PEKANBARU, datariau.com - Pemerintah pusat memutuskan untuk meliburkan semua kegiatan ngajar mengajar pada Senin (16/03/2020). Kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara untuk memperkecil penyebaran Virus Covid-19 yang menggemparkan Indonesia.
Akibat penyebaran virus Covid-19, sudah ada pasien yang positif corona yang bertempatan disalah satu perumahan aur kuning, kelurahan Air Dingin, pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki dan sempat dirawat di Rumah Sakit Arifin Achmad pada tanggal 13 Maret 2020. Menurut salah satu tim medis yang menangani pasien tersebut mengatakan, pasien tersebut selesai mengikuti suatu acara tablig akbar yang dilaksanakan di Malaysia.
Kemudian, Libur ini dilaksanakan di seluruh Pekanbaru. Berikut tanggapan seorang mahasiswi tentang adanya kegiatan TAKE HOME EXAM akibat covid-19.
Winda, seorang mahasiswa di Universitas Pekanbaru mengaku setuju dengan kebijakan Pemerintah Pekanbaru untuk meliburkan kegiatan ngajar mengajar untuk meminimalisir penyebaran virus covid-19.
Namun, ia merasa kesulitan dengan tugas-tugas yang diberikan dosen dan adanya TAKE HOME EXAM.
"Saya setuju dengan adanya libur untuk mencegah penyebaran virus covid tersebut, namun saya juga merasa kesulitan dengan tugas-tugas yang diberikan semua pengampu mata kuliah sehingga adanya penumpukan tugas. Untuk TAKE HOME EXAM, saya kurang percaya diri dengan ujian tersebut karna dalam sistem belajar kurang efektif dan sangat sulit untuk dipahami, Ada beberapa dosen yang hanya memberikan materi saja dan kita harus bisa memahami materi tersebut. Sementara, pada saat ujian kita memerlukan konsentrasi agar mendapat hasil yang memuaskan," katanya.
Selain itu, Etika, Mahasiswi salah satu Universitas di Pekanbaru asal Rokan Hulu mengaku sependapat dengan pemerintah yang meliburkan sekolah dan perguruan tinggi, karena virus corona sangat cepat menular.
"Saya setuju dengan adanya libur, namun saya kurang setuju dengan tugas-tugas yang diberikan secara serentak sehingga tugas itu numpuk karna libur," katanya.
Menurutnya, Ujian dirumah juga tidak enak karna kurangnya pengetahuan tentang materi selama kuliah online.
"Sudah seperti kuliah privat, dalam tugas kelompok saya juga kesulitan untuk berdiskusi karna kalau berdiskusi melalui whatsapp kadang ada yang gampang tersinggung dan ada yang tidak enak hati," ujar Etika.
Menurutnya, lebih baik sistem kuliah online di tiadakan dan tugas-tugas dirumah dihentikan sementara sampai virus tersebut hilang.
"Saya khawatir dengan adanya tugas yang menumpuk mengakibatkan stres sehingga membutuhkan refreshing. Saya juga khawatir dengan anak sekolah seperti anak SD yang selama liburnya diberikan tugas sementara mereka beranggapan libur terbebas dari tugas. Akibat tugas yang menumpuk itu anak-anak SD merasa bosan dan suntuk sehingga mereka nekat keluar rumah untuk bermain sehingga mudah tertular Virus Corona tersebut," pungkasnya.
*Penulis: Jumiati, Mahasiswi Universitas Islam Riau