Ditinggal Kerja, Rumah di Bintungan Tarai Bangun Ludes Terbakar

1.610 view
Ditinggal Kerja, Rumah di Bintungan Tarai Bangun Ludes Terbakar
Pemadam kebakaran memadamkan api yang membakar rumah Doni di Perumahan Bintungan Tarai Bangun, Kampar. (foto: riki)
TAMBANG, datariau.com - Satu unit rumah tipe 36 di Perumahan Bintungan, Blok A4 nomor 17, RT 5 RW 2 Dusun 1 Desa Tarai Bangun, Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar ludes terbakar, Sabtu (29/11/2014) sekitar pukul 10.20 WIB pagi tadi.

"Asap hitam pertama tampak dari kamar depan, saya langsung tarik anak keluar dari rumah karena takut apinya juga merembes ke rumah saya," ungkap Devi, warga yang bersebelahan dengan rumah yang terbakar.

Saat terbakar, rumah dalam kondisi kosong. Penghuni rumah diketahui memang sering keluar karena suami dan istri bekerja sementara anaknya sekolah dan sebagian dititipkan.

Mengetahui adanya rumah yang terbakar, pemilik rumah di sekitar pun langsung panik dan berteriak minta tolong karena memang kondisi rumah di komplek tersebut rapat dan saling berdempetan.

"Kami langsung teriak karena asapnya begitu tebal berwarna hitam. Langsung bapak-bapak mendobrak pintu belakang dan mengeluarkan gas serta genset yang ada di belakang," ujar Devi lagi.

Dua unit mobil pemadam kebakaran pun diturunkan. Hampir satu jam api baru berhasil dijinakan, baik dengan cara disiram secara manual oleh warga dan dibantu pemadam kebakaran. Seluruh rumah dan isinya ludes terbakar karena api begitu cepat menjalar ke bagian ruangan rumah melalui plafon.

Ditambah lagi akses untuk masuk ke komplek perumahan tersebut tengah ada pekerjaan pengaspalan yang mengakibatkan mobil pemadam kebakaran harus berputar jauh untuk menuju lokasi kejadian.

Doni, pemilik rumah yang tiba saat api sudah padam, tampak begitu terpukul. Bahkan istrinya tumbang dan harus dipapah warga untuk diistirahatkan di rumah tetangga.

"Saya tak bisa pastikan apakah tadi ac di kamar dimatikan atau tidak. Saya tak ada di rumah, anak sekolah dan ada yang dititipkan. Rumah ini kosong," ungkap Doni yang hanya terduduk menyaksikan rumahnya hangus terbakar.

Ketua RT 5 Edwar Matondang, mengatakan, bahwa kebakaran tersebut diduga karena konsleting pendingin ruangan ac yang ada di kamar, karena api pertama kali diketahui warga berasal dari kamar utama tersebut.

Karena pintu depan dan jendela dipasangi terali besi, warga kesulitan untuk menerobos masuk memadamkan api, sehingga barang-barang berharga tak bisa diselamatkan.

"Bisa jadi karena ac, karena apinya dari kamar depan. Ada terdengar satu kali ledakan besar tadi. Mungkin dari alat elektronik," ujar Edwar.

Kepada warga yang berkerumun melihat musibah kebakaran ini, Edwar menghimbau agar lebih waspada ketika ingin meninggalkan rumah. "Kalau memang akan kosong, pergi semua, baik dimatikan saja kontaknya dari kilometer, itu lebih aman," pungkasnya. (rik)
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)