Ketua DPR dan YLKI Setuju Harga Rokok Rp50 Ribu Per Bungkus, Ini Komentar Masyarakat

datariau.com
1.637 view
Ketua DPR dan YLKI Setuju Harga Rokok Rp50 Ribu Per Bungkus, Ini Komentar Masyarakat
Illustrasi

PEKANBARU, datariau.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung usulan kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus. Itu artinya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) harus menaikkan tarif cukai signifikan supaya rokok dijual seharga tersebut.

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi mendesak Kemenkeu segera menaikkan tarif cukai rokok sehingga harga jual rokok di Indonesia setara atau lebih dari negara lain. Contohnya di Singapura, Malaysia dan Thailand yang menjual rokok seharga Rp 30 ribu-40 ribu per bungkus.

Dampak positif lainnya, dengan harga rokok Rp 50 ribu per bungkus diyakini Tulus, dapat menekan konsumsi rokok, utamanya kalangan remaja dan anak-anak. Ia mengaku, selama ini salah satu pengeluaran terbesar masyarakat miskin adalah untuk rokok.

Syaratnya, kata Tulus, pemerintah harus mengeluarkan aturan pelarangan rokok dijual eceran atau ketengan. Menurutnya, sebagai barang kena cukai dan berdampak negatif bagi kesehatan, rokok harus dijual dengan harga lebih mahal.

Demikian pula dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ade Komarudin, mengatakan persetujuannya atas wacana harga rokok dinaikkan menjadi Rp 50 ribu per bungkusnya.

Kebijakan ini akan berpengaruh pada kebiasaan masyarakat yang hobi menghisap rokok. "Ini akan mengurangi kebiasaan itu," kata dia.

Menurut politikus Partai Golkar ini, harga rokok yang dinaikkan tidak akan berimbas pada pendapatan petani tembakau. "Saya yakin hal itu tidak akan mengganggu. Mereka dapat bekerja seperti sediakala di sektornya," kata dia.

Bila harga rokok dinaikkan, dampak lainnya adalah pendapatan negara dari cukai akan meningkat. "Penerimaan negara dari sektor itu pasti meningkat," kata dia.

Kontribusi cukai terhadap penerimaan negara pada 2015 tercatat Rp 144,6 triliun, dan 96,4 persen di antaranya berasal dari cukai rokok.

Sementara itu, Direktur Institute for Development of Economics and Finance, Enny Sri Hartati, menuturkan cukai dari rokok dapat dialokasikan untuk kepentingan publik.

Salah satu contohnya yaitu membangun perpustakaan umum yang dapat memberikan manfaat luar biasa kepada publik.

Anggota DPRD Pekanbaru Mulyadi Anwar juga mendukung wacana pemerintah menaikkan harga rokok. Menurutnya, alasan dukungan ini dengan harapan harga rokok yang mahal, banyak perokok bisa berhenti merokok.

"Saya pribadi sangat mendukung harga rokok segera naik. Ini langkah presiden tentunya sudah ada pertimbangan dalam menaikan harga tersebut, terlebih jika nantinya kenaikan ini sebagai langkah menaikan pendapatan negara," ucap Mulyadi.

Politisi PKS ini juga menuturkan, naiknya harga rokok bisa meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat berpenghasilan rendah. Sebab, uang yang selama ini digunakan membeli rokok bisa dikonversi untuk bahan pokok.

"Rokok itu sudah dilarang secara medis sangat tidak baik dan berefek negatif kepada tubuh manusia, rokok tidak mempunyai kandungan kalori sama sekali. Jadi kalau beli harga mahal bisa mikir dua kali," tuturnya.

Banyak pihak pemerintah yang sudah legowo dan sangat setuju dengan kebijakan menaikkan harga rokok. Terus, bagaimana komentar masyarakat. Berikut datariau.com rangkum komentar dari para masyarakat pembaca Media Online Data Riau:

Andry Syahputra: Setuju,agar anak2 tidak bisa leluasa mengkonsumsi rokok karna dengan murahnya harga rokok dapat leluasa untuk kalangan anak2 dari SD sampai tingkat SMA. Hal itu akan meningkatkan kualitas SDM kita yang lebih baik dan tingkat kanker paru2 atau penyakit yang disebabkan oleh rokok dapat berkurang. Dengan banyaknya pasien yang sakit akibat rokok itu juga beban buat negara, cek and balance dengan isu pendapatan negara berkurang akibat dinaikkannya harga rokok.

Agoes Parmin: Penjual rokok hrs terdaftar dgn wajib minta ktp pembeli bila msh kelihatan kecil/muda!?

Andry Syahputra: Bisa jadi itu usulan yang mantap mas,namun apa semua penjual rokok jujur.. takutnya hanya formalitas.

Agoes Parmin: Petugas Pem bisa mengawasi, termasuk masyarakat secara gotong royong turut juga memperhatikan utk dilaporkan!?

Andry Syahputra: Kalau petugasnya juga bermain,sekarang di negara kita kan yang mengawasi juga sama2 terlibat apalagi yang sedang diawasi. Kan gitu bahasanya. Bagaimana pula masyarakat bergotong royong, yang menjual rokok itu dari masyarakat juga.

Agoes Parmin: Tidak ada yg tdk bisa, bhw 17 th, 21 th juga tergantung pemerintah tegas, semua bisa!? Rokok skrg sdh mahal lbh dari hrg 1 kg beras per bungkusnya, ya kan!?

