Ternyata, Pengangkutan Sampah Pekanbaru Masih Dilakukan Pihak Ketiga, Anggarannya Rp23 Miliar Untuk 6 Bulan

datariau.com
6.247 view
Ternyata, Pengangkutan Sampah Pekanbaru Masih Dilakukan Pihak Ketiga, Anggarannya Rp23 Miliar Untuk 6 Bulan
Foto: Endi
Suasana hearing Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru dengan DLHK dan LPS, Kamis (3/7/2025).

PEKANBARU, datariau.com - Komisi IV DPRD Pekanbaru dibuat terkejut Pemko Pekanbaru ternyata masih menggunakan pihak ketiga atau swastanisasi dalam pola pengangkutan sampah melalui Lembaga Pengelola Sampah (LPS) di kelurahan. Anggarannya mencapai sebesar Rp 23 Miliar.

Hal tersebut terungkap dalam rapat bersama DLHK Kota Pekanbaru dan LPS kelurahan se-Pekanbaru, Kamis (3/7/2025) yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna.

"Ternyata swastanisasi masih ada disini. Ada anggaran Rp23 Miliar disiapkan untuk angkutan dari Transdepo ke TPA. Jadi Rp23 M untuk 6 bulan kedepan itu digunakan untuk angkutan dan excavator yang bekerja di Transdepo kemudian dibawa ke TPA," kata Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru, Nurul Ikhsan, usai rapat.

Komisi IV DPRD Pekanbaru pun menyarankan DLHK Kota Pekanbaru untuk merasionalkan lagi anggaran Rp 23 Miliar yang dipakai untuk jasa pihak ketiga tersebut.

"Kita mendesak anggaran Rp 23 M ini tolong diciutkan lagi. Dalam arti kata, kasih kawan-kawan LPS ini untuk (operasional) armada. Kebanyakan mereka ini tak punya modal semua, mereka juga sudah mendahului operasional, sewa armada. Jadi bagaimana kawan-kawan (LPS) ini bisa optimal," ujarnya.

Politisi Gerindra ini mendapat informasi bahwa Pemko Pekanbaru juga akan menggunakan pihak ketiga untuk armada angkutan sampah di jalan-jalan protokol.

"Kami kurang mendukung, kenapa masih ada pihak ketiga juga dalam hal ini. Sebelumnya Rp31 M ditambah Rp23 M berarti total Rp 53 Miliar, kalau perhitungan dalam tahun ini," cetus Nurul.

Menanggapi hal ini, Plt Kepala DLHK Kota Pekanbaru Reza Aulia Putra meluruskan bahwa konsep swastanisasi yang selama ini beredar di masyarakat adalah pola pengangkutan sampahnya dikelola oleh pihak ketiga. Padahal, Pemko Pekanbaru saat ini hanya untuk sewa mobil untuk mengangkut sampah.

"Kenapa menyewa mobil? Karena kita tidak punya mobil. DLHK itu kurang lebih hanya 10 mobil lah yang layak untuk dipakai mengangkut sampah se-kota Pekanbaru di jalan protokol tak mungkin bisa," ucap Reza Aulia.

Reza Aulia menambahkan, idealnya perlu sebanyak 60 hingga 70 mobil untuk mengangkut sampah se-Kota Pekanbaru supaya bersih dari tumpukan-tumpukan sampah.

"Bisa kita lihat sendiri, LPS ini baru sebulan tapi diback-up sama DLHK untuk pengangjutan sampahnya, dan mereka merasa terbantu dan kami merasa terbantu juga dari mereka ya kita bisa lihat tumpukan-tumpukan sampah itu tak ada lagi," terangnya.

DLHK Kota Pekanbaru juga menyusun rute-rute mana saja akan dilalui mobil-mobil yang disewa untuk mengangkat sampah-sampah di jalan protokol, badan usaha hingga ruko.

"Jadi kalau DLHK sudah menyusun rutenya, ini gampang. Kalau ada sampah-sampah menumpuk, kita perintahkan langsung jalan bersihkan," sebutnya. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
Tag:sampah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)