Petani Sawit Minta DPRD Inhu Panggil Hearing Manajemen PT PAS

datariau.com
2.185 view
Petani Sawit Minta DPRD Inhu Panggil Hearing Manajemen PT PAS
Heri
PKS PT PAS.

 

RENGAT, datariau.com - Perbedaan harga Tandan Buah Segar (TBS) yang dikeluhkan petani sawit di Pabrik Kelapa Sawit PT Persada Agro Sawita (PT PAS) diminta agar disikapi serius. DPRD diminta segera memanggil manajemen PT PAS mempertanyakan persoalan tersebut.

 

Perbedaan harga sawit antara TBS kontrak dari tempat Penumpukan Buah Kelapa Sawit (Peron) Ukui Kabupaten Pelalawan dengan TBS masyarakat dinilai sebagai kebijakan perusahaan yang merugikan masyarakat petani di Inhu. Sehingga wakil rakyat diharapkan berperan dalam kasus ini.

 

"Kami selaku petani sawit sangat berharap sekali bapak wakil rakyat atau DPRD Inhu yang membidangi hal ini dapat memanggil atau rapat hearing dengan manajemen PT PAS," kata Eko, salah seorang petani sawit Tani Makmur saat bincang-bincang dengan datariau.com, Sabtu (26/11/2016).

 

Selaku petani kelapa sawit, menurut Eko, pihaknya sangat kecewa dengan adanya perbedaan harga beli yang dilakukan oleh PT PAS. "Jangan mentang-mentang sawit dari Peron Ukui dibeking oknum terus harga sawit kami dipermainkan," sebutnya.

 

"Dan kalau kami mau, bisa saja kami lakukan penyetopan mobil pengangkut TBS dari Peron Ukui itu di jalan Desa Pematang Jaya bersama masyarakat petani sawit di Desa Pematang Jaya," ancam Eko.

 

Sebelum terjadi bentrok antar petani kelapa sawit dengan pengirim maupun pemilik Peron Ukui dan juga PT PAS, Eko meminta DPRD Inhu segera memanggil pihak PT PAS dan untuk sementara buah sawit dari Peron Ukui dihentikan atau di-stop.

 

Menyikapi hal ini, Ketua DPD Asosasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kabupaten Inhu Emi Rosadi SP saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan adanya kabar perbedaan harga beli TBS yang terjadi di PT PAS. 

 

"Apalagi perbedaan harga itu terjadi dengan TBS luar kabupaten. Seharusnya pihak perusahan utamakan dulu sawit yang ada di sekitar perusahan atau yang ada di Inhu, bukan malah sebaliknya membeda-bedakan harga," katanya.

 

Sebagai DPD Asosasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Inhu, Emi mendukung dan setuju dengan pernyataan petani sawit bahwa DPRD Inhu harus memanggil atau hearing dengan pihak PT PAS.

 

"Selain itu juga kami siap menfasilitasi masyarakat petani sawit yang ada di Inhu untuk mempertanyakan perbedaan harga yang terjadi di PT PAS," pungkasnya.

Penulis
: Heri
Editor
: Agusri
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)