PEKANBARU, datariau.com - Fasilitas di Lembaga Permasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru masih belum maksimal. Masih ditemukan kondisi air bersih yang tidak maksimal, lampu penerangan, serta fasilitas lainnya untuk warga lapas masih jauh dari yang diharapkan.
"Dari tinjauan kita ke Lapas Kelas IIA Pekanbaru ini, memang kita temui banyak masalah, selain fasilitas juga kapasitas lapas yang sudah over, seharusnya menampng 361 orang kini diisi dengan 1.414 orang," kata Anggota Komisi I DPRD Pekanbaru Ida Yulita Susanti, kepada wartawan di sela-sela inspeksi mendadaknya ke Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Selasa (3/3/2015).
Dikatakan Ida, sesuai dengan ketentuan hukum, bahwa lembaga permasyarakatan merupakan tempat pembinaan dan perlu diperhatikan. Jika kondisi over kapasitas tersebut, maka dikatakan Ida kondisi Lapas Pekanbaru sudah tak layak lagi.
"Dengan over kapasitas tentu semua faslitas yang tersedia tidak mencukupi untuk melayani para nara pidana. Untuk itu, dengan kunjungan ini maka persoalan yang ada akan kita sampaikan kepada pemerintah," ujar Ida.
Kunjungan Komisi I DPRD Kota Pekabaru ke Lapas Kelas II A Pekanbaru di Jalan Kapling ini selain Ida juga hadir Wakil Ketua Komisi I Kudus Kurniawan Siahaan, Tarmizi Akhmad, Eri Sumarni, dan disambut ramah oleh Kepala Lapas Dadi Mulyadi SH MH.
Kepada rombongan, Dadi menceritakan bahwa memang masih banyak kekurangan yang dihadapi pihaknya di lapas. Seperti fasilitas umum yakni air bersih, fasilitas alat kesehatan serta doker gigi dan kekurangan sarana alat keterampilan para napi seperti alat tenun.
"Hal ini sudah kita sampaikan kepada Pemda. Kemudian untuk kapasitas penghuni Lapas memang kita akui juga sudah over. Makanya kita berharap dari pihak Kepolisian dan Jaksa agar narapidana yang ringgan tidak lagi dikirim ke Lapas. Kemudian kendala kita adalah kurangnya personil keamanan lapas," ujar Dadi.
Di tengah kekurangan fasilitas, terang Dadi lagi, pihaknya tetap komit untuk melakukan pembinaan terhadap napi. Saat ini berbagai program keterampilan dimaksimalkan di lapas tersebut, seperti keterampilan berternak ikan, bertani, menenun, dan membuat sendal hotel.
"Kita berharap dukungan Pemda untuk mempromosikan produk sendal hotel buatan napi dan juga kain songket. Selama ini napi kita sudah memproduksi 100 kain songket yang sudah terjual," pungkasnya. (rik)