Diduga Pembangunan Pasar Rakyat di Terminal Lama Tak Memiliki IPAL

Hermansyah
2.036 view
Diduga Pembangunan Pasar Rakyat di Terminal Lama Tak Memiliki IPAL
Kondisi terkini pengerjaan Pasar Rakyat bekas Terminal lama kilometer 7 Perawang Barat.

PERAWANG, datariau.com - Tahap pengerjaan proyek pembangunan Pasar Rakyat telah memasuki tahapan pengerjaan sebesar 50 persen, Senin (16/10/2017) sekira pukul 10.30 WIB. Adapun pembangunan Pasar Rakyat Pengembangan Sarana Distribusi Perdagangan dan Kapasitas Logistik Perdagangan tersebut bersumber dari APBN tahun 2017 melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Adapun pembangunan Pasar Rakyat itu dibangun diatas lahan bekas terminal lama kilometer 7 Perawang Barat Kecamatan Tualang Kabupaten Siak.

Diduga pembangunan Pasar Rakyat (Modern) tersebut tidak memiliki tempat pembuangan limbah cair (Distrap) disetiap los-los (lapak pedagang), yang melalui Distrap setiap los (lapak pedagang) menuju Instalasi Pengelolahan Air Limbah (IPAL) Komunal (Wastewater Treatment Plant, WWTP).

Saat ditemui salah seorang warga yang tinggal dilingkungan RT08/RW07 Perawang Barat Kecamatan Tualang, tepatnya dibelakang Pasar Rakyat (Modern) yang saat ini sedang dalam pengerjaan, mengungkapkan bahwasanya jika hujan turun halaman rumahnya sering terendam (banjir) ditambah adanya pembangunan Pasar Baru Modern tersebut yang tidak memiliki tempat penampungan limbah (IPAL) Komunal.

"Sering banjir kalau hujan, itu gorong-gorong menyempit. Air sampai halaman rumah bapak," ungkap pria paruh baya  itu kepada datariau.com, Senin (16/10/2017) sore.

Sebelumnya saat dijumpai datariau.com dilokasi proyek pembangunan Pasar Rakyat bekas terminal lama itu. Salah seorang pengawas/kontraktor pelaksana menuturkan memang didalam kontruksi proyek pembangunan pasar tidak terancang IPAL Komunalnya (penampungan limbah cair) dari pasar saat ini. Tapi itu nanti yang menganggarkan dari pihak dinas terkait.

"Pasar ini sebenarnya wajib ada IPAL Komunal yang tidak di anggarankan dalam kontruksi bangunan. Memang rencana mau dibuat IPAlnya (Distrap) karena anggaran tidak tersedia. Itu kewenangan pihak dinas terkait. Saya sebagai pelaksana proyek cuma disini, anggaran untuk limbah belum tersedia. Sedangkan untuk limbah organik dan non organik (sampah) telah tersedia," kata Anto yang mengaku sebagai pengawas (CV Siak Mandiri), Senin (16/10/2017) sekira pukul 11.30 WIB dilokasi proyek tersebut.

Ketika dihubungi datariau.com Wan Husien selaku kontraktor pelaksana secara tergesa-gesa mengatakan kalau pembangunan Pasar Rakyat yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dari Kementerian Perdagangan Republik Indonesia sebesar Rp 4.905.439.000. Dan untuk pembangunan IPAL Komunal (limbah) itu nanti baru di anggarkan melalui Pemda berikutnya.

"Siapo warganyo tu bang, itu pembangunan dari dana pusat bang, APBN. Cubo abang tanyo Disperindag lah bang. Untuk pembangunan tempat penampungan limbah cair pasar, itu nanti di anggarkan bang dari Pemda," tutup Wan Husein begitu tergesa-gesa menutup telepon selulernya dan mengatakan lagi sibuk.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com