Sering Telantarkan Pasien, Manajemen RSD Madani Pekanbaru Perlu Evaluasi Total

datariau.com
2.121 view
Sering Telantarkan Pasien, Manajemen RSD Madani Pekanbaru Perlu Evaluasi Total
Foto: Endi
Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulkardi.

PEKANBARU, datariau.com - Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Fraksi PDI Perjuangan, Zulkardi, menyoroti pelayanan Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani Kota Pekanbaru, yang kembali membuat ulah. Setelah lamban menangani pasien hingga meninggal dunia, kali ini rumah sakit plat merah tersebut dilaporkan menelantarkan pasien patah tangan, Selasa (7/1/2025).

Pasien malang tersebut bernama Kenny Rosman, warga Jalan Pisang, Limbungan, Rumbai Timur Pekanbaru.

Pasien menceritakan kronologis ia ditelantarkan. Pada Selasa pagi, pasien berobat ke RSD Madani Pekanbaru di Jalan Garuda Sakti Panam, menggunakan program berobat gratis UHC.

Awalnya, pasien sempat ditolak karena pihak rumah sakit mengaku, tidak bisa langsung menerima pasien UHC, meski warga Kota Pekanbaru. Pasien harus dirawat dulu di Puskesmas, baru bisa dirujuk ke RSD Madani.

Dikarenakan pasien mengalami patah tulang tangan, akhirnya bisa mendapatkan perawatan pertama di RSD Madani, setelah keluarganya menghubungi Diskes Pekanbaru. Pasien di-rontgen dan disuruh menunggu dokter spesialis.

Tak lama berselang, pihak RSD Madani menyebutkan dokter spesialis sedang cuti, dan tidak bisa dilakukan penanganan selanjutnya.

"Lalu kami diarahkan ke dokter umum, tapi ditunggu sampai sore nggak ada kejelasannya. Tiba-tiba kami disuruh ke rumah sakit lain untuk penanganan selanjutnya. Kan aneh, kami sudah di-rontgen, kenapa tak ditangani selanjutnya. Peralatan di sini kan lengkap," cerita Kenny.

Menanggapi kasus ini, Anggota DPRD Pekanbaru Zulkardi mengaku sangat menyesalkan pelayanan yang dilakukan RSD Madani Pekanbaru. Padahal, sekelas RSD Madani yang punya fasilitas medis lengkap harusnya bisa melayani pasien penyakit apapun. Apalagi pasien UHC, yang memang merupakan program pemerintah untuk semua masyarakat Kota Pekanbaru.

"Catatan kami dalam beberapa bulan terakhir, ini sudah kasus kesekiankalinya pasien ditelantarkan. Sebelumnya akhir Desember 2024 lalu ada pasien meninggal dunia bernama Lolya. Ini karena lambannya penanganan hingga dirujuk ke rumah sakit lain. Di tengah perjalanan meninggal dunia," tegas Zulkardi.

Menurutnya, sebagai rumah sakit pemerintah, harusnya RSD Madani harus menjadi contoh pelayanan terbaik bagi rumah sakit lainnya.

"Ini preseden buruk bagi kita semua. Bagaimana buruknya manajemen rumah sakit Madani. Mungkin saja masih banyak warga yang mengeluhkan pelayanan di sana. Perlu digarisbawahi, program UHC itu untuk masyarakat Kota Pekanbaru, bukan untuk keluarga pejabat atau lainnya," paparnya.

Zulkardi pun meminta Pj Walikota Pekanbaru Roni Rakhmat agar mencopot Plt Direktur RSD Madani Pekanbaru. Sebab, sejak kepemimpinannya di rumah sakit itu, sudah banyak kasus yang terjadi. Baik itu internal, apalagi dalam hal pelayanan, seperti hasil Sidak DPRD Pekanbaru belum lama ini.

"Supaya tidak jatuh korban lagi, kami minta Plt Direktur (RSD Madani) diganti saja. Sayang, predikat buruk terus disematkan di Madani. Dari kasus-kasus yang ada, kami rasa Pak Pj Wako sudah bisa ambil keputusan tegas," harapnya. (end)

Penulis
: Endi Dwi Setyo
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)