Pembunuh Tukang Becak di Kisaran Terungkap, 2 Pelaku Warga Medan

6.200 view
Pembunuh Tukang Becak di Kisaran Terungkap, 2 Pelaku Warga Medan
Kedua pelaku saat digiring polisi. (foto: fran manurung)
KISARAN, datariau.com - Setelah 2 pekan diburu polisi, akhirnya pelaku pembunuhan Rahmat Afandi alias Kadek (25) Warga Jalan Sisingamangaraja Gang Binawarga Kisaran Barat yang dibuang di areal Perkebunan Karet PT BSP Tanah Raja Desa Gedangan Kecamatan Pulo Bandreng dengan kondisi mengenaskan beberapa waktu lalu akhirnya terungkap.

Kedua pelaku bernama Rajani Nasution alias Putra (29) warga Jalan Kalianda Medan dan Arif Rahman Pulungan (20) warga gang Puskesmas Tembung Medan. Kaki kedua pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melarikan diri, saat ini keduanya ditahan di Polres Asahan guna keperluan pemeriksaan, Senin (13/4/2015).

Informasi yang dihimpun datariau.com, motif pembunuhan tukang becak motor ini ternyata murni perampokan. Kedua pelaku mengaku awalnya dari Medan hendak ke Kisaran akan mencari kerja. Karena sampai di Kisaran tidak memiliki uang, mereka akhirnya merencanakan untuk merampok.

Akhirnya dilihat korban Rahmad yang saat itu sedang sendiri. Kedua pelaku pun meminta korban mengantar mereka ke arah Rumah Sakit Katarina. Namun sesampainya di rumah sakit tersebut, kedua pelaku meneruskan perjalan dengan alasan mau menemui temannya. Korban yang tidak curiga, membawa kedua pelaku ke arah Sei Renggas. Dalam perjalanan, kedua pelaku akhirnya melihat jalan sekitar menuju Desa Gedangan sangat sepi dan menyuruh korban untuk memperlambat laju betornya.

Di sinilah keduanya langsung menghabisi korban. Melihat korban sudah tidak bernyawa, keduanya membawa korban ke lokasi kejadian dengan cara diikat tali pinggang. "Kami mau cari kerja, karena gak punya uang terpaksa kami merampok," ujar Arif dan Putra sambil kesakitan menahan bekas peluru di kakinya, ketika dikonfirmasi wartawan.

Kapolres Asahan AKBP Yulmar Himawan membenarkan kedua pelaku pembunuhan Rahmad Afandi akhirnya terungkap dan murni perampokkan. "Motif murni perampokkan dan kini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan guna keperluan penyelidikkan," jelas Yulmar.

Seperti diketahui, warga Kisaran beberapa waktu lalu gempar saat ditemukkan mayat Mr X tanpa identitas berjenis kelamin pria mengenaskan dengan kondisi tangan terikat dan leher serta perut ditemukan bekas luka tusukan benda tajam di areal perkebunan karet PT BSP Tanah Raja Desa Gedangan Kecamatan Pulo Bandreng.

Mayat tersebut ditemukan dengan posisi telentang dengan tangan terikat. Korban pertama kali ditemukan seorang penderes di perkebunan karet tersebut. Penemuan itu akhirnya sampai ke telinga warga sekitar lokasi kejadian dan membuat lokasi tersebut langsung dipadati warga yang ingin melihat korban. 

Warga juga menduga kalau korban dari luar daerah dan mayatnya dibuang di perkebunan karet tersebut. Petugas Polres Asahan yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP dan membawa mayat korban ke RSUD Kisaran guna keperluan visum dan dilanjutkan ke RS Medan untuk dilakukan otopsi.

Akhirnya setelah berselang 2 minggu pembunuhan tersebut perjalan kedua pelaku perampokan ini berhasil diungkap polisi. Pihak keluarga korban sangat berterimakasih kepada Polres Asahan karena sudah berhasil menangkap kedua pelaku dan diminta agar menghukum keduanya sesuai perbuatannya. (ran)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)