Anggota DPRD Tinjau Pabrik Penyulingan Ban Bekas yang Resahkan Warga

2.485 view
Anggota DPRD Tinjau Pabrik Penyulingan Ban Bekas yang Resahkan Warga
Anggota DPRD Sidak Pabri penyulingan ban bekas di Rumbai Pesisir. foto: tim
PEKANBARU, datariau.com - Pabrik penyulingan ban bekas yang berada di Jalan Lintas Yos Sudarso kilometer 12,5 Kelurahan Lembah Damai Kecamatan Rumbai Pesisir, yang dikeluhkan masyarakat setempat atas polusi dan pencemaran lingkungan yang dihasilkan pabrik, ditinjau langsung Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Senin (22/9/2014).

Anggota DPRD dari Fraksi PDI sebanyak dua orang, Dapot Sinaga dan Jhon Romi Sinaga beserta beberapa wartawan ini mendapat sambutan tidak menyenangkan dari pihak pabrik. "Woi buka pintu, kami anggota dewan ini," sorak Dapot karena hampir setengah jam di depan pintu gerbang yang tak kunjung dibukakan oleh petugas.

Akhirnya, pintu dibuka setelah Kapolsek Rumbai Pesisir datang karena ditelepon Anggota DPRD. Setelah masuk, tampak di pos penjagaan spanduk yang mengundang tanda tanya, bertuliskan "Dari Pada Beli Petasan Lebih Baik Beli Baju Lebaran" berlogo dan nama Polsek Rumbai Pesisir.

Di dalam pabrik ini, juga tampak tumpukan ban bekas yang siap untuk diolah. Tampak juga puluhan pekerja berkulit hitam dan jelas bukan dari Kota Pekanbaru karena berwajah Indonesia Timur. Seorang ibu-ibu yang mengaku pemilik pabrik, juga tidak menyambut dengan baik kedatangan anggota DPRD ini. Bahkan, pihak pabrik mempertanyakan kepada Anggota DPRD yang datang ini dari komisi berapa. Padahal memang di DPRD Kota Pekanbaru belum ada pembagian komisi.

Setelah mendapat perlakuan tidak baik ini, tiga Anggota DPRD lainnya dari Partai Demokrat datang, diantaranya Aidil Amri, Eri Sumarni, dan Desi Susanti, hadir di lokasi. Terjadilah pembicaraan, dan Kapolsek pun memberikan keterangan atas keberadaan pabrik yang disebut-sebut mencemari lingkungan tersebut.

Karena tidak puas, Anggota DPRD kembali ke kantor dan akan merencanakan untuk menindaklanjut persoalan tersebut bersama instansi terkait. "Tadi mereka tunjukkan ke kita izin-izinnya semua lengkap, entah abal-abal tak tahu lah kita itu ya," ujar Aidil Amri.

Pabrik tersebut, memproduksi bahan Bakar Minyak (BBM) hasil penyulingan ban bekas Bio Rubber Fuel (BRF) atau biasa disebut minyak bakar dari bahan baku ban bekas. Produksinya ini dari bahan dasar karet. Diambil dari ban bekas dari hasil penyulingan, minyak bisa langsung dipakai. Biasanya pelaku industri memburu minyak ini sebagai solusi alternatif pengganti solar dan untuk pengaspalan. Harganya berkisar antara Rp5 ribu hingga Rp6 ribu per liternya.

Keuntungan memperoleh BRF ini, pelaku industri bisa menghemat sekitar 10-20 persen dibanding membeli solar yang harganya mahal dan kerap turun naik setiap bulannya dari PT Pertamina. Selain harga cenderung murah, keuntungan memperoleh BRF ini mesin awet dan bersih karena titik pengapiannya lebih cepat.

Sayangnya, pekerjaan penyulingan ban bekas ini menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan karena asap hitam hasil pembakaran ban mengepul ke udara dan limbah yang dihasilkan pun berbahaya untuk kesehatan makhluk hidup. Pabrik ini pun sudah lama beroperasi namun tak banyak yang tahu aktifitas di dalamnya, termasuk tenaga kerja pun tidak ada yang tahu persis.

Bentuk BRF ini berwarna hitam pekat dengan bau yang agak tajam. Kandungan kalorinya diatas solar sehingga tidak perlu untuk dipanaskan terlebih dahulu pre-heating. Selain itu, untuk memakai BRF ini, pelaku usaha industri tidak perlu lagi merubah instalasi yang sudah ada seperti ukuran nozel atau control burner.

Berat BRF ini berkisar antara 0,90 hingga 0,93 gram per liter. Jenis bahan bakar ini memiliki tingkat pelumasan yang jauh lebih baik daripada solar. BRF cocok untuk pengoperasian seperti mesin kapal dan boiler. Hal inilah yang membuat pelaku industri memburunya karena tidak menyisakan endapan saat pembakaran setelah mesin beroperasi.

"Saya saja orang Rumbai tak tahu pabrik itu, Lillahitaala, saya tak pernah tahu, baru tadi," pungkas Amri. (*)



JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)