Hati-hati dengan Aliran Agnostik dalam Beragama

Midas
264 view
Hati-hati dengan Aliran Agnostik dalam Beragama

DATARIAU.COM - Apa itu agnostik? Sebagian orang ada yang berkata: “Saya tidak mau dibilang ateis, tapi saya itu agnostik”

Ajaran ateis sudah jelas bagi masyarakat kita yaitu tidak percaya dengan keberaaan Rabb Tuhan semesta Alam, lalu apa itu agnostik?

Menurut kamus KBBI agnostik adalah:

ag·nos·tik n orang yang berpandangan bahwa kebenaran tertinggi (misalnya Tuhan) tidak dapat diketahui dan mungkin tidak akan dapat diketahui.

Definisi lainnya agnostisisme adalah suatu pandangan bahwasanya ada atau tidaknya Tuhan atau hal-hal supranatural adalah suatu yang tidak diketahui atau tidak dapat diketahui.

Ringkasnya ajaran agnostik ini meyakini bahwa keberadaan Tuhan itu tidak diketahui atau tidak dapat diketahui. Sebenarnya ajaran agnostik ini adalah wajah baru dari ateis, karena keyakinan ateis itu berasal dari keragu-raguan akan adanya yang Maha Pencipta dan tidak diketahui tanda-tanda keberadaan Tuhan, lalu ateis mengambil kesimpulan tegas bahwa Tuhan itu tidak ada, sedangkan agnostik ini tidak memberikan kesimpulan tidak tegas tapi mengarah ke arah pemikiran ateis.

Walaupun ada sedikit perbedaan antara ateis dan agnostik, tapi tujuan utama arah pemikiran mereka sama yaitu:

pertama: keberadaan Tuhan itu tidak dapat diketahui;

kedua: ragu-ragu akan keberadaan Tuhan.

Kita akan bahas dua poin tersebut dan akan menjelaskan bahwa keyakinan agnostik ini tidak sesuai dengan syariat dan logika.

Keberadaan Allah Maha Pencipta mudah diketahui

Yaitu diketahui dengan tanda-tanda keberadaan Allah yang Maha Pencipta. Kita tidak bisa menemukan Allah di dunia ini, yaitu melihat dengan mata dan panca indra, akan tetapi kita bisa menemukan tanda-tanda keberadaan dan kekuasaan Allah itu ada.

Sesuatu yang tidak terlihat dan tidak kita rasakan dengan panca indra sekarang, bukan berarti tidak ada. Sekarang renungkan pertanyaan berikut:

“Apakah anda pernah melihat dan menemukan ibu dari nenek dari ibu dari nenek dari ibu dari nenekmu (ibu nenek ke tujuh anda)? Kamu percaya mereka ada?”

Demikianlah kita tidak melihat dan merasakan dengan panca indra itu bukan berarti tidak ada, tetapi kita yakin ibu nenek ketujuh itu ada dengan melihat tanda-tanda yang sekarang, yaitu adanya ibu kita yang melahirkan kita.

Demikian juga orang di zaman dahulu sebelum ada mikroskop mereka tidak melihat bakteri, virus, sel darah merah dengan mata, tetapi mereka meyakini adanya wabah virus dan bakteri karena mereka melihat tanda-tanda adanya mereka.

Begitulah keberadaan Allah yang Maha Pencipta, tanda-tanda keberadaan-Nya ada dan sangat nampak serta bisa kita renungkan. Tanda keberadaan Allah ada pada alam dunia ini yang diciptakan dengan sempurna serta beraktivitas sesuai dengan tugasnya masing-masing secara teratur dan sempurna. Tidak mungkin terjadi secara kebetulan semuanya dengan bentuk yang sangat teratur dan sempurna.

Allah berfirman,

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Ya Rabb kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka’.” (QS. Ali ‘Imran 190-191).

Allah juga berfirman,

“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu. Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan” (QS. Ar-Ra’du: 2-3).

Tanda kebesaran Allah juga ada pada tubuh manusia. Dalam ilmu kedokteran modern telah terbukti bahwa tubuh manusia tersusun dengan bentuk yang sangat teratur dan bekerja sempurna mulai dari tingkat sel sampai tingkat organ.

Allah berfirman,

وفي الأرض ءايات للموقنين (20) وفي أنفسكم أفلا تبصرون (21)

“Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu’ sendiri. Maka apakah engkau tiada memperhatikan” (QS. Adz-Dzariyaat: 20-21).

Allah mengatur itu semua tanpa adanya ketimpangan atau semisal tabrakan antar planet sehingga hancur alam semesta. Allah berfirman,

“Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Tuhan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?” (QS. Al-Mulk: 3).