Polisi Ringkus 4 Rampok yang Bunuh Sopir GoCar Pekanbaru, Berikut Peranannya..

Hermansyah
3.320 view
Polisi Ringkus 4 Rampok yang Bunuh Sopir GoCar Pekanbaru, Berikut Peranannya..
Empat orang terduga pelaku perampokan yang disertai pembunuhan telah diringkus Polresta Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Polresta Pekanbaru, akhirnya berhasil meringkus empat dari enam kawanan terduga perampokan yang disertai pembunuhan terhadap supir Go-Car Ardhie Nur Aswan (23), Selasa (28/11/2017), dari berbagai tempat berbeda.

 

Dalam kesempatan tersebut, aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pekanbaru, mengungkap peran masing-masing yang dilakukan kawanan perampokan tersebut, yang berujung pada kematian atau menghabiskan nyawa salah seorang supir Go-Car yakni Ardhie.

 

Pengungkapan para terduga pelaku pembunuhan tersebut, masing-masing berinisial V alias Vic (20), Mrg alias Mar (20), Lps alias Li (20), dan Fst alias Fije (20).

 

Selanjutnya, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto yang didampingi oleh sejumlah jajaran lainnya menyebutkan, kasus ini murni tindakan perampokan dan pembunuhan. 

 

Dimana aksi yang berujung pada tewasnya Ardhie Nur Aswan (23) telah direncanakan. Lanjutnya, saat peristiwa itu, di dalam mobil, korban sudah dijerat menggunakan tali nilon berwarna putih yang kemudian ditemukan di lokasi penemuan mayat Ardhie di kilometer 57 Kelurahan Sam-Sam Kecamatan Kandis Kabupaten Siak Provinsi Riau. 

 

Dijelaskan lagi, peristiwa ini sendiri bermula dari enam pelaku bernyanyi-nyanyi (karaoke) di tempat hiburan Koro-koro Panam Jalan HR Soebrantas Pekanbaru.

 

Kemudian korban menjemput para terduga pelaku di tempat tersebut, dan yang melakukan pemesanan unit Go-Car adalah terduga pelaku Lps alias Li (20). 

 

Ia menambahkan, saat di perjalanan menuju tujuan yang dimaksud, korban Ardhie Nur Aswan lantas dijerat dengan menggunakan tali nilon dari belakang oleh terduga pelaku Vic (20), hingga kemudian Ardhie lemas.

 

Lanjutnya, saat dalam kondisi sekarat itu, para pelaku secara bersama-sama membunuh korban hingga benar-benar meregang nyawa di bagian tempat duduk belakang mobil.

 

''Jadi, awalnya korban menjadi sopir, lantas dijerat nilon, sampai korban lemas, setelah itu, para pelaku menarik korban ke belakang lantas membunuhnya sampai benar-benar pasti tidak bernyawa,'' ungkap Kapolres. 

 

Kapolresta Pekanbaru melanjutkan bahwa para pelaku pun sepakat untuk membuang korban dengan mencari beberapa lokasi, hingga akhirnya diputuskan korban dibuang di daerah Jalan Lintas Pekanbaru Kandis kilometer 57 Kelurahan Sam-Sam Kecamatan Kandis.  

 

Semenjak awal aksinya itu, kawanan perampok dan pembunuh ini memang sudah berniat untuk menguasai mobil yang digunakan oleh sopir Go-Car bernama Ardhie Nur Aswan tersebut.

 

Hanya saja, niat mereka akhirnya buyar, setelah keesokan harinya, keluarga korban melapor kepada pihak kepolisian terkait hilangnya sopir Go-Car yakni Ardhie Nur Aswan (23) tersebut. 

 

Kemudian para pelaku pun panik, hingga mereka melarikan diri, hingga informasi penemuan sesok mayat yang diduga bernama Ardhie Nur Aswan (23) yang ditemukan di daerah Jalan Lintas Pekanbaru Kandis kilometer 57 Kelurahan Sam-Sam Kecamatan Kandis.

 

Sebab informasi yang demikian gencar seputar pencarian Ardhie dan mobil yang hilang. Akhirnya para pelaku panik dan membuang mobil yang mereka (pelaku) curi ke jurang di daerah Tanah Karo Sumatera Utara.

 

Namun, dari penemuan tengkorak itulah, aparat kepolisian kemudian mengembangkan kasus hilangnya Ardhie Nur Aswan (23), hingga akhirnya dipastikan kalau kerangka manusia yang ditemukan di Kandis Siak merupakan benar milik Ardhie Nur Aswan. 

 

Kepolisian akhirnya berhasil mengungkap para pelaku satu demi satu. Berwalnya, dari polisi yang membekuk salah satu pelaku inisial Vic (20) dan Mrg (20) di rumah kontrakanya di Jalan Purwodadi Kecamatan Tampan Kota Pekanbaru, Sabtu (11/11/2017) lalu.

 

Dari penangkapan keduanya itu, aparat kemudian bergerak melakukan pengembangan mencari pelaku lainnya, hingga akhirnya, Selasa (14/11/2017) lalu, polisi berhasil menangkap Lps (20), di Gunung Bayu Kecamatan Silau Kahian Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara.

 

Selanjutnya, polisi kembali menangkap satu pelaku terduga perampokan yang diserta dengan pembunuhan yakni Fst (20) di Cilegon Banten, Rabu (22/11/2017) lalu.

 

Sedangkan sementara ini, dua orang pelaku lainnya masih terus diburu dan dalam proses pengejaran oleh aparat kepolisian, seperti yang dilansir dari riausky.com, Selasa (28/11/2017).

 

Dalam pengungkapan kasus perampokan dan pembunuhan ini, aparat kepolisian telah mengamankan sejumlah alat bukti, yang diantaranya adalah sebagai berikut, satu unit mobil Suzuki Ertiga platform BM 1654 NV milik korban Ardhie Nur Aswan, pakaian berupa celana panjang levis, baju kaos dan celana dalam, beserta tali nilon yang diduga digunakan pelaku untuk menjerat dan menghabiskan nyawa korban, handphone milik korban.*

Editor
: Hermansyah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)