DATARIAU.COM - Kematian adalah sesuatu yang sudah pasti terjadi kepada kita, bahkan bukan hanya kita sebagai manusia, hewan, tumbuhan, bahkan makhluk ghoib seperti malaikat saja akan mati pada akhirnya.
Kematian itu bukanlah hal yang dapat kita hindari, karena dia akan datang pada siapa saja dimana saja dia berada dan kapan saja waktunya, walaupun kita berada di sebalik benteng yang kokoh, bahkan di dalam lubang semut sekalipun, kalau masa itu tiba, kita akan merasakannya, seperti yang telah difirmankan Allah Subahanahu wa Ta'ala:
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
"Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun (Q.S al-A'raf:34).
Rasa takut akan kematian yang muncul di dalam diri kita, bukanlah hal yang dapat memperlambat kematian, karena semua kita sudah Allah tetapkan jatah umur, kalau sudah tiba masanya, maka kematian akan menjumpai kita.
Kematian pun tidak bisa kita hindari dengan cara memilih tempat yang kita rasa aman, terkadang muncul dalam pikiran kita, saya tidak mau pergi jalan-jalan dengan pesawat, karena saya takut nanti pesawatnya jatuh dan saya mati, itu tidak berlaku, karna Allah yang menetapkan kita mati dimana dan kapan waktunya.
Itulah kematian, tidak bisa sedikitpun kita berusaha untuk menghindarinya, karena ke tempat kita mati lah kita akan datang. Semua orang akan mati, dan kita tidak bisa memilih kapan dan dimana, namun mati dalam keadaan apa kita bisa berusaha untuk menentukannya, karena memang pada hakikatnya seorang akan mati dalam kebiasaannya, jika kita terbiasa dengan kebaikan, maka in syaa Allah kita akan mati dalam keadaan baik pula.
Seseorang akan mati sesuai dengan kebiasaannya, dan itu sudah banyak terjadi di dunia ini, seperti ada seorang qari, dia meninggal dunia ketika dia membacakan ayat suci al-Qur'an. Banyak juga orang yang suka mabuk, minum minuman keras, mereka mati dalam keadaan mabuk.
Manusia itu semuanya dalam keadaan rugi, kecuali orang yang beramal shaleh dan orang yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran, oleh sebab itu marilah sama-sama kita saling mengingatkan, seperti firman Allah dalam surah al-Asr:
وَٱلۡعَصۡرِ ١ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ ٢ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ ٣
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran". (QS. al-Ashr:1-3). (eko)