TUALANG, datariau.com - Anak sungai alam/sungai Perawang Besar itu, rupanya menjadi perhatian khusus sebagian masyarakat di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak beberapa waktu lalu. Tak lain dan tak bukan bagi salah satu Penghulu Kampung di Kecamatan Tualang tersebut.
Bila kita mereview kembali kejadian beberapa bulan yang lalu, akibat tidak normalnya aliran anak sungai Perawang Besar yang menuju hilir sungai Siak tersebut. Dan ditambah dengan intesitas hujan begitu besar (deras), dan terjadinya luapan sungai/air begitu dasyat, sehingga menenggelamkan beberapa kampung/kelurahan di Kecamatan Tualang kala itu.
Kenapa tidak, perihal tidak berfungsinya aliran sungai Perawang Besar itu, selain mengakibatkan banyaknya tumbuhan liar (kiambang/enceng gondok), dan air juga tidak bisa mengerus centimen-centimen yang turun yang mengakibatkan terjadinya pendangkalan.
Bahkan, bencana banjir itupun merupakan banjir terparah, kurun waktu dalam satu bulan bencana banjir terjadi dua kali dan merendam tiga kampung/kelurahan tersebut. Bencana banjir itupun merendam sedikitnya 500 rumah warga di tiga kampung/kelurahan tersebut. Bencana itupun disebut-sebut sebagai bencana terparah bila dibandingkan dengan bencana banjir beberapa tahun lalu.
Hari Jum'at, 11 Agustus 2017, alat berat milik Pemerintah Daerah (Pemda/Pemkab) Kabupaten Siak membuka dan menjebolkan kembali sungai alam tersebut, yang sebelumnya telah dilakukan normalisasi disepanjang aliran anak sungai Perawang Besar hingga ke hilir sungai Siak.
Penghulu Kampung Tualang Juprianto Ssos MIP, pada saat itu, yang turun ke lokasi untuk meninjau langsung pengerjaan membuka/menjebol kembali sungai alam tersebut, Jum'at (11/8/2017) kemarin. Ia menerangkan kepada datariau.com bahwasanya dengan telah dibuka kembali aliran asli sungai alam (sungai Perawang) tersebut, ia berharap agar saluran/aliran sungai alam itu dapat dipelihara dan dapat selalu dilakukan normalisasi agar aliran sungai tetap lancar menuju hilir sungai Siak.
"Mengenai telah dibukanya aliran alami sungai Perawang ini, kami berharap agar saluran ini dapat di pelihara dan selalu dilakukan normalisasi agar alirannya dapat berjalan lancar menuju ke sungai Siak. Sehingga dapat mengatasi bencana banjir yang selalu melanda wilayah pemukiman masyarakat," tutur Penghulu Tualang Juprianto melalui pesan Whatsappnya.
Kemudian, Juprianto juga berharap kepada pihak-pihak terkait untuk melaksanakan pemeliharaan dan normalisasi itu, sebagai agenda tetap Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Pemukiman dan Pengairan (Dinas PU Tarukim) Kabupaten Siak.
"Untuk melaksanakan pemeliharaan dan normalisasi ini, kami meminta ini menjadi agenda tetap Dinas PU Kabupaten Siak," harap Penghulu Kampung Tualang Juprianto Ssos, MIP, Jum'at (11/8/2017).
Menurut keterangan Kadis PU Kabupaten Siak Ir Irving Kahar beberapa waktu yang lalu, tepatnya pada hari Jum'at, 7 Juli 2017. Jadi, pintu air akan dibangun tepat di hulu (PT IKPP) arah ke aliran sungai Perawang.
"Makanya pintu air itu akan dibangun dipangkal sungai Perawang dekat kanal itu. Kita akan tempatkan juru pintunya untuk mengatur debit airnya, nanti kalau terjadi banjir dibuka, diatur debitnya dan dialihkan ke aliran sungai Perawang," terang Irving disela-sela selesainya gelar rapat Kadisdikbud Siak dan UPTD Dikbud Tualang di aula kantor Kecamatan Tualang, pada hari, Jum'at, 7 Juli 2017.
Tetapi, dengan dibukanya aliran sungai alam (sungai Perawang) tersebut, menjadi pertanyaan beberapa warga Kampung Tualang perihal akan dibangunya pintu air dipangkal sungai Perawang sebelum masuk ke aliran anak sungai Perawang tersebut.
"Seharusnya, kenapa dibangun pintu air. Biarkan ajalah aliran sungai Perawang itu mengalir plong (lepas) gitu aja, tanpa ada hambatan lagi," kesal salah satu warga paruh baya Kampung Tualang yang tidak mau disebutkan namanya itu kepada datariau.com, Sabtu (12/8/2017) sekira pukul 19.00 WIB.