Ini Tarif Lebaran Saja, Tiket Tetap Seribu ya..

datariau.com
1.014 view
Ini Tarif Lebaran Saja, Tiket Tetap Seribu ya..
Riki
Parkir di badan jalan bikin macet.

PEKANBARU, datariau.com - Menjelang lebaran, banyak yang menggunakan kesempatan untuk meraup keuntungan sendiri. Namun sayang, pemerintah sepertinya tutup mata.

Seperti menjamurnya pedagang yang berjualan tidak pada tempatnya, yakni di tengah jalur lambat Jl HR Soebrantas Panam Pekanbaru. Mereka "merampas" hak orang banyak untuk mengumpulkan keuntungan sebanyak mungkin.

Pantauan datariau.com, Sabtu (2/6/2016) malam, di jalur lambat tersebut berubah menjadi pasar yang sangat padat bahkan meluber ke jalan yang mengakibatkan kemacetan parah.

Para pedagang seperti tidak ingin tahu dengan perbuatannya yang sudah menyebabkan banyak orang tersiksa, harus terkendala dengan macet dan bahkan ada yang terlambat untuk menghadiri agenda penting yakni shalat tarawih.

"Sangat parah, kok dibiarkan begini ya, sudah jelas melanggar. Cari makan silahkan saja, tapi bukan begini juga kali menyiksa banyak orang," kata Emi, seorang pengendara yang kesal dengan kemacetan parah tersebut.

Bahkan, seorang warga yang ingin berbelanja di toko biasa tempat ia berbelanja di kompleks pertokoan di jalan tersebut pun merasa sangat tidak nyaman lagi. Selain tidak bisa masuk ke jalur lambat karena sudah jadi pasar, ia juga harus memarkirkan kendaraan jauh dari toko yakni di bahu jalan utama.

"Saya diminta parkir di luar saja, saya harus berjalan jauh untuk ke toko handphone membeli pulsa. Tarif parkirnya pun sangat fantastis, Rp2000 saya tidak sampai 5 menit parkir," kata Supri, warga lainnya.

Saat ditemui para petugas parkir yang tampak tanpa seragam, mereka memang dalam jumlah banyak dan wajah-wajah baru. Sepertinya para pendatang yang juga memanfaatkan kondisi ini untuk mencari keuntungan.

"Ini tarif lebaran saja, tiket tetap seribu ya...," kata seorang petugas parkir berbadan besar dan logat bukan orang Kota Pekanbaru.

Saat ditanya, apa dasar dinaikkannya tarif parkir, dia dengan cuek mengatakan bahwa itu cuma tarif untuk yang mau parkir saja. "Kalau keberatan silahkan parkir di tempat lain, hitung-hitung kali," cetusnya.

Kondisi ini tentu sangat mengganggu sekali, membiarkan adanya pungutan parkir liar tidak sesuai Perda, membiarkan pedagang tidak berjualan pada tempatnya, berjualan di tengah jalan tentu sangat mengganggu pengguna jalan, karena tempat tersebut adalah fasilitas umum, bukan tempat pribadi.

Seharusnya pemerintah tegas mengarahkan para pedagang berjualan di tempat yang sudah disediakan pemerintah, bukan membuka lapak di tengah jalan yang bisa mengganggu pengguna jalan.

Penulis
: Riki
Editor
: Ummu SH
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)