Begini Reka Ulang Dua Pelajar di Pekanbaru Duel Hingga Seorangnya Tewas

datariau.com
1.197 view
Begini Reka Ulang Dua Pelajar di Pekanbaru Duel Hingga Seorangnya Tewas
Riauterkini.com
Reka ulang perkelahian dua pelajar di Pekanbaru.

PEKANBARU, datariau.com - Demi penyidikan sekaligus untuk menggambarkan perkelahian maut antara dua pelajar di Pekanbaru Dendi Onwesli (15) dan Perdinan (16) yang terjadi pada 30 September siang lalu, aparat Polsek Tenayan Raya menggelar rekonstruksi kejadian, Kamis (6/10/2016) siang.

Dalam reka ulang peristiwa duel maut yang menyebabkan tewasnya Dendi tersebut, 21 adegan pun diperagakan oleh pelaku dan korban (peran pengganti), mulai dari awal penyebab perkelahian, lokasi perkelahian hingga kejadian perkelahian itu.

"Ada 21 adegan (rekonstruksi). Dari beberapa adegan yang diperagakan, pelaku sempat melayangkan beberapa kali pukulan ke arah ulu hati korban. Diduga hal itulah yang menyebabkan korban meninggal dunia. Apalagi dari hasil visum, ditemukan juga luka dalam pada bagian ulu hati korban akibat perkelahiannya dengan pelaku," kata Kapolsek Tenayan Raya, Komisaris Polisi Indra Rusdi ketika memimpin jalannya proses rekonstruksi.

Menurutnya, reka ulang tersebut diawali dari pertemuan antara korban dengan pelaku sesaat setelah jam pulang sekolah di Jalan Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya. Tepatnya di belakang SMP Bukit Raya. Dari pertemuan itulah, korban dengan pelaku kemudian saling berpandangan sinis, sehingga membuat korban tak senang. Korban lalu mengajak pelaku untuk berkelahi di lapangan sepak bola yang berada persis di belakang kantor Lurah Sail.

Pelaku bukannya menolak, tapi justru menerima tantangan tersebut. Perkelahian pun tak dapat terhindarkan, keduanya akhirnya sepakat baku hantam satu lawan satu di tempat kejadian perkara. Malang bagi korban, ketika berduel dengan pelaku, ia kalah karena mendapat bogem mentah berkali-kali di bagian kepala dan perut hingga ke ulu hati.

"Korban sempat dibantu teman-temannya untuk dibawa ke rumah sakit, tapi karena kondisinya tak memungkinkan, korban kemudian dilarikan ke klinik terdekat. Di klinik itulah korban akhirnya meninggal dunia.

"Hasil penyidikan nantinya akan kita cocokkan juga dengan hasil visum dan rekonstruksi," sebutnya.

Disinggung mengenai si pelaku yang masih dibawah umur, Rusdi mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Bapas Anak untuk memberlakukan diversi bagi pelaku. Hanya saja, diversi tersebut juga masih dalam proses dengan pihak Bapas.

Editor
: Riki
Sumber
: Riauterkini.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)