ASAHAN, datariau.com - Arena Gelanggang Permainan (Gelper) beberapa bulan terakhir marak di kota Kisaran Kabupaten Asahan. Bahkan judi yang berkedok permainan anak-anak ini bagaikan tak tersentuh oleh pihak Pemkab sendiri.
Karena setelah sekian lama beroperasi, belum ada razia yang dilakukan oleh pihak Pemkab Asahan khususnya Satpol PP. Diduga gelper tersebut menjadi mesin ATM oleh oknum pejabat pemerintahan setempat.
Lokasi judi Gelper rata-rata berada di pemukiman masyarakat dan sekitarnya. Warga setempat sudah mulai resah, apalagi jam oprasionalnya hingga tengah malam dan sangat mengganggu. Namun tindakan oleh lembaga berwenang seolah tutup mata. Dan menganggap perjudian omset ratusan juta tersebut tidak ada.
Pantauan tim datariau.com di lapangan, diketahui ada beberapa titik di kota Kisaran gelanggang permainan ini diduga menjadi tempat judi. Salah satunya bernama SEA Game jalan Sisingamangaraja, Happy Zone depan kantor PLN jalan Dr Sutomo, Abadi Zone jalan Wahidin, dan Jimbaran jalan Imam Bonjol.
Padahal penggerebekan yang dilakukan Polda Medan terhadap Murai Game Kisaran beberapa bulan yang lalu sempat membuat pengelola gelper di Kota Kisaran ketar-ketir. Isu berkembang, Gelper di Kota Kisaran sempat ditutup selama 2 atau 3 hari dan sekarang mulai beroperasi lagi dengan bebas.
Salah seorang tokoh masyarakat Asahan, Aldo mengharapkan, pihak Polres Asahan dan Polda Sumut tidak tebang pilih dalam penanganan kasus judi.
"Kita masyarakat yang tidak punya kepentingan dalam soal ini menduga pihak pemerintahan setempat telah tebang pilih dalam penertiban Gelper yang meresahkan masyarakat itu, contoh saja hingga saat ini gelanggang permainan (gelper) dengan bebas di Kota Kisaran makin mengila saja," ujar Aldo.
Aldo juga menyayangkan sikap Pemkab Asahan yang mengeluarkan izin permainan anak-anak yang berbau judi dan pihak pemkab seharusnya mencabut izin yang mengatasnamakan permainan anak-anak tersebut, bukan harus melihat dari luar saja karena warga sangat resah sampai saat ini.
"Penggerebekan harus dilakukan, mengingat Kisaran dikenal dengan julukan Kota Imtaq. Parahnya lokasi judi yang berkedok permainan anak-anak ini subur di Kota Kisaran. Pengunjung yang datang pun tidak memandang usia," beber Aldo.
Dimana, modus yang dilakukan di sejumlah Gelper di Kota Kisaran adalah berupa seratus koin bisa ditukar dengan satu voucher pulsa Rp100.000. Voucher itu bisa diuangkan Rp 95.000 dengan calo di luar area Gelper.
Peristiwa penggerebakan judi gelper di Kisaran, yang dilakukan oleh pihak Polda Sumut beberapa waktu lalu, sudah mencoreng kinerja Polres Asahan. Kali ini, Polres diminta jangan sampai lengah dengan berkembangnya judi Gelper di Kota Kisaran. Sehingga harus segera mengambil tindakan cepat dengan menggulung judi yang ada di Asahan. Salah satunya Gelper tersebut.
''Jangan sampai terjadi ketiga kali. Yang di Kota Kisaran langsung digerebek Polda Sumut, ini akan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polres Asahan. Kita minta polisi setempat yaitu Polres Asahan untuk mengulung judi gelper di Kota Kisaran secepatnya. Jangan sampai keduluan oleh Pihak Polda Sumut,'' ujar Aldo.
Ia mengatakan, dengan ada informasi Gelper berbau judi mulai marak di Kisaran, Polres harus segera menyikapi, bila perlu Polda Sumut, Polres, dan Pemkab Asahan menurunkan mata-mata untuk memantau aktivitas di lokasi yang diinformasikan.
"Harusnya dengan segera disikapi aparat kepolisian dan Pemkab Asahan di daerah ini karena bagaimana pun Gelper berbau judi itu harus dibasmi dari Kota Imtaq ini. Karena sudah terlalu bebas dan tak pernah tersentuh hukum," pungkas Aldo.
Kabag Humas Pemkab Asahan Ajim Manik saat dimintai keteranganya menyangkut maraknya Game Zone diasahan melalui handphone selurer mengatakan bahwa ia tidak bisa banyak komentar terkait hal itu.
"Kkalau masalah game zone saya tidak bisa banyak komentar, karena Bupati Taufan Gama Simatupang sudah pernah memerintahkan lokasi game zone tersebut harus tutup, tapi saya heran kenapa sampai saat ini tempat tersebut belum ditutup juga," kata Ajim.
Dari pantauan tim datariau.com di lapangan, sampai saat ini pengoperasian lokasi Game Zone semakin marak dan meraja lela, akibat permaian game zone tersebut pasangan suami istri sering bertengkar di lokasi Galper, dan para pemain kalau kalah dalam bermain dia tidak segan-segan untuk menggadaikan harta bendanya seperti kendaraan yang ia bawa, mirisnya lagi, di luar lokasi ini ada pula penampung penggadaian harta benda.