PEKANBARU, datariau.com - Pembangunan pusat olahraga (sport center) Pekanbaru di daerah Tenayan Raya masih 15 persen, namun kondisinya masih memprihatinkan. Kondisi di lapangan menuai kekecewaan pihak DPRD dan Koni yang berkunjung ke lokasi tersebut, Selasa (10/3/2015).
Kekecewaan rombongan Komisi III dan Koni muncul ketika mengetahui akses jalan ke lokasi Sport Center Pekanbaru yang tidak layak, tanpa aspal dan juga melalui kebun karet dan ubi masyarakat. Bahkan, salah seorang Anggota Komisi III Marlis Kasim, terheran-heran saat sampai di lokasi.
"Katanya sudah ada jalan, mana dia?" kata Marlis sambil menurunkan kaki celananya yang tadinya dilipat takut terkena lumpur.
Pihak Dispora menyampaikan bahwa jalan akses masuk lokasi masih direncanakan. "Oh...baru rencana, tadi katanya ada jalan," ujar Marlis.
Rombongan Komisi III yang dipimpin Ketua Komisi Nofrizal, didampingi anggota komisi Zainal Arifin, Zulkarnain, Dian Sukheri, dan Marlis Kasim ini, juga meninjau proses pembangunan di lahan 20 hektare tersebut.
"Lahan besar, banyak yang bisa dibangun. Banyak cabor yang bisa diadakan di sini. Maka harus maksimal dibangun agar bisa bermanfaat," ungkap Ketua Komisi III Nofrizal di sela-sela kunlap.
Di lokasi, tampak pendopo dan lokasi Bumi Perkemahan sudah selesai dibangun namun tidak bisa dimanfaatkan mengingat tidak adanya fasilitas penunjang, seperti akses jalan, listrik, dan air. Untuk menyelesaikan pendopo, gedung kantor dan bumi perkemahan ini, Dispora telah menghabiskan Rp1,2 milir.
Kemudian pembangunan gedung sarana olahraga masih tahap pemancangan tiang. Tiga gedung itu nantinya akan digunakan untuk sarana olahraga futsal, badminton, basket, dan lainnya. Satu gedung nantinya akan ada 4 lapangan. Namun di lapangan, pekerjaan terbengkalai tanpa ada papan plang proyek.
"Di sini akan dibangun pusat perkemahan, lapangan cross, stadion bola kaki, ini langkah maju merencanakan pembangun pusat olahraga. Bisa disinergikan dengan Koni Pekanbaru. Manfaatkan tempat ini," ujar Nofrizal sembari meminta agar di lokasi tersebut juga dibangun sekolah.
Mengenai lokasi begitu jauh dari pemukiman penduduk, Nofrizal tidak menghiraukan itu karena nanti lokasi tersebut bakal ramai ketika ada bangunan sekolah.
"Tenayan ini daerah berkembang. Kita minta Dispora berkoordinasi dengan Dinas PU, PLN dan lainnya untuk membangun sarana penunjang di sini. Kalau mengenai standarisasi lapangan, itu Koni yang lebih tahu," ujar Nofrizal lagi.
Wakil Sekretaris I Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Pekanbaru Anis Munzil, yang turut hadir bersama anggotanya ke lokasi sport center ini mengatakan, bahwa memang standarisasi lapangan wajib diperhatikan. Karena saat ini para atlet Pekanbaru telah mulai sukses masuk ke kancah internasional.
"Paling penting, atlet kita ini kan sudah go internasional, maka segi standarisasi lapangan harus high class, sediakan lapangan dan alat teknologi standar agar nanti bermain di luar tidak kaget," papar Anis.
Dijelaskannya, dari lapangan futsal yang dibangun saat ini, memang tidak masuk standar. Bahkan pihaknya telah mengukur lapangan yang tengah dibangun tersebut. "Harapan kita agar bisa dimaksimalkan," paparnya.
Kemudian Anis juga meminta agar di lokasi tersebut nantinya disediakan kantor setiap cabang olahraga. "Sekarang ada 28 cabor, kedepan akan semakin bertambah maka ini harus diperhatikan, sediakan kantor mereka masing-masing di sini," pinta Anis.
Kabid Sarana Prasarana Dispora Pekanbaru Alamsyah mendampingi Sekretaris Dispora Pekanbaru Burhan Gurning menyampaikan, bahwa proyek pembangunan Sport Center Pekanbaru ini dimulai sejak 2012 silam. Anggaran yang telah dihabiskan Rp7 miliar lebih pada anggaran terakhir di APBD 2014 lalu.
"Untuk parkir Rp500 miliaran yang dipergunakan. Ini kalau ada Rp15 miliar lagi untuk tiga bangunan 2016 bisa selesai. Tergantung Komisi III bisa apa tidak menganggarkan," ujar Alamsyah.
Terkait standarisasi lapangan, Alamsyah menuturkan masih tahap pengerjakan. "Masih tahap pembangunan, nanti gedung itu berlantai satu, ada mushallah dan klinik juga," pungkasnya. (rik)