Pungutan Uang Seragam, Wali Murid SMPN 15 Rumbai Mengadu ke DPRD Pekanbaru

datariau.com
2.112 view
Pungutan Uang Seragam, Wali Murid SMPN 15 Rumbai Mengadu ke DPRD Pekanbaru
Pertemuan wali murid dan Anggota DPRD Kota Pekanbaru. (foto: tribunpekanbaru.com)

PEKANBARU, datariau.com - Para perwakilan wali murid SMPN 15 Rumbai Pekanbaru melaporkan kasus uang seragam yang dipungut pihak sekolah, ke Fraksi Golkar DPRD Pekanbaru, Senin (24/7/2017) siang.

Para wali murid tersebut masing-masing bernama Dahlia, Vivi, Meri, Junaida, Yesi, Viar dan Salawati. Mereka menceritakan pungutan uang seragam tahun lalu yang diminta pihak sekolah Rp 1,8 juta, namun sampai sekarang tidak ada seragam yang dimaksud didapatkan anak-anaknya.

"Kami minta pertanggungjawaban pihak sekolah. Terutama Kepala Sekolah SMPN 15 Bu Inong. Anak kami sudah setahun lebih sekolah, tapi tidak ada seragam," kata wali murid Dahlian di hadapan anggota DPRD Pekanbaru.

Hal yang sama juga disampaikan wali murid lainnya, Junaida. Katanya, tidak hanya uang seragam, tapi pihak sekolah juga meminta uang untuk pustaka online Rp 40 ribu. Tapi sampai sekarang pustaka online yang dimaksud tidak ada sama sekali.

"Makanya kami perwakilan wali murid meminta agar Kepala Sekolahnya diganti saja. Karena banyak pungutan yang tak jelas di sekolah ini," tegasnya yang diamini wali murid lainnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Pekanbaru yang juga Ketua Komite SMPN 15 Rumbai Masni Erna Wati, sudah menginventarisir kasus yang dilaporkan para wali murid ini.

Karena itu, pihaknya akan menulis surat secara resmi, meminta Kepsek SMPN 15 untuk dinonaktifkan.

"Surat itu nanti kita tembuskan ke Disdik Pekanbaru, Disdik Riau, Walikota Pekanbaru dan pihak terkait lainnya," sebut Masni yang juga anggota dewan Dapil Rumbai dan Rumbai Pesisir.

Terpisah, Kepsek SMPN 15 Pekanbaru Inong saat dikonfirmasi melalui selularnya, tidak berhasil meski aktif. Begitu juga SMS yang dilayangkan, hingga berita ini dirilis tidak ada balasan.

Editor
: Windy
Sumber
: Tribunpekanbaru.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)