Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Khairul Ajak Masyarakat Kepau Baru Ikuti Teladan Rosulullah

Datariau.com
873 view
 Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Khairul Ajak Masyarakat Kepau Baru Ikuti Teladan Rosulullah
Syahputra
Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Khairul Ajak Masyarakat Kepau Baru Ikuti Teladan Rosulullah

KEPULAUAN MERANTI, datariau.com - Memasuki bulan Rabi'ul Awal, Masjid Nurul Iman Desa Kepau Baru menggelar kegiatan dalam rangka Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kegiatan ini berlangsung khidmat, masyarakat sangat antusias berdatangan, meski jauh,  ada sekitar 50 orang masyarakat  yang hadir baik kaum bapak, Ibu-ibu dan anak-anak kecil yang datang dari Dusun I Sungai Pulau dan Dusun II Parit Satu. Kegiatan ini dimulai Pukul 13.30 WIB, Selasa, (20/11/2018). 


Diawali dengan Sholawat bersama, pembacaan Ayat Suci Al-Qur'an oleh siswi SMPN Satap Kepau Baru, dilanjutkan dengan sambutan panitia penyelenggara kegiatan.


Bertindak sebagai panitia  penyelenggara, Makno, merupakan Tokoh sentral yang mempunyai peran penting dalam pembangunan Masjid Nurul Iman dan berkembangnya Ummat Islam dikepaubaru mengatakan, bahwa Peringatan Maulid Nabi sudah bertahun-tahun tidak dilaksanakan, maka bersyukur pada hari ini sebagian masyarakat dapat melaksanakannya kembali.


"Alhamdulillah, setelah sekian lama tidak berkumpul, kita dipertemukan Oleh Allah dalam kegiatan ini, semoga apa yang disampaikan Pak Ustad nanti bermanfaat, paling tidak Sholat Jum'at besok jangan ada yang alpa," harap Lek No, sapaan akrabnya


Lek No, Tokoh jawa yang sudah lama bermukim di Desa Kepau Baru ini juga berharap agar orang tua memberi dorongan kepada anak-anaknya untuk belajar Ilmu Agama dan Al-Qur'an pada malam hari.


"Kita sekarang udah mudah, Ustadnya pinter-pinter tinggal kita mau atau tidak untuk belajar, orang tua juga harus memberi teladan dan kasi dorongan kepada anak," katanya dalam sambutan


Sementara, Khairul Zaman SPd dalam ceramahnya menjelaskan sejarah Rosulullah, bagaimana meniru akhlak Rosulullah, bagaimana Ummat Muslim tidak terpaku pada bungkus, Cassing kehidupan dan terahir Ustad asal Desa Topang ini menjelaskan perbedaan pentingnya mencari keberkahan rizki.


"Perbedaan kita dengan Nabi jauh, Nabi itu ibarat Intan, mutiara, permata sementara kita ibarat Batu, bagaimana mungkin batu bisa meniru atau menyerupai mutiara sepenuhnya, paling tidak kita terus berusaha untuk menjadi batu yang berharga, Batu akik misalnya," kata Khairul dalam kiasan ceramahnya.


 "Kalaupun tidak bisa 50% mencontohi tauladan Rosulullah, paling yg tidak 10%, hal sederhana saja ketika sholat wajib 5 Waktu usahakan Jama'ah, sebelum dan sesudah sholat wajib jangan lupa lakukan Sunnah Rawatibnya," jelas Santri. 


Terahir, Sarjana Lulusan STAI Nurul Hidayah Selatpanjang ini menjelaskan tentang Agama Islam tidak memandang kemulyaan seseorang dari Cassingnya, Keturunannya, pakaiannya, jabatan, harta, bentuk tubuh, raut wajahnya melainkan Allah menilai kemulyaan dari Hati dan Perbuatan (Ketaqwaannya).


"Kasus Nabi Ibrahim AS, lahir ditengah-tengah penyembah berhala tapi karena Kesholehannya, kejujuran dan keihklasannya dan semangatnya dalam memperjuangkan Islam beliau menjadi Nabiyullah yang muliya, sebaliknya Kan'an Bin Nuh AS yang lahir dari keluarga Nabi tapi karena kekufurannya, kejahatannya ahirnya ia menjadi orang yang hina," tutupnya Khairul.(put) 

Penulis
: Syahputra
Editor
: Redaksi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)