Mario Warga Riau Nekat Masuk Ruang Roda Pesawat Karena Ingin ke Jakarta Tanpa Biaya

2.019 view
Mario Warga Riau Nekat Masuk Ruang Roda Pesawat Karena Ingin ke Jakarta Tanpa Biaya
Kondisi Mario kritis di Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta di dalam Terminal 2F. (foto: net)
PEKANBARU, datariau.com - Mario Steven (21), seorang warga Jalan Ki Hajar Dewantara, Desa Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau nekat melakukan aksi berbahaya karena hendak ke Jakarta tanpa biaya.

Dengan menjadi penumpang gelap dan masuk ke ruang roda pesawat Garuda GA 177 Boeing 737-800 dari Pekanbaru tujuan Jakarta.

Karena aksinya ini, kondisi Mario memprihatinkan saat diketahui petugas bandara ketika pesawat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Jakarta, Selasa (7/4/2015) malam tadi. Sekujur tubuh Mario membiru dan telinganya mengalami pendarahan serta pria ini tidak sadarkan diri.

Akibat kondisinya ini, Mario langsung dilarikan petugas bandara ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno-Hatta di dalam Terminal 2F. Mario naik ke pesawat setelah menemukan celah pada pagar di landasan pacu Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru, Riau.

Mario pun diketahui ke Jakarta hanya bermodalkan pakaian yang melekat di tubuhnya saat menyusup ke ruang roda belakang pesawat. "Dia menyusup tanpa membawa apapun, tidak membawa dompet, identitas, tas, dan handphone," ujar Kabag TU Kantor Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Israfulhayat, Rabu (8/4/2015).

Saat ini, kata dia, pria lulusan SMK itu masih mendapatkan perawatan medis Bandara Soekarno Hatta. "Kondisinya sudah stabil sekarang, dan dia menuturkan dengan jelas alamat rumah dan nama orangtuanya," tuturnya.

"Dari kampungnya ke Bandara Syarif Kasim II Pekanbaru naik angkutan umum, setelah itu memanjat pagar bandara dan berlari menuju pesawat Garuda Indonesia GA 177, dan langsung menyusup masuk ke dalam rongga roda belakang pesawat," cerita Isra lagi.

Sebelum melakukan aksi nekat ini, diketahui juga bahwa Mario sempat beberapa kali mem-posting status di media sosial Facebook miliknya. "Kalau punya cewek ya jangan dicuekinlah, jangan nunggu apa-apa harus cewek duluan," ucap Mario dalam status Facebooknya.

Dalam kesempatan yang sama, mahasiswa di perguruan tinggi swasta di Kabupaten Simalungun ini juga menyindir sahabatnya dalam status Facebooknya itu. "Masih jaman nakal? Sekarang sudah harus berpikir gimana buat orangtua bisa bangga sama kita!!! Bisa bikin orang tua tersenyum itu ibadah di tahun 2015 ini mas bro," sindir Mario.

Namun Mario tidak menyebut nama temannya dalam postingannya itu. Dalam beberapa foto yang di upload, dia bersama teman-temannya terlihat senang saat berkunjung ke sejumlah tempat.

Mario nekat menyusup pesawat telah mempelajari cara untuk menyusup sekitar sepuluh tahun lalu lewat jejaring sosial Facebook. VP Corporate Communications Garuda Indonesia Pujobroto, mengatakan, keinginan Mario untuk mengunjungi Jakarta adalah alasan pemuda itu melakukan aksi nekatnya.

"Mario ingin ke Jakarta ingin sekali melihat tempatnya dilahirkan, itu pengakuan Mario saat kita tanyai di Balai Kesehatan Bandara Soekarno-Hatta. Dia mengaku memperlajari semuanya lewat Facebook," katanya.

Saat ini kata dia, kondisi Mario terkulai lemas dan terbaring tak berdaya sehingga petugas otoritas bandara tidak memungkinkan untuk memintai keterangannya.

"Petugas parkir bandara menemukan Mario dalam keadaan lemas karena mengalami kekurangan oksigen dengan telinga berdarah dan jari-jari yang membiru di rongga ban pesawat," tukasnya.

Pujobroto mengatakan, waktu penerbangan antara Pekanbaru dan Jakarta memakan waktu satu jam tiga puluh menit itu, pesawat berada pada ketinggian 30.000 hingga 34.000 kaki. "Dengan ketinggian 30.000 hingga 34.000 kaki dan temperatur panas di bawah 0 derajat, hal tersebut yang menyebabkan kondisi Mario seperti itu," ujar Pujobroto.

Dengan kondisi seperti itu, sangat tipis kemungkinan manusia normal bisa bertahan tanpa luka sedikit pun. Namun karena keinginan untuk pergi ke Jakarta yang diidamkan Mario sejak sekitar sepuluh tahun lalu, maka aksi nekat ini pun dilakukan. Karena diketahui bahwa Mario dilahirkan di Jakarta sehingga dirinya ingin berkunjung tempat kelahirannya tersebut, namun tidak memiliki dana.

"Dalam pengakuannya Mario sudah mempelajari cara menerobos bandara sekitar sepuluh tahun lalu karena dia dilahirkan di Jakarta dan dibesarkan di Riau sehingga dia berniat pergi ke Jakarta," kata Pujobroto.

Setelah mempelajari kondisi bandara, Mario berhasil masuk melalui rongga ban sebelum pesawat diperbolehkan terbang oleh petugas Air Traffic Control (ATC).

"Biasanya sebelum pesawat terbang, harus terlebih dahulu mendapat izin petugas ATC. Nah, pas disitu pesawat dalam keadaan berhenti, Mario berhasil menyelinap," sambungnya.

Setelah pesawat tiba di Jakarta, petugas parkir Bandara Soekarno-Hata menemukan Mario sudah tidak berdaya. "Ditemukan oleh petugas parkir pukul 15.15 WIB dalam keadaan kekurangan oksigen dan jari-jari membiru, telinga dia juga berdarah," pungkasnya.

Atas insiden ini, maskapai Garuda Indonesia kecewa terhadap otoritas Bandara Sultan Syarif Kasin II Pekanbaru, Riau. Karena ada penyusup yang menaiki pesawat Garuda GA-117 melalui rongga ban. Menurut Pujobroto, sebelum pesawat diterbangkan bandara harus bebas dari manusia ataupun hewan di jalur perlintasan.

"Bagaimana bisa yang bersangkutan dapat lolos dari pegawasan petugas? Karena itu harus dijaga dan peristiwa itu dapat mempengaruhi penerbangan nantinya," kata Pujubroto lagi.

Untuk itu, Garuda Indonesia akan mempertanyakan kepada otoritas bandara terkait lolosnya Mario Steven dari pengawasan dan penjagaan petugas di lapangan. "Karena itu bukan kewenangan dari Garuda Indonesia, makanya kita akan konsen untuk mempertanyakannya," tegasnya.

Atas insiden ini pula, pihak Bandara SSK II Pekanbaru memperketat pengawasan di bandara. Jika sebelumnya untuk masuk ke kompleks perkantoran manajemen Bandara SSK II dan ke kantor BMKG bisa langsung, kini harus meninggalkan identitas diri. Pihak manajemen Bandara SSK II pun kini tengah melakukan rapat dan berjanji akan segera memfasilitasi wartawan guna mendapatkan informasi.

OIC Bandara SSK II menjanjikan akan memfasilitasi wartawan untuk bertemu langsung dengan GM Bandara SSK II Pekanbaru Slamet Samiadji, siang ini. (rik)

Sumber: okz/mdc/l6c/dtc/rtc

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)