Dakwahkanlah Islam!Allâh Azza wa Jalla berfirman :
Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. [an-Nahl/16:125]
Ayat di atas mencakup seruan dakwah yang ditujukan kepada kaum Muslimin yang melakukan kesalahan dalam sebagian ajaran agama, juga mencakup juga dakwah kepada orang-orang kafir. Golongan pertama diajak untuk memperbaiki agama mereka, sedangkan golongan kedua diajak untuk masuk Islam yang menjadi sumber kebaikan manusia.
Dakwah ini dilakukan dengan metode hikmah, maksudnya menggunakan cara dan sarana yang paling tepat dan mudah untuk mendatangkan kebaikan atau menghilangkan keburukan atau minimal menguranginya. Metode disesuaikan dengan waktu dan tempat serta kondisi obyek dakwah dengan tanpa melanggar aturan syari’ah.
Dakwah juga dilakukan dengan mau’izhah hasanah (wejangan yang baik). Maksudnya adalah dengan menjelaskan dan menerangkan hal-hal yang bisa memberi manfaat dan yang mendatangkan mudarat, seraya mengingatkan buah yang akan diraihnya di dunia dan akhirat jika menjalankan ajaran-ajaran agama yang penuh manfaat itu. Juga dibarengi dengan penjelasan tentang berbagai keburukan yang mengiringi setiap yang dinyatakan berbahaya oleh agama.
Allâh menyebutnya mau’izah hasanah karena isi dan metodenya hasanah (baik). Dakwan dilakukan dengan cara lemah lembut, sabar dan santun. Kalaupun kondisi menuntut adanya perdebatan dengan orang yang menentang, maka hendaknya dilakukan dengan cara yang baik. Para penentang diajak agar menerima kebenaran; Diajak agar mengerti buah yang akan dipetiknya jika mengikuti kebenaran dan mengerti dampak negatif dari sesuatu yang terlarang; Penentang diberi penjelasan dan bantahan secukupnya terhadap syubhat-syubhat yang dibawakannya. Semua ini dilakukan dengan perkataan yang lembut, dan penuh adab, tidak dengan kasar, keras, saling mencerca dan mencela, karena mudharat yang akan timbul dari metode yang salah sangatlah besar.
Maka disebabkan rahmat dari Allâh-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Allâh. Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla mencintai orang-orang yang bertawakkal (kepada-Nya) [Ali Imrân/3:159]***
Artikel asli:
almanhaj.or.id