Aksi Unjuk Rasa KNPI Tualang di Gerbang PT. IKPP, Jawaban Humas Perusahaan Nyeleneh

Hermansyah
916 view
Aksi Unjuk Rasa KNPI Tualang di Gerbang PT. IKPP, Jawaban Humas Perusahaan Nyeleneh
Aksi unjuk rasa PK KNPI Tualang di Gerbang PT. IKPP Perawang.

SIAK, datariau.com - Massa Pimpinan Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (PK-KNPI) Tualang kembali menggeruduk PT. Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Riau, pada Senin (31/5/2021) kemaren.

Puluhan massa yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tualang itupun melanjutkan orasinya di depan Gedung PT. IKPP Perawang, dimana massa sebelumnya diminta untuk dilakukan test rapid antigen.

Mendengar perihal tersebut, massa pun membacakan Pancasila dan kemudian memilih untuk membubarkan diri.

"Kita gak mau terjadi apa-apa, maka kami memilih membubarkan diri, utu dilakukan untuk menyusun wacana aksi jilid berikutnta sambil melihat kondisi pandemi covid-19," kata Koordinator aksi Ika Rahman kepada media, Senin (31/5/2021).

Dalam pertemuan atau mediasi sebelumnya, dia mengaku kecewa, lantaran yang menemui massa aksi, bukanlah pimpinan perusahaan melainkan Humas PT. IKPP Perawang.

"Kami minta pak Hasanuddin The menemui kami, sehingga tuntutan kami dapat dipenuhi, kalau yang menemui ini (Humas PT. IKPP Perawang), berarti main-main," tukas Ika.

Dia menjelaskan, adapun tuntutan dari massa aksi yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tualang saat itu sebagai berikut;

Meminta pihak PT. IKPP Perawang segera membuat aturan mewajibkan mitra kerja menyediakan bus dan memberikan sanksi tegas berupa pemutusan kontrak kepada mitra kerja (kontraktor) di PT. IKPP Perawang yang masih menggunakan angkutan barang/truk/pick up untuk membawa pekerja atau buruh.

Meminta agar pihak PT. IKPP Perawang transparan mengenai adanya informasi lowongan kerja dan mengutamakan tenaga kerja lokal dalam hal perekrutan karyawan baru.

Meminta agar seluruh mitra kerja (kontraktor) di PT. IKPP Perawang berkantor diluar kawasan pabrik. Meminta agar pihak PT. IKPP Perawang memberikan data serta mekanisme pengolahan limbah B3 maupun non B3 secara jelas dan berkala. (Ex: penggunaan dan pengolahan limbah bahan chemical, limbah padat, dll).

Meminta agar pihak PT. IKPP Perawang memberikan informasi dan mensosialisasikan terkait dengan segala usaha/kegiatan pembangunan maupun pengembangan pabrik. (Ex: pembangunan boiler, pembuatan kanal, pembuatan landfill, dll).

Meminta kepada pihak PT. IKPP Perawang memberikan bantuan sembako plus vitamin setiap bulannya kepada masyarakat yang berada di wilayah Kecamatan Tualang.

"Tuntutan ini tetap kami gaungkan hingga benar-benar terpenuhi oleh perusahaan terbesar di Asia Tenggara itu, kalau perlu sampai berjilid-jilid kami lakukan aksi untuk memperjuangkan masyarakat dan daerah kami," tandasnya.

Menanggapi tuntutan itu, Humas PT. IKPP Perawang Armadi SE saat dikonfirmasi seperti yang dilansir riaubernas, Senin (31/5/2021) dia mengatakan, ya (Ketua PK KNPI Tualang) meminta tadi yang mengambil keputusan.

"Jadi, yang mengambil keputusan, iya saya bisa. Jadi, gitu aja," tukas Armadi.

Perihal tuntutan dari KNPI Tualang tersebut, Armadi mengaku belum tahu persis, dan perusahaan minta apa yang mau disampaikan.

"Kita minta apa yang mau disampaikan itu, ia nanya mau jumpa pimpinan yang ngambil keputusan katanya, Pak Armadi bisa ngambil keputusan gak, saya bilang bisa," sebut Armadi.

Terkait aksi jilid II ini, Armadi mengaku tidak mengetahui, dan mereka belum ada menyampaikan, macam mana mau menanggapi, dia tidak sampaikan macam mana mau tanggapi.

"Dia itu, itulah intinya tadi, ia nanya bisa ngambil keputusan gak, bisa. Habis itu dia pergi," jelas dia.

Disinggung akan ada rencana aksi jilid III, seolah-olah tidak serius menanggapi pertanyaan dari media ini. "Iya yang menganukan kan mereka, bukan kita," tutupnya.

Terkait aksi itu, Kapolsek Tualang AKP Alvin Agung Wibawa SIK menyebutkan, bahwa aspirasi dari rekan-rekan KNPI Tualang di PT. IKPP tadi kita coba memediasi dengan mempertemukan pihak perusahaan, cuma belum ada titik temu.

"Kita tidak menerbitkan izin untuk melaksanakan orasi karena covid di Tualang lagi tinggi-tingginya. Kita empati terhadap keadaan tersebut, banyak juga tenaga anggota yang dibutuhkan dalam penanganan covid," kata Alvin.

"Makanya tadi saat datang peserta aksi untuk melakukan swab dulu untuk mengikuti protokol kesehatan," pungkasnya.(RB)