BAGANBATU, datariau.com - Manisnya peluang usaha minuman coklat di berbagai penjuru Indonesia dengan berbagai konsep, baik itu ala caffe maupun ala kaki lima, membuat salah satu trainer Hipnosis di Bagan Batu kecamatan Bagan Sinembah kabupaten Rokan Hilir mengambil peluang itu, yakni RAI Coklat Clasik dengan mengusung tema jajajan ala kaki lima, tepatnya di depan Bimbingan belajar Bintang Zenius yang tidak jauh dari kantor PT Telkom Indonesia.
Ice Blend Coklat dengan berbagai varian rasa itu hadir di tengah kota Bagan Batu yang memperkenalkan diri dengan tagline "Coklatnya Bikin Ketagihan dan Mau Lagi" disambut baik masyarakat. Pasalnya, minuman coklat ini dijual dengan harga yang sesuai kondisi kantong masyarakat saat krisis ekonomi seperti ini, yakni hanya dengan harga Rp.6000, untuk menu reguler dan Rp.9000 untuk menu istimewa.
Salah satu pembeli, Irfan (26) mengaku ketagihan membeli coklat di RAI Coklat Clasik karena harga yang ditawarkan sesuai untuk ukuran kantongnya yang bekerja di sebuah toko kelontong, dan juga gampang jika dibawa pulang untuk disantap bersama adik-adiknya di rumah. "Selain harganya yang cocok dengan kantong saya, bisa disantap bersama keluarga di rumah," akunya.
Irwan Syahputra sebagai pemilik RAI Coklat Clasik, mengaku siap membuka peluang usaha bagi kawula muda maupun yang ingin berkecimpung untuk membuka usaha serupa dengan nama dan konsep yang serupa atau istilahnya sistem franchise/waralaba hanya dengan modal dibawah Rp. 1 juta.
Irwan mengklaim, keunggulan kemitraan RAI Coklat Clasik sistem kerjasamanya jual putus. Jadi, mitra tidak dikenakan franchise fee dan royalty fee. "Dan untuk bahan bakunya pun dipersilakan membeli di tempat lain jika ada yang lebih murah," ujarnya ketika dikunjungi wartawan, kemarin.
Tentunya, yang perlu diperhatikan lagi, kualitas bahan baku jangan sampai yang asal-asalan. Karena ia juga menjual bahan baku coklat kepada pelaku usaha lainnya dengan harga yang bersaing dan kualitas yang bagus.
"Boleh diadu harganya, karena saya juga selaku distributor untuk wilayah sini (Bagan Batu, red)," ujar pria kelahiran Medan 34 tahun silam tersebut.
Lebih jauh, pemilik Bimbingan Belajar Bintang Zenius ini mengaku prihatin terhadap pemuda yang sibuk mencari pekerjaan yang sulit didapat di zaman serba sulit saat ini. Dengan menggunakan sistem waralaba ini tentunya bisa membuka peluang bagi kawula muda untuk membuka usaha dengan modal sedikit namun meraih keuntungan yang tidak sedikit.
"Kalau dihitung-hitung, lebih banyak hasilnya usaha sendiri ketimbang bekerja di tempat lain," tuturnya.
Untuk harga franchisenya, terang lulusan Fakultas Kimia Unimed itu, tidak mematok dengan harga yang cukup tinggi dan tidak mewajibkan harus memiliki booth seperti yang ia miliki, maka dari itu ia pun belum membuat bandrol harga untuk franchise-nya.
"Boleh juga beli boothnya di tempat lain yang lebih sederhana. Atau sudah punya steling yang bisa dirombak agar konsepnya serupa juga tidak masalah. Bahkan boleh membeli bahan bakunya saja dengan harga dibawah 1 juta rupiah. Untuk lebih jelas, bisa ketemu langsung atau hubungi nomor saya 085261290606," tukas guru Hypnosis itu menutup pembicaraan.