PEKANBARU, datariau.com - Minarni (51), seorang Pegawai Negeri Sipil yang berdomisili di Jalan Teratai Kecamatan Sukajadi Pekanbaru Kota, menjadi korban hipnotis. Modusnya, para pelaku menghampiri korban dengan maksud menukarkan uang Dollar Singapura, lalu menggiringnya ke dalam mobil.
Disini, harta benda korban ditukarkan dengan beberapa lembar kertas menyerupai uang. Setelah tersadar, Minarni pun melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi.
Kepala Bidang Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Kamis (30/10/2014) mengatakan, atas kejadian itu, korban membuat laporan ke Mapolresta Pekanbaru. Adapun kerugian materi ditaksir sekitar Rp 17.500.000.
"Penyidik sudah mengumpulkan keterangan dari korban, dan tengah dilakukan pengejaran," ujar Guntur.
Guntur menceritakan, Minarni menjadi korban hipnotis 3 OTK Orang Tak Dikenal, dimana salah satunya mengaku sebagai warga berkebangsaan Singapura.
Dalam laporannya di kepolisian, awalnya korban mengaku diajak bertemu oleh pelaku (warga Singapura), Selasa (28/10), dengan alasan ingin menukarkan uang Dollar.
Saat itu, pelaku ingin tukar uang buat keperluan pergi ke Perawang, saat ngobrol, datang seorang lelaki lainnya yang saya tidak kenal oleh korban, dia minta, agar korban bisa menolong orang Singapura tersebut untuk menukarkan uang ke Bank, karena tidak memiliki mata uang Rupiah. "Menurut korban, saat kejadian, Kedua pelaku sempat menunjukkan beberapa lembar mata uang Dollar kepadanya," terang Guntur.
Tak beberapa lama turun dari dalam mobil, kata Guntur, seorang pelaku lainnya yang mengaku pegawai salahsatu Bank yang akan mengantarkan korban ke Bank untuk menukarkan uang tersebut. "Lalu ketiganya membawa korban masuk ke dalam mobil," lanjutnya.
Di dalam mobil, pelaku dari Singapura tersebut justru bukan ingin menukarkan uang, melainkan membeli gelang korban. Kuat dugaan, korban yang sudah di bawah kendali para pelaku mau menukarkan gelang emasnya dengan sebuah amplop. Tiba-tiba setelah itu, korban diturunkan di depan RS Santa Maria Ahmad Ani.
"Minarni pun kemudian pulang. Namun sesampainya di rumah ia baru tersadar bahwa dirinya sudah menjadi korban hipnotis dari Ketiga pelaku. Ia pun segera membuka amplop yang diberikan pelaku ini, yang isinya berupa 7 lembar kertas berwarna merah," pungkas Guntur. (*)
Sumber: merdeka