Pakar Hukum Pidana Universitas Riau Setuju Ada Relugasi Baru Larangan Merokok

datariau.com
1.247 view
Pakar Hukum Pidana Universitas Riau Setuju Ada Relugasi Baru Larangan Merokok
Illustrasi

PEKANBARU, datariau.com - Pakar Hukum Pidana Universitas Riau, DR Erdianto Effendi SH MHum berpendapat bahwa melihat dampak yang ditimbulkan oleh rokok, tidak salah jika ada pemikiran untuk membuat regulasi baru melalui norma yang mengatur larangan merokok.

"Sebab hukum selain berfungsi sebagai sarana kontrol sosial, juga berfungsi sebagai sosial engineering, mengubah perilaku masyarakat dari yang dianggap tidak baik ke arah perilaku yang baik," kata Erdianto.

Pendapat demikian disampaikannya terkait dampak yang ditimbulkan jika harga rokok jadi dinaikan. Akan tetapi bahaya merokok cukup besar sehingga diperlukan berbagai upaya menyelamatkan generasi bangsa, sebab selama ini atlet merokok menurunkan prestasi, pelajar merokok menyebabkan mereka mudah terlibat narkoba, dan pergaulan bebas sehingga merusak kualitas SDM bangsa ini.

Menurut dia, kewenangan pemerintah berdasar teori "kategorisch imperatif " untuk membuat hukum yang melarang atau menyuruh rakyatnya untuk bertindak demi kesejahteraan rakyat.

Namun untuk mengatur regulasi apalagi mengkriminalisasi perbuatan merokok, katanya, harus hati-hati, karena kebiasaan merokok sudah sangat berakar di tengah masyarakat.

"Untuk menggunakan hukum sebagai social engineering pemerintah harus siap mengantisipasi gejolak sosial. Dalam masyarakat tentu saja ada yang diuntungkan dan dirugikan oleh adanya kaedah hukum baru tersebut," ujarnya.

Jika tidak, katanya lagi, akan tercipta anomi yaitu keadaan masyarakat tanpa hukum. Untuk mencegah anomi tersebut sebagai akibat perubahan hukum diperlukan kepemimpinan yang legitimasinya kuat, yang didukung sepenuhnya oleh mayoritas masyarakat.

Editor
: Agusri
Sumber
: Antara
Tag:Rokok
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)