[VIDEO] Editor Metro TV Diduga Dibunuh

Admin
198 view
[VIDEO] Editor Metro TV Diduga Dibunuh


DATARIAU.COM - Yodi Prabowo, seorang editor Metro TV ditemukan tewas di pinggir Tol JORR, Jalan Ulujami Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat siang tadi sekitar pukul 11.45 Wib. Kuat dugaan pria 26 tahun tersebut tewas dibunuh.

Jasad Yodi Prabowo ditemukan oleh sejumlah anak-anak yang sedang bermain layangan. Belum diketahui motif pembunuhan tersebut, apakah terkait pemberitaan atau bukan.

Pemimpin Redaksi Metro TV Arief Suditomo mengatakan, pihaknya masih belum mendapat informasi lebih lengkap dari pihak kepolisian soal dugaan pembunuhan Yodi Prabowo.

Arief meminta Polres Jakarta Selatan untuk segera mengusut kasus dugaan pembunuhan tersebut, dan segera menangkap pelakunya.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono mengatakan, polisi menemukan sejumlah barang bukti dari lokasi ditemukannya jasad Yodi. Diantaranya dompet berisi KTP, NPWP, kartu ATM, STNK, dan uang 40 ribu rupiah, kemudian motor korban jenis Honda Beat warna putih nomor polisi B 6750 WHC yang ditemukan beberapa puluh meter dari lokasi kejadian.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Irwan Susanto mengatakan, motor Honda Beat milik korban sudah terlihat di sekitar lokasi sejak Rabu malam tanggal 8 Juli 2020 atau 2 hari sebelum korban ditemukan tewas siang tadi.

Selain itu, polisi juga menemukan baju seragam MetroTV dan ponsel milik korban, barang bukti tersebut sedang dianalisis oleh kepolisian di Polres Jakarta Selatan.

Dari penemuan awal, Polisi menduga editor Metro TV Yodi Prabowo meninggal karena dibunuh. Dugaan tersebut didapat polisi dari penemuan luka tusukan pada tubuh korban. Selain menemukan luka tusuk di tubuh korban, penyidik juga menemukan sebuah senjata tajam. Senjata itu telah disita sebagai dugaan barang bukti.

Kepergian Yodi Prabowo secara tidak wajar membuat keluarga terpukul. Ibunda Yodi, Turinah, mengungkap kesedihan atas meninggalnya editor Metro TV itu. Turinah tidak dapat menyembunyikan rasa sedihnya. Ia tidak percaya putra kesayangannya itu tewas secara tragis.

Turinah mengatakan bahwa anaknya tersebut merupakan anak yang penurut dan tidak banyak tiingkah. Terakhir pada Selasa sore tanggal 7 Juli 2020 Yodi pamit untuk berangkat kerja. Sejak itu Yodi tidak pulang. Turinah mengaku sudah mengecek ke kerabat kerja Yodi. Mereka mengatakan Yodi memang masuk bekerja namun izin pulang cepat. Ternyata hari itu merupakan hari terakhir pertemuan Turinah dengan anaknya, yang kemudian hari ini harus menerima kenyataan pahit, anaknya ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Dari Jakarta, Erfan Nurali Melaporkan.

Punya rilis yang ingin dimuat di datariau.com? Kirim ke email datariau.redaksi@gmail.com