Andry Syahputra: Justru lebih mahal harga lebih bagus,agar masyarakat lebih baik membeli beras dari pada rokok. Yang kita hindari anak2 yang belum sepantasnya merokok,kalau harga rokok murah mereka dengan gampang membeli.

Agoes Parmin: Tidak jujur tembak mati saja, petugas digaji negara koq!?

Agoes Parmin: Tdk bermamfaat, krn akan menghentikan pembelian, lalu pabrik menurun produknya, terjadi phk, juga petani bakau juga dirugikan maka terjadi pengangguran besar2an yg berdampak negatif pd negara.

Andry Syahputra: Dengan murahnya harga rokok dapat leluasa kalangan anak2 hingga remaja mengkonsumsi rokok. Seperti pernah keluar di berita anak yang belum sekolah sudah merokok,itu akibat harga rokok murah. Bagaimana kualitas SDM kita tinggi kalau seperti itu. Kaji suatu permasalahan dalam berbagai sudut.

Hendra Gunawan: Saya setuju...saya perokok SEMPURNA, tiap HAri saya kluarkan rokok 2 hari 3 bks.tpi sya janji.50 rbu harga rokok,saya STOP merokok dngan terpaksa dan benci... tetapi smoga jadi REZEKI sama anak dan istri saya..... setuju.

Ryee Kampus: Saya juga seorng perokok' dan saya jga setuju klo harga rokok d naikaN...mungkin dgan bgtu saya bisa brhnti merokok...tp pemerintah jga harus ingat' dampak ny d kemudian hari dan jgan kget klo premanisme jga akan lebih mningkat' sprti mningkt ny harga rokok...kemasukan negara jga akan lbih jauh brkurang' jika sudah bnyak yg tidak mrokok...ap lg klo dmpak ny pabrik rokok sampai gulung tikar' pnganguran akan brtmbah bnyak...apkah pemerintah sudah siap untuk antisipasi yg mungkin akan trjdi....??

Rakhmawaty Prihartiny: kalau harga rokok sampai 50 ribu, mungkin banyak yg tdk sanggup beli, tapi bagi anak2 & remaja yg biasa merokok tidak bisa berhenti, mungkin mereka bisa pindah ke narkoba ganja, jg bs saja mereka jadi jahat mencuri uang d keluarganya, tak bs dapat dari klrg, uang orang lain sasarannya. Dampak bg perusahaan rokok, org berhenti beli rokok, karyawan bnyk d phk, bisa2 pabrik tutup krn bangkrut. Yg wajar sajalah harga rokok nya, yg sdh kecanduan rokok susah utk berhenti.

Rizal Efendi: Ya saya slh stu perokok aktif,, terlpas dr stuju ataw tdk ny,,, k 2 nya sling d pkirkan,,, tntunya kt tdk mngin kan regenarasi brikut ny jgn smpt trcemar pirus nm ny rokok,,, nmun d sisi lain jutaan jiwa bkalan khilangn propesi,, Nah d sinilh mstiny pemerintah ambil sikaf,, klw orng mlayu bilang, bagai kan mngamil rambut dalm tepung,, rmbut trambil tepung jngan berserakan,,,

Ocu Gunawan: Besok mungkin kopi, atau nanti mungkin teh 50 ribu

Dikakleen HrDika: Baguss lh tu

Agoes Parmin: Pekanbaru tdk ada pabrik rokok, dan tak punya petani tembakau!

Sultan: Klo roko sehrga 50 Rb Pr bungkus tunggu aja pasti byak yng jdi perampok

Agoes Parmin: Ya terus2an rusuh sosial.

Sultan: Klo hrga rko 50 prbngkus orang brlih ke ganja semua emang penjara muat.

Alfian Evi: rokok ilegal tlg diawasi sngat2 merugikan negara tdk ada pajaknya..

Nasril Sakato: Petani tembakau gulung tikar.kariawan pabrik jadi pengangguran.perusahaan rokok akan lari ke negara lain.penerimaan pajak negara tumbang.. apa ini yg di inginkan pemerintah???.....

Joen Jabrik: Awak ni Apa la.. Yg berkuasa kasi kebijakan mau tak mau ngikut aja.. Klau kita bilang tak dukung ntar kita rakyat kena tangkap pula.. Kita lihat Aja apa benar perusahaan rokok tdk bangkrut dn kita lihat aja apa petani dn pekerja d pabrik tdk bnyk yg menganggur.. Tunggu Apa lgi Ayo Naik kn hrg Rokok nya..

Syerlina Suci: Bagus tu, biar berhenti laki awak maroko

Yana - Sulaiman: alah..... biar rokok cina makin gila masuk ke riau n membunuh generasi bangsa

Damiris: Jgn harganya yg di naikkan PABRIK nya TUTUP baru Mantap

Yen Tania: PANIANG,,,,,PANIANG,,,,LANTAK LAH ,,,

Ferry Tanjuang: Masih kurang, kalau dapat 100Rp/bungkus.

Ruly Osfarizal: Ketua rokok dukun ketua dak naiak do. Hehehe.

Afril Ar: Berani taruhan klo pemerintah mau mnaikan harga rokok.....secara ekonomi efek dominonya "cukup mengerikan".

Penulis
: Riki
Editor
: Agusri
Tag:Rokok
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)