Warga Pekanbaru Ini Minta Pemerintah Tutup Semua Pabrik Rokok

datariau.com
1.309 view
Warga Pekanbaru Ini Minta Pemerintah Tutup Semua Pabrik Rokok
Illustrasi

PEKANBARU, datariau.com - Sebagian kalangan perokok aktif di Pekanbaru Riau, meminta pemerintah menutup semua pabrik rokok ketimbang harga rokok dinaikan hingga Rp50 ribu per bungkus.

"Jika harga rokok naik, ada keuntungannya karena para pecandu yang berniat serius berhenti merokok demi kesehatan benar-benar akan sadar untuk berhenti merokok," kata Ajo Zul (39), pengelola jasa cuci mobil di Pekanbaru, Selasa (30/8/2016).

Ajo Zul mengatakan, jika pabrik rokok benar-benar tidak ada, maka rokok yang dijual tidak ditemukan lagi, otomatis mempengaruhi dan meransang orang untuk tidak merokok lagi.

"Itu dampak positifnya, namun dari sisi negatifnya tentunya akan banyak menimbulkan pengangguran dari buruh pabrik yang berhenti bekerja, disamping pendapatan negara akan berkurang dari cukai rokok yang tinggi itu," katanya.

Sisi negatif lainnya sebagai akibat kenaikan harga rokok, menurut Zul senada dengan Yurnalis (46), Yun (50) dan Syaiful (28), akan muncul gejolak sosial. Sebab, menghentikan kebiasaan merokok secara serta merta tidak akan mudah. Kriminalitas akan muncul, karena banyak yang maling untuk meningkatkan pendapatan mereka hanya agar bisa membeli rokok harga mahal itu.

Bahkan bisa jadi, katanya lagi, banyak menjamur produsen pembuat rokok ilegal (dari nipah digulung ditambah tembakau), yang dibuat secara tradisional seperti yang pernah diolah oleh masyarakat desa.

"Kenaikan harga rokok, juga memicu penjual rokok ilegal akan menjamur, karena mereka juga mendapatkan manfaat dan mencari keuntungan demi uang, sementara kebiasaan yang sudah mengakar sejak belasan hingga puluhan tahun itu bagi pecandu sulit dihentikan," katanya.

Namun demikian, untuk mengatasi dampak pengangguran, pemerintah harus berniat serius membangun lapangan kerja baru yang bisa memfungsikan kembali pabrik (eks, pabrik rokok) itu antara lain untuk memproduksi tembakau olahan kualitas ekspor.

Syaiful seorang mantan perokok aktif, mengakui ketika aktif merokok badannya sering lelah dan malas bekerja, sebab rokok mengakibatkan fisik menjadi lemah, makanan apa saja yang dimakan tidak menjadi darah di dalam tubuh karena disedot racun rokok.

Oleh karena itu, harapnya, pemerintah harus berani mengambil kebijakan menutup pabrik rokok, dan mengalihkan aktivitas operasional eks pabrik rokok untuk membangun industri besar dan kembali banyak merekrut tenagakerja sehingga pengangguran bisa ditekan.

"Jika industri besar terbangun, pemerintah juga bakal menerima pendapatan besar dari pajak perusahaan terkait disamping banyak generasi muda yang terselamatkan dan menjadi sehat karena tidak merokok lagi," katanya.

Editor
: Agusri
Sumber
: Antara
Tag:Rokok
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)