Meski Langka, Pertamina Sebut Stok Elpiji 3 Kg di Pekanbaru Aman

1.592 view
Meski Langka, Pertamina Sebut Stok Elpiji 3 Kg di Pekanbaru Aman
Ilustrasi elpiji. (foto: net)
PEKANBARU, datariau.com - Kelangkaan gas elpiji ukuran 3 kilogram yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah di Pekanbaru direspon pihak Pertamina. Ditegaskan dari Pertamina sampai saat ini tidak ada melakukan pengurangan alokasi untuk Pekanbaru.

"Stok aman kok! sehari itu kami menyalurkan gas elpiji ukuran 3 kilo untuk Pekanbaru sebanyak 17 ribu tabung, dan jika ditotal secara kesuluruhan Riau itu 105 ribu tabung perhari, kami sudah menambah pasokan untuk gas elpiji 12 kilo gram," tegas Sales Representative Elpiji Pertamina Pekanbaru Donny Brilianto, saat dikonfirmasi melalui selulernya, kemarin.

Dikatakannya, untuk penyaluran gas elpiji 3 kilo ini dilakukan ke 12 agen resmi Pertamina. Memang sebelumnya banyak keluhan masyarakat tentang adanya kelangkaan, maka pihak Pertamina langsung merespon dan menemukan titik kekurangan pasokan itu terjadi yakni di Tampan.

"Dua pekan lalu kami menemukan titik kekurangan pasokan di Tampan, dan kami langsung lakukan upaya penanggulangan dengan menggelar operasi pasar, kalau tidak salah pada 7-8 Oktober kemarim," ujarnya.

Diterangkannya, kekurangan pasokan itu terjadi di Jalan Purwodadi, Cipta Karya, Suka Karya, Taman Karya, Delima, Rajawali Sakti, Garuda Sakti, dan di Perum Sidomulyo.

"Dengan kondisi ini, kami menghimbau masyarakat untuk melaporkan kepada Disperindag dan aparat kepolisian jika ada spekulan atau oknum yang menimbun elpiji 3 kilo gram dalam jumlah besar, karena dikhawatirkan melakukan pengoplosan ke elpiji 12 kilo gram," ujarnya.

Disampaikan Donny juga, dikhawatirkan tejadinya kelangkaan ini banyaknya masyarakat yang migrasi dari 12 kilo ke 3 kilo gram. "Dan kami takutkan lagi adalah permainan di tingkat pengecer yang hanya mencari keuntungan, dan juga dengan menjual harga tinggi," ungkapnya.

Wewenang pengawasan ini, katanya, merupakan domainnya Pemko. "Tapi kami kan ada tim untuk penindakan, dari Disperindag Kota, Pertamina, Hiswana Migas, dan pihak kepolisian, jika ada laporan maka segera ditindak," tegasnya.

Dijelaskannya lagi, untuk hitungan harga eceran tertinggi (HET) itu dari agen ke pangkalan, ukuran 3 kilogram masih menggunakan HET lama Rp14,210 dan untuk ukuran 12 kilo Rp103,300.

"Ini masih HET lama, untuk itu, kami juga mendorong Pemerintah Kota untuk segera menetapkan HET baru. untuk HET sekarang ini sejak 2010 belum perubahan," tutupnya. (*)


Tag:elpiji
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)