setiap tahun dilakukan di setiap kabupaten yang ada di negara Indonesia.

Sementara itu, Lurah baru Tanah Merah, Arifin Ssos saat dimintai keterangan mengatakan, sebetulnya sudah tidak layak lagi di tengah-tengah pemukiman penduduk seperti ini masih ada perternak babi.

"Kita berharap sekali Dinas Perternakan, Badan Lingkungan Hidup  dan Dinas Kesehatan Inhu dapat mencarikan solusinya. Bila para perternak ini dibiarkan sangat dikhawatirkan masyarakat akan terkena penyakit, karena limbah dari kotoran babi ini sangatlah bahaya sekali bagi kesehatan kita semua," ujarnya.

UPT Perternakan dan Perikanan Suyatno mengatakan, pihaknya nanti akan mencoba menyampaikan ke dinas bagimana solusi yang terbaik.

"Memang bila hal ini dibiarkan akan sangat bahaya bagi kesehatan manusia, apalagi tentang pengelolahan limbah tidak sesuai prosedur. Kita juga berharap BLH maupun Dinas Kesehatan dapat turun ke lokasi untuk memberikan arahan agar para perternak babi ini bisa menjaga kesehatan dan pengelolaan limbah," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Riki
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)