Kepala Badan Restorasi Gambut RI Mendadak Kunjungi Rohil

datariau.com
1.008 view
Kepala Badan Restorasi Gambut RI Mendadak Kunjungi Rohil
Riauterkini.com
Kepala Badan Restorasi Gambut RI, Nazir Foead sat mengujungi Rokan Hilir.

BAGANSIAPIAPI, datariau.com - Secara mendadak, Kepala Badan Restorasi Gambut (BRG) Republik Indonesia (RI) Nazir Foead mengujungi Rokan Hilir.

Kunjungan untuk melihat secara langsung lokasi Pratu Wahyudi, Prajurit Denarhanud Rudal 004 Dumai yang gugur saat memadamkan karlahut, dilanjutkan dengan menggelar dialog dengan Bupati Rokan Hilir H Suyatno beserta jajaran.

Ditemui usai menggelar dialog, Jum'at (2/9/2016) malam di Mess Pemda Jalan Perwira, Nazir Foead menjelaskan, kehadirannya di Rokan Hilir diawali melihat lokasi karlahut di Kampung Medan Kepenghuluan Labuhan Tangga Besar Kecamatan Bangko.

Di lokasi ini membuat seorang prajurit gugur dalam menjalankan tugas. “Melihat lokasi kebakaran paling luas, anggota TNI yang meninggal dalam tugas, tadi kami diskusi dengan teman-teman dari TNI, Polri, Dinas, Manggala Agni, lebih mengetahui kendala yang ada, mendapat masukan, bagaimana meningkatkan efektivitas pemadaman,” jelasnya yang diawali kunjungan ke Dumai dan dinyatakan ada perbedaan karakteristik antara Dumai dan Rohil, dikutip riauterkini.com.

Pada malam harinya menggelar dialog dengan Bupati Suyatno beserta jajaran menerima lebih banyak aspirasi, mulai dari program pencegahan kebakaran, merestorasi gambut sekaligus membahas meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Jadi ada beberapa usulan kongkrit yang saya terima, dari Pak Bupati, dari Kepala Dinas, Pak Kapolres, Pak Dandim, ini akan kita follow up di Jakarta,” janjinya.

Bupati Suyatno menyatakan Kepala BRG RI Nazir Foead setelah melihat langsung TKP karlahut, sudah mengetahui persis kondisi ril yang sebenarnya, termasuk penyebab-penyebab karlahut dan juga diberi masukan-masukan.

“Kedepan, tidak ada lagi cerita kebakaran lahan dan hutan ini, itu harapan kita, harapan pemerintah, pemerintah provinsi, apalagi kita disini. Tentunya kita harus sama-sama menjagalah, menghimbau, mengajak seluruh komponen masyarakat, baik itu orang perorang, maupun kelompok, maupun perusahaan, tidak lagi membakar lahan sembarangan. Ini akan menjadi malapetaka kita setiap tahun, yang kita rasakan,” kata Suyatno.

Nazir Foeuad menurut Suyatno berjanji mencari solusi, karena Rohil kawasan gambutnya sangat luas. “Ada solusi yang diberikan pemerintah nanti, apakah kita nanti mencari investor, lahan-lahan gambut yang tidak produktif lagi tu, kita jadikan nilai ekonominya seperti apa, kerja sama dengan masyarakat tempatan, tapi celah itu sudah ada didepan mata, nanti kita lihat aja nantik,” tambahnya.

Komoditas yang memungkinkan menurut Suyatno untuk lahan gambut, tanaman keladi, nenas, sagu maupun kopi.

“Kami, pemerintah daerah berharap, masyarakat berharap, lahan yang terbentang luas, gambut itu, tentu harus diberdayakanlah. Memberdayakan ini, harus mendapat izin dari pemerintah pusat. Dalam hal ini Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tutup Suyatno.

Editor
: Riki
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)