Laporan Korban Salah Tangkap Polsek Pekanbaru Kota Belum Ditanggapi Bidpropam

datariau.com
2.920 view
Laporan Korban Salah Tangkap Polsek Pekanbaru Kota Belum Ditanggapi Bidpropam

PEKANBARU, datariau.com - Sehat Parta (22), korban salah tangkap oleh oknum anggota Polsek Pekanbaru Kota mengaku kecewa. Pasalnya, laporannya ke Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau, sejak Rabu (18/1/2017) lalu, hingga kini belum ditanggapi pihak Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam).

"Saya merupakan korban salah tangkap Bang. Saya dikira pelaku jambret. Saya disergap dua oknum anggota Polsek Pekanbaru Kota. Saya langsung dijatuhkan ke tanah. Seorang dari mereka meninju dan memijak mijak tubuh saya," tuturnya dikutip riauterkinicom, Jumat (27/1/2017).

Sehat mengatakan, sebelum diperlakukan seperti itu dia berulang kali memohon dan mengatakan bukan jambret. Tetapi kedua oknum polisi itu tetap menganiayanya.

Kejadian tragis yang menimpa Sehat itu terjadi Selasa (17/1/2017) malam lalu. Kala itu dirinya sedang membuang sampah di depan kedai pamannya, Jalan Teratai Bawah, Kecamatan Senapelan.

Tiba-tiba saja dua orang anggota polisi menyergap dirinya. Dia yang kaget hanya pasrah. Kedua anggota tersebut langsung menjatuhkan dia ke tanah. Dia langsung dibogem dan diinjak.

"Pas saya teriak mintak tolong. Warga pun datang mau bantu saya. Tapi akhirnya bubar, karena polisi itu menembakan pistolnya ke arah atas," tuturnya.

Sehat lalu digelandang ke Mapolsek Kota Pekanbaru di Jalan Jenderal Sudirman. Di sana lah dia dipertemukan dengan pelaku jambret bernama Dede Pardede. Karena tidak mengenal Sehat, polisi tersebut baru yakin bahwa korban bukan lah kompletan pelaku jambret rekan Dede.

Kedua oknum polisi yang telah salah tangkap ini pun meminta maaf dan membebaskan Sehat. Tak terima atas perlakuan itu, Sehat Parta lalu melaporkan kedua oknum polisi itu ke Polda Riau. Tetapi hingga kini, Sehat mengaku belum tanggapan dari pihak Bidpropam Polda Riau.

"Saya hanya ingin menuntut keadilan Bang," katanya menutup perbincangan.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)