RENGAT, datariau.com - Legal and Relations Asiten Manager Pertamina EP Field Lirik, Ahmand Jabbar diduga melakukan pelecehan dan penistaan terhadap profesi wartawan di Kabupaten Inhu.
Pelecehan itu diduga dilakukan melalui media sosial dengan menggunakan akun Facebook atas nama dirinya Ahmad Jabbar, dengan modus curhat dengan menulis sebuah pernyataan yang dinilai memojokan wartawan atas nama Zulpen Zuhri dalam menjalankan aktifitas jurnalistik.
Atas tulis yang dinilai mengundang unsur kebencian terhadap profesi wartawan, maka wartawan yang bersangkutan secara resmi membawa persoalan dugaan pelecehan yang dialaminya ke pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Zulpen yang tercatat sebagai anggota PWI dengan nomor KTA 03.00.13729.09B, menjelaskan, kalau dirinya keberatan atas status Facebook milik Ahmad Jabar yang sudah mendeskritkan dirinya, dimana tulisan yang dibuat dan diposting oleh Ahmad Jabbar menggunakan facebook bisa diakses oleh setiap orang sehingga muncul persepsi dugaan kalau dirinya dimaksud dalam tulisan yang dibuat oleh Ahmad Jabar sudah melakukan pemerasan dan persepsi miring lainya oleh setiap orang yang bisa mengakses Facebook atas nama Ahmad Jabar pada postingan Ahad (20/11) pukul 16.44 WIB itu.
"Saya keberatan dengan status Facebook Ahmad Jabbar, profesi wartawan yang saya jalani dianggap miring, tidak bisa dibedakan antara pribadi dengan pekerjaan. Kasus ini sepenuhnya saya serahkan ke PWI Kabupaten Inhu, langkah awal dalam meminta keadilan," kata Zulpen dalam jumpa pers di PWI Inhu Pematangreba, Senin (21/11/2016).
Tulisan yang membuat Zulpen merasa dilecehkan profesinya sebagai wartawan oleh Ahmad Jabbar sebagai berikut;
"Ada2 aja pk Zulfen (wartawan pelita riau).. kemarin datang kepada saya meminta dibantu beasiswa S2. tidak bisa di bantu dan sdh di jelaskan bersama pk darwis juga.echh. mau dinaikan berita.. capek dech..weleh weleh." Begitu isi tulisan postinganya sehingga menimbulkan persepsi dan opini buruk terhadap wartawan.
"Mungkin setiap orang yang membaca postingan facebook Ahmad Jabbar tentang saya, mereka bisa saja menuduh saya sudah menakut-nakuti atau memeras Ahmad Jabbar agar berita tidak dibuat dan saya dibantu beasiswa," jelas Zulpen.
Bukan hanya itu, dalam kolom komentar kembali Ahmad Jabbar memposting tulisan baru yang dinilai sudah menghina profesi wartawan dengan tulisanya "Siip ada2 aja wartawan skrg. saya ambil positif juga,, makin terkenal wajah saya.. ho ho tks pak zulpen."
Zulpen mempertanyakan maksud tulisan yang buat Ahmad Jabbar, apakah untuk menghina dirinya, atau menghina profesi wartawan atau menuduh dirinya sebagai wartawan sudah melakukan pemerasan.
"Saya melaporkan Ahmad Jabbar ke PWI Inhu karena status facebook-nya menyebutkan kata-kata yang menurut saya menistakan profesi wartawan," ujar Zulpen.
Sementara itu, Ketua PWI Kabupaten Inhu Kasmedi membenarkan laporan tersebut sudah masuk dan langsung menyikpainya dengan menggelar rapat internal PWI Inhu. "Kita menyesalkan perbuatan yang sudah melecehkan profesi wartawan, kita sudah menyepakati langkah-langkah yang diambil," ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Kasmedi, selain membahas tulisan yang diposting oleh akun facebook atas nama Ahmad Jabbar, PWI Inhu juga meminta penjelasan dan membahas persoalan anggaran Cosial Sibility Respont (CSR) PT Pertamina EP Lirik secara terbuka di DPRD Inhu.
"Kita juga minta persoalan CSR perusahan ini penggunaannya diberitahukan ke DPRD, berapa jumlahnya, berapa persen untuk lingkungan sosial kemiskinan, pendidikan dan kesehatan," pungkasnya.
Pantauan di halaman beranda akun Facebook Ahmad Jabbar, Selasa (22/11/2016) siang dia tampak menuliskan bahwa telah mendapat kabar dirinya telah dilaporkan ke PWI Inhu. Namun dari tulisan yang diposting 54 menit yang lalu saat jam menunjukkan pukul 11.47 WIB, Ahmad tampak santai dan legowo atas laporan tersebut.
"Barusan dapat info dari sahabat saya jurnalistik, bahwa sdr. Zulfen melaporkan saya ke PWI Kab. Inhu dan PWI kab.inhu melakukan somasi.. sebagai organisasi pwi,, saya sangat mendukung somasi ini.. sehingga dapat kelihatan kebenaran.. Nama WA sdh harum dan kebanggaan masyarakat lirik dan inhu. tpi seperti berita dibawah ini masih muncul di online..bravo," tulisnya sembari menautkan link berita online Antarariau.com dengan judul "Bayar Masuk Objek Wisata Pertamina Lirik, Pengunjung Kesal dan Mempertanyakan".