Harga Telur dan Ayam di Pekanbaru Naik, Disperindag: Masih Wajar

1.184 view
Harga Telur dan Ayam di Pekanbaru Naik, Disperindag: Masih Wajar
Ilustrasi.
PEKANBARU, datariau.com - Meroketnya harga telur dan daging ayam di sejumlah pasar tradisional yang ada di Kota Pekanbaru dinilai Disprindag Kota Pekanbaru masih dalam batas kewajaran.

"Dari pantauan kita di lapangan kenaikan harga hanya berkisar 5 persen dari harga sebelumnya dan itu pun bervariasi pada setiap pasar. Kenaikan ini juga tidak hanya terjadi pada daging dan telur tapi juga beras. Namun, ada juga kebutuhan lain yang turun seperti minyak goreng," ungkap Kadisprindag Kota Pekanbaru Azwan, ketika ditemui di kediaman Walikota, Senin (24/8/2015).

Azwan juga memastikan, untuk pasokan ayam dan telur saat ini masih berjalan lancar. Hanya diperkirakan ada pedagang yang mencoba berspekulasi dengan menaikkan harga meniru harga yang ada di daearah lain.

"Untuk harga di pasaran kita tidak bisa mengintervensinya. Kita cuma bisa memastikan ketersediaan barang dan mengupayakan tidak ada pedagang yang berspekulasi," jelas Azwan lagi.

Lebih jauh Azwan juga mengaku bila saat ini petugasnya turun ke lapangan setiap hari untuk melakukan pemantauan harga dan ketersediaan kebutuhan harian. Secara berkala setiap satu pekan sekali, hasil pantauan dilaporkan secara tertulis kepada walikota.

Dari pantauan di Pasar Kodim, harga daging ayam potong dijual perkilonya mencapai Rp25.000 sedangkan di Pasar Pusat Rp27.000. Untuk telur ukuran sedang 10 butir Rp14.000 atau naik dari biasanya hanya Rp12.000.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Pekanbaru Firdaus MT mengaku tidak bisa berbuat banyak untuk mengendalikan naiknya harga daging dan ayam potong. Hal ini disebabkan perternakan di Kota Pekanbaru sangat kecil jika dibandingkan kebutuhan daging.

"Secara persentase, jumlah perternak di Pekanbaru ini sangat kecil jika dibandingkan kebutuhan daging yakni dibawah 20 persen. Artinya, kita masih mengharapkan pasokan dari peternak-peternak di luar Kota Pekanbaru," tutupnya. (yan)


JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)