PEKANBARU, datariau.com - Para karyawan pergudangan Avian di Jalan Siak II Kelurahan Air Hitam Kecamatan Payung Sekaki ketakutan saat disidak Komisi IV DPRD Pekanbaru, Rabu (28/10/2015).
Saat rombongan Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru melakukan inspeksi mendadak di kantor pemasaran pergudangan Avian yang berada di bawah naungan PT Platinum Kencana Development, para karyawan saling lempar tangan.
Di ruang kantor pemasaran, Komisi IV menemukan 4 orang karyawan, 3 wanita dan 1 pria. Saat komisi ingin menyampaikan maksud kedatangan, bahwa rombongan melakukan sidak, para karyawan meminta anggota DPRD meninggalkan nomor handphone dan datang di lain waktu.
"Kami ini bukan tamu, tapi kami dari Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru sedang melaksanakan tugas pokok dan fungsi pengawasan yakni melakukan sidak di sini," ungkap Sekretaris Komisi IV Ali Suseno.
Padahal, Komisi IV dalam kesempatan ini hanya ingin meninjau secara langsung kondisi gudang yang diketahui tidak memiliki perizinan lengkap yakni analisis dampak lingkungan (Amdal). Namun para pekerja saat dimintai siapa penanggung jawab dan direktur pergudangan, tidak mau menyebutkan dan menelpon berkali-kali tetap meminta agar DPRD meninggalkan nomor HP saja.
Setelah didesak dan dilakukan pendekatan, akhirnya seorang perempuan turun dari lantai II dan melayani apa yang diinginkan rombongan Komisi IV yakni memberi nama, alamat, dan kontak person Direktur Pergudangan ini.
"Kita hanya ingin tahu siapa direktur pergudangan ini agar kami mudah mengirimkan surat resmi untuk hearing nanti," ujar Ali Suseno.
Setelah mendapatkan nomor HP, rombongan berniat meninggalkan lokasi, namun saat ingin menaiki kendaraan, rombongan dipanggil lagi dan diketahui bahwa penanggung jawab gudang ada di lokasi.
Seorang yang mengaku hanya marketing dan merangkap sebagai penanggung jawab pergudangan Johan, menyambut rombongan di ruang kerjanya yang tadi tertutup rapat saat rombongan diterima para karyawan.
"Saya marketing merangkap penanggung jawab, manager kemarin ada tapi sekarang sudah mengundurkan diri. Direksi semuanya mengungsi ke Medan karena kabut asap," kata Johan membuka cerita kepada rombongan.
Maka kepada Johan rombongan Komisi IV mendapatkan data dan informasi lebih lanjut tentang pergudangan ini. Nama para direksi dan kontak person diserahkan ke DPRD untuk kemudian akan dibuatkan undangan resmi menghadiri rapat nantinya.
Johan kepada wartawan menjelaskan, bahwa memang pergudangan ini merupakan developer yang memperjualbelikan gudang, 90 persen gudang dijual dan selebihnya yang tidak laku disewakan.
"Ada 300 gudang, luas lahan 40 ha semuanya," ujar Johan.
Dalam kesempatan ini, Kabid Tata Lingkungan dan Amdal BLH Pekanbaru Suwandi, menjelaskan bahwa pergudangan ini belum memiliki Amdal. Hanya saja pengajuan Amdal yang ada adalah untuk pembangunan tahap berikutnya di lahan yang tersisa.
"Kalau gudang yang ada ini belum ada Amdal, kita sudah surati namun tidak direspon," ujar Suwandi.
Menjawab ini, Johan mengaku akan segera berkoordinasi dengan komisaris karena ia mengaku tidak tahu menahu tentang perizinan pergudangan itu.
"Masalah ini saya kurang mengerti, saya akan kasih tahu komisaris langsung," ujar Johan.
Ditanya apakah pihak pergudangan siap untuk menghadiri rapat dengan Komisi IV, Johan memastikan direksi siap.
"Kita pasti siap diundang, kalau salah kita perbaiki," terangnya. Rapat akan diagendakan dalam pekan depan karena pergudangan mengaku tidak siap dalam pekan ini mengingat penerbangan belum normal.
Sidak ini dipimpin Ketua Komisi IV Roni Amril SH, didampingi Wakil Ketua Komisi IV Wan Agusti, Sekretaris Komisi IV Ali Suseno, Anggota Komisi Zaidir Albaiza, Mulyadi Anwar, Puji Dariyanto, Herwan Nasri, dan Heri Setiawan. (rik)