Korban Begal Jadi Tersangka, Ida: Komisi I Ikuti Perkembangan Kasus Ini

3.270 view
Korban Begal Jadi Tersangka, Ida: Komisi I Ikuti Perkembangan Kasus Ini
Rekonstruksi korban begal yang jadi tersangka. (foto: kata kabar)
PEKANBARU, datariau.com - Kasus korban begal yang jadi tersangka di Polsek Bukit Raya menjadi perhatian semua pihak. Komisi I DPRD Kota Pekanbaru juga ikut mengikuti perkembangan kasus ini.

"Kita serahkan dulu proses hukum ke pihak kepolisian, kalau secara fakta memang dia membunuh, tapi kan secara psikologis dia menyelamatkan diri," ungkap Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru Ida Yulita Susanti, Selasa (17/11/2015).

Memang, dalam keterangan tersangka Raju Andrian (20), ia terpaksa menusuk Dzaki Setiyawan (19) yang hendak membegalnya di kawasan gapura jalan Bandara Sultan Syarif Kasim II. Maka Komisi I berharap agar kasus ini diselidiki secara baik.

"Nanti perkembangan penyelidikan tentu terungkap semuanya itu, kita serahkan kepada pihak kepolisian. Kalau memang ada bukti menguatkan dia membunuh karena menyelamatkan diri otomatis tidak bisa dikenakkan sanksi hukum," kata Ida lagi.

"Kita akan ikuti perkembangan kasus itu, hari ini kita serahkan dulu kepada pihak yang berwenang," sambungnya.

Atas peristiwa ini, Polisi Sektor Bukit Raya telah menggelar rekonstruksi Senin (16/11/2015) kemarin di daerah Simpang Tiga, Pekanbaru, tepatnya di Gapura Bandara Sultan Syarif Kasim II. Kejadian penganiayaan tersebut terjadi 10 September 2015 lalu, dimana korban Roby mencoba melakukan pembegalan dengan rekannya Khairul kepada Raju dan Yuli.

Gelar rekonstruksi yang berlangsung sekitar pukul 11.30 WIB itu, dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Pekanbaru, kuasa hukum Raju, kuasa hukum Roby, pihak keluarga Roby dan sebagai saksi, Khairul dan Yuli.

Kepala Unit Reskrim Polsek Bukit Raya Ipda M Bahari Abdi, saat dikonfirmasi mengatakan, setelah dilakukan rekonstruksi, Raju memerankan 35 adegan dimulai saat dirinya bersama teman wanitanya Yuli sedang berduaan di Gapura Bandara Sultan Syarief Kasim II yang kemudian didatangi oleh Roby dan Khairul.

Dalam adegan pertama hingga adegan ke 23 terlihat bagaimana Roby datang menghampiri Raju dan kemudian menjalankan aksinya berpura-pura sebagai polisi guna menggerebek Raju bersama Yuli yang lagi pacaran. Kemudian Roby menarik paksa Yuli, hal tersebut memancing emosi Raju hingga terjadi perkelahian antara Roby dan Raju.

Setelah saling tarik-tarikan tangan Yuli, Raju melepaskan tangan Yuli dan kemudian Roby segera merangkul Raju sambil mengeluarkan pisau dari saku belakangnya. Saat itu, Raju berusaha bernegosiasi dengan Roby, namun dia tidak memperdulikannya.

Melihat Roby lengah, Raju langsung merampas pisau dari tangan korban, hingga akhirnya Roby dan Raju jatuh di aspal. Pada adegan 24 hingga 30 dijelaskan bagaimana Raju dan Roby terlibat perkelahian. Bermaksud membela dirinya, setelah berhasil merampas pisau yang ada di tangan Roby, dengan membabi buta Raju menghujamkan pisau ke tubuh Roby.

Saat itu Khairul mencoba menolong Roby dengan menendang tubuh Raju, kemudian Yuli datang menarik baju Khairul guna menghalangi aksinya. Melihat Roby dihujani pisau, Khairul kemudian segera menyalakan sepeda motor Honda Scoopy warna biru miliknya dan langsung membawa lari Roby yang sudah tidak berdaya ke Rumah Sakit Mesra, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, nyawa Roby tidak dapat tertolong hingga akhirnya meregang nyawa di rumah sakit setelah mendapat puluhan luka tusuk di sekujur tubuhnya. (rik)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)