BAGAN BATU, datariau.com - Masyarakat setempat menegaskan bahwa mereka tidak pernah buang sampah limbah B3 di sekitar jalan H Selamat, RT02 RW04 Kelurahan Bahtera Makmur Kota, Kecamatan Bagan Sinembah, Rokan Hilir.
"Kami tidak pernah buang sampah limbah B3 disana, kami buang sampah di belakang rumah kami. Apalagi sampah limbah medis berupa jarum suntik bekas, botol/plastik infus, masker bekas, selang infus bekas, obat kadaluarsa, botol obat bekas, botol obat injeksi bekas yang berada di tumpukan sampah di Jalan H Selamat RT02 RW04 Kelurahan Bahtera Makmur Kota, Kecamatan Bagan Sinembah di depan Mess Perawat Klinik Ibunda," tegas warga kepada Datariau.com, Jumat (29/12/2017).
Sumber menambahkan, bahkan masyarakat sekitar sini mengeluh dengan timbulnya bau busuk yang tak sedap dari arah jalan H Selamat ditumpukan sampah dan juga dari arah Mess Perawat Klinik Ibunda.
"Jika ada angin dan hujan dari arah limbah dan buang sampah disana sangat bau sekali. Itulah yang kami hirup setiap harinya oleh masyarakat disini dan juga anak-anak kami, " ujarnya.
"Dalam hal ini, kami mau kasih tau kemana, takut kami. Parahnya lagi kadang ada bau bangkai, apalagi jika mereka bakar disana, baunya ampunlah, karena dibawa angin," katanya lagi.
Ia menambahkan, ada beberapa kali dirinya melihat yang buang sampah itu dari Klinik Ibunda Bagan Batu. Bahkan batu yang bertumpuk disana juga batu mereka yang dibuang disana.
"Apa yang dikatakan Humas Klinik Ibunda masyarakat yang buang sampah disana tidaklah benar. Nggak pernah masyarakat sini buang sampah disana dan maupun masyarakat luar," katanya lagi.
Selain itu, ia selaku masyarakat dan orang tua di daerah itu juga resah dengan adanya limbah dibuang di jalan tersebut. "Jarum suntik bekas pakai yang berserakan di jalan itu menjadi mainan anak-anak kami. Bahkan pernah anak saya main jarum suntik bekas itu, namun ketika saya lihat saya larang anak saya, dan saya minta buang jarum suntik itu," katanya.
Sementara itu, Ketua RT 04 Kelurahan Bahtera Makmur Kota, Adre, mengatakan, sampai saat ini warganya belum ada melaporkan kepada dirinya adanya limbah di Jalan H Selamat.
"Sampai saat ini kita belum ada terima keluhan masyarakat. Tapi, hasil konfirmasi Tim Datariau.com akan kami tinjau ke lokasi sana. Sebab, kita tak tahu ada pembuangan sampah medis di Jalan H Selamat itu," ungkap Andre kepada Datariau.com.
Andre menambahkan, pada malam Jumat kedepan ia akan menyampikan permasalahan ini dalam perwiritan.
"Perwiritan Jumat depan kami akan bahas ini dan kita sampaikan ke masyarakat. Karena, sampah B3 itu sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat. Apa lagi menimbulkan bau dan dihirup oleh masyarakat ini tentu sangat berbahaya dan mencemari lingkungan masyarakat dan jika perlu sama-sama nanti masyarakat turun kelapangan," katanya.
Sebelumnya, Humas Klinik Ibunda M Rian Siragih mengatakan bahwa itu sampah medis B3 dari buangan masyarakat. "Samalah dengan orang-orang itu, sampah masyarakat. Inikan jalan umum ini, dan bukan tanah milik klinik Ibunda," ucap M Rian Siragih
di lokasi kejadian, Sabtu (23/12/2017) lalu.
"Siapa yang buang sampah disini kita tidak tahu. Kalau ini jadi acuan bodoh kita, karena ini jalan lokasi paling ujung," katanya lagi mengulangi.
Kemudian Humas Klinik bunda yang satu lagi bernama Suroyo juga mengatakan demikian, dia sebut ini sabotase. "Ini bukan sampah kita, ini sampah masyarakat," ungkap Suroyo yang juga mengakui dirinya selaku Humas Klinik Ibunda Km 4 Bagan Batu di lokasi yang sama.
Sebelumnya, pada saat melakukan verifikasi di lapangan, Kasi Penegak Hukum Lingkungan DLH Kabupaten Rokan Hilir bertanya kepada Humas Klinik Ibunda bersama Suroyo, apa ada tempat pembakaran B3, seperti botol-botol dan jarum suntik dan lainya dibakar.
Kemudian Humas mengatakan, bahwa habis terbakar yang lain menjadi abu.
Selanjutnya, tim meninjau tempat pembakaran limbah B3. Namun di lapangan botol obat-obatan dan jarum suntik tidak habis terbakar dan masih ada yang utuh dan tidak jadi abu. Setelah selesai turun ke lapangan melakukan verifikasi lapangan dilanjutkan pertemuan di Klinik Ibunda yang beralamat KM 4 Bahtera Makmur Kota.
Menurut pihak Humas Klinik Ibunda, mereka tidak mengakui bahwa terdapat limbah medis berupa jarum suntik bekas, botol/plastik infus, masker bekas, selang infus bekas, obat kadaluarsa, botol obat bekas, botol obat injeksi bekas yang berada di tumpukan sampah di Jalan H Selamat RT02/RW04 Kelurahan Bahtera Makmur Kota, Kecamatan Bagan Sinembah di depan Mess Perawat Klinik Ibunda.
Sementara itu, Ketua LSM Intra Win Rokan Hilir, Awal Ramadhan kepada Datariau.com mengatakan, bahwa dirinya bingung yang mana satu Humas Klinik Ibunda KM4 Bagan Batu ini.
"Dua-duanya mengatakan Humas dan salah satunya mengakui sebagai oknum LSM yang bertugas di Rohil. Saat melakukan verifikasi saudara M Rian Seragih tidak ada melakukan tanda tangan dan hanya saudara Suroyo melakukan tanda tangan hasil verifikasi. Kepada pihak pemilik Klinik Ibunda siapa sebenarnya humas di klinik tersebut," kata Ketua LSM Intra Win.
Pihak klinik belum berhasil dikonfirmasi datariau.com, tim masih terus berupaya konfirmasi untuk berita selanjutnya terhadap pihak-pihak terkait